KETIK, SURABAYA – Dewan Perwakilan Wilayah (DPW)PKS Jatim sudah melakukan pertemuan dengan Khofifah Indar Parawansa.
Akan tetapi PKS Jatim menyerahkan keputusan calon kepala daerah dari kader internal atau di luar partai kepada DPP PKS.
"Saat itu Khofifah Indar Parawansa saat masih menjabat Gubernur Jawa Timur dalam rangka silahturahmi kebangsaan. Kami diterima dengan baik di Grahadi, artinya tidak ada persoalan komunikasi dengan beliaunya (Khofifah),” ucap Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan, Selasa (2/4/2024).
Irwan menjelaskan langkah awal PKS Jatim harus melakukan penjaringan dari unsur anggota dan struktur.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beri Bonus Rp1,845 Miliar, Atlet Paralimpik Jatim Sumbang 35 Medali di ASEAN Para Games 2025“Untuk melihat respon anggota bisa mencalonkan, mengusung, mengusulkan dua nama. Apakah dari tokoh partai atau dari tokoh di luar partai,” ujarnya.
Tak menutup kemungkinan, anggota PKS Jatim sampai tingkat Kecamatan dapat mengusulkan tokoh partai atau non partai untuk maju di Pilgub Jawa Timur.
“Jadi sangat mungkin nanti nama-nama seperti pak Emil, bu Khofifah itu mungkin diusulkan oleh mereka. Tidak menutup kemungkinan,” tegasnya.
PKS Jatim pun mempunyai rekam jejak berkoalisi dengan partai Demokrat dalam kontestasi pilgub Jatim saat mengusung Soekarwo. Sedangkan koalisi bersama PKB dan PDIP juga pernah dilakukan ketika mengusung Saifullah Yusuf.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beberkan Kunci Sukses Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan Peserta SESPIMTI Polri“Artinya tidak ada kendala berkoalisi dengan partai apapun di Jawa Timur dalam konteks pilgub. Tinggal bagaimana nanti hasil komunikasi kami dengan para calon, hasil penjaringan dan hasil survei itu yang kami presentasikan ke DPP untuk kemudian diambil keputusan,” pungkasnya. (*)