Pengamat Politik Unair: Menteri ESDM Bahlil 'Bodoh' dalam Kebijakan LPG 3 Kg

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Aziz Mahrizal

6 Feb 2025 16:29

Headline

Thumbnail Pengamat Politik Unair: Menteri ESDM Bahlil 'Bodoh' dalam Kebijakan LPG 3 Kg
Ilustrasi polemik LPG 3 kg. (Ilustrator: Rihad Kumala/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait kebijakan distribusi LPG 3 kg menuai kritik. Pengamat politik Universitas Airlangga Prof. Henri Subiakto menilai langkah Bahlil terkesan melangkahi Presiden RI Prabowo Subianto.

Bahkan, Henri menyebut Bahlil tidak begitu menguasai kebijakan. Padahal merupakan doktor hebat lulusan Universitas Indonesia (UI). Kuliah selama 18 bulan dan berhasil lulus dengan predikat cumlaude.

"Dengan predikat cumlaude bisa nampak begitu bodohnya saat membuat kebijakan tentang distribusi gas LPG 3 kg, harusnya dia sudah tahu kalau infrastrukturnya belum siap," terangnya kepada Ketik.co.id, Kamis 6 Februari.

"Kenapa Bahlil serta merta kok berani membuat kebijakan yang jelas-jelas berdampak langsung menciptakan keresahan dan kemarahan rakyat," imbuhnya.

Baca Juga:
So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Henri menegaskan, Menteri ESDM yang mengatur LPG 3 kg agar tidak dijual ke pengecer jelas berdampak langsung pada keresahan dan kemarahan masyarakat.

"Apakah seorang menteri yang bergelar doktor hebat itu tak mampu berpikir panjang, dan tak mampu mengantisipasi akan munculnya kehebohan karena kebijakannya," ucap Pakar Bidang Ilmu Komunikasi Politik.

Muncul tanda tanya besar, lanjutnya, apakah kebijakan itu memang sengaja dibuat dalam perhitungan waktu yang singkat untuk membuat masyarakat heboh.

"Atau semua ini adalah sandiwara politik belaka yang kemudian heronya adalah pak Prabowo. Namun ada juga yang curiga jangan-jangan semua ini hanya sandiwara, untuk menenggelamkan isu-isu besar yang sedang ramai, tiba-tiba tenggelam dengan adanya kelangkaan tabung gas melon," paparnya.

Baca Juga:
Pendaftaran Jalur Mandiri Unair 2026 Dibuka: Ini Jadwal, Syarat dan Cara Daftarnya

Kebijakan ini membuat rakyat semakin berspekulasi atas kekisruhan yang meluas dan mempertanyakan siapa yang menjadikan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

"Siapa yang menjadikan Bahlil sebagai Ketua Umum Golkar? Diakui sendiri oleh Bahlil, itu karena peran tangan Raja Jawa yang menjadi endorser dan pendorong utama," tutur Prof Henri.

Menurut Henri posisi Bahlil sebagai Menteri ESDM ini sebagian besar merupakan peran dari Presiden Joko Widodo.

"Siapa lagi kalau bukan Jokowi, presiden RI ke 7 yang jadi bos utama Bahlil,  yang telah menyodorkan dan menitipkan nama Bahlil ke Presiden Prabowo," terang Dosen Unair ini.

"Nah kalau sekarang rakyat curiga bahwa ribut-ribut gas melon itu adalah sebuah keadaan yang mungkin sengaja diciptakan oleh Bahlil, untuk memunculkan dampak buruk pada persepsi tentang kurang pekanya Pemerintah Prabowo," imbuh Prof Henri.

Mengenai kekisruhan kebijakan LPG 3 kg tidak berlangsung lama karena Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Instruksi diperbolehkannya pengecer berjualan gas melon.

"Sekarang tinggal kita lihat bagaimana kepatuhan Bahlil dan kelompoknya terhadap instruksi Presiden Prabowo," tutur mantan Staf Ahli Menkominfo ini.

Mengenai kebijakan yang membuat gonjang-ganjing masyarakat, Prof Henri berharap Presiden Prabowo lebih bisa menilai sosok di internal pemerintahannya.

"Siapa yang kemarin membela Bahlil, dan siapa yang menjaga marwah Presiden Prabowo? Karena pernyataan para pejabat pun banyak yang saling bertentangan, hingga menunjukkan tidak adanya koordinasi yang baik," urai Prof Henri.

Manuver dari Menteri ESDM, menurutnya, melangkahi Presiden Prabowo Subianto hingga membuat heboh masyarakat.

Apakah nantinya, Bahlil Lahadalia dapat dicopot dari Menteri ESDM. Henri menyebut hal ini tergantung keberanian dan keseriusan Prabowo.

"Jika apa yg nampak ini hanyalah drama politik, maka Prabowo tidak akan berani mengganti Bahlil. Berarti Prabowo masih dalam bayang-bayang kekuatan politik Jokowi," tutur Pakar Politik Unair ini

"Ini sekaligus juga test case untuk Prabowo. Dia presiden yang berdaulat, atau dia sekadar dejure dan simbolik sebagai presiden," pungkas Prof Henri Subiakto.(*)

Baca Sebelumnya

DPRD Surabaya Bentuk Pansus Penanggulangan Banjir Surabaya, Fokus pada Inovasi Sistem Drainase

Baca Selanjutnya

KPU Tetapkan Khofifah-Emil Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Terpilih 2024-2029

Tags:

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia LPG LPG 3kg distribusi LPG Pakar Politik Prof Henri Subiakto Presiden RI Prabowo Subianto Bahlil Universitas Airlangga Unair

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar