Krisis Kaderisasi, Pilkada Surabaya Tanpa Kompetisi

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

30 Agt 2024 13:15

Thumbnail Krisis Kaderisasi, Pilkada Surabaya Tanpa Kompetisi
Pengamat Politik UTM, Surokim sebut adanya kegagalan kaderisasi parpol di Surabaya. (Foto: instagram @surokim_as)

KETIK, SURABAYA – Dengan hanya ada satu pasangan calon (Paslon) pada Pilkada Kota Surabaya, otomatis bacalon tunggal Eri Cahyadi dan Armuji akan melawan kotak kosong. Hal ini tentu saja membuat warga Surabaya tidak memiliki pilihan, karena sudah bisa dipastikan paslon Eri-Armuji akan memenangkan Pilkada Surabaya 2024.

Menyikapi hal tersebut pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam mengatakan ada beberapa faktor yang membuat Pilkada di Kota Surabaya harus menghadapi kotak kosong.

Yang pertama adanya batas minimum perolehan kursi, dimana sebelumnya partai politik harus memiliki 20 persen dari jumlah kursi di DPRD. Karena aturan tersebut banyak partai tidak bisa mencalonkan kadernya.

"Syarat 20 persen perolehan kursi itu sangat berat dipenuhi oleh parpol, dan lagi aturan MK datangnya terlambat. Sehingga parpol tidak memiliki kesempatan mengajukan kadernya," jelas Surokim kepada Ketik.co.id, Jumat 30 Agustus 2024.

Baca Juga:
Gema Bangsa Tuntaskan Pembentukan 18 DPC di Palembang, Desentralisasi Politik Jadi Nyata

Yang kedua karena posisi petahana yang cukup kuat untuk menang, sehingga orang lain yang ingin mencalonkan diri sudah tidak percaya diri untuk bersaing di Pilkada Surabaya kali ini.

"Petahana dipandang terlalu kuat dan tidak mungkin disaingi," tambahnya.

Kemudian yang ketiga, dengan adanya kotak kosong ini menandakan jika partai politik di Surabaya gagal dalam melakukan kaderisasi, sehingga mereka tidak menemukan figur yang pas untuk dicalonkan di Pilkada Surabaya kali ini.

"Ini adalah yang terparah, partai politik tidak memiliki kader yang berkualitas untuk melawan petahana," paparnya.

Baca Juga:
MDS Rijalul Ansor Jatim Gelar Upgrading Kaderisasi Zona Pasuruan-Probolinggo di Nurul Jadid

Sebagai wadah kaderisasi, seharusnya partai politik mampu memunculkan kader yang berkualitas untuk turut serta bersaing di pesta demokrasi. Dengan tidak adanya kader yang mumpuni maka mereka memilih mendukung kader dari partai lain.

"Partai juga tidak mau ambil resiko, sehingga memilih mendukung paslon dari partai lain," ungkapnya.

Dan faktor terakhir kehadiran calon tunggal di Kota Surabaya ini tidak lepas dari aktor-aktor politik yang bekerja di belakang layar, dimana mereka mampu menyatukan 18 partai untuk mendukung 1 paslon.

Dengan jumlah DPT yang mencapai 2.218.568 jiwa, dan 18 partai, Kota Surabaya seharusnya bisa mengadakan dengan lebih dari 1 paslon.

"Nah ini juga tidak lepas dari adanya aktor politik yang bermain di belakang dan menjalin komunikasi. Sehingga 18 partai mau bergabung," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

KPU Kota Kediri Tutup Pendaftaran, Dua Pasangan Siap Bersaing di Pilkada 2024

Baca Selanjutnya

Rakornas Apindo Ke-33, Pj Gubernur Jatim Ingatkan Pentingnya Sinergi antara Pengusaha dan Pemerintah

Tags:

Pilkada Surabaya 2024 partai politik Kaderisasi KPU Surabaya Calon Tunggal Kotak Kosong Surokim Abdussalam

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar