KETIK, SURABAYA – Kota Surabaya berhasil menyabet Reformasi Birokrasi (RB) nasional tahun 2024 versi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).
“Pemerintah Kota Surabaya berhasil memperoleh nilai Indeks Reformasi Birokrasi tahun 2024 tertinggi nasional, dengan perolehan nilai 100,67 dengan nilai 86,39 untuk RB General dan nilai 14,28 untuk RB tematik,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Kamis 1 Mei 2025.
Menurut Eri, capaian ini adalah perombakan dari tata kelola yang telah dilakukan Pemkot Surabaya.
Berdasarkan evaluasi indikator RB General oleh kementerian/lembaga meso, Surabaya mendapatkan nilai 86,39, tertinggi dibandingkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Indonesia.
“Kementerian/Lembaga Meso juga mengakui RB Surabaya sangat baik dilihat dari indikator RB General yang keluarkan oleh setiap K/L meso,” paparnya.
Beberapa indikator unggulan yang berhasil diraih antara lain Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan skor 90,24, tertinggi di antara pemerintah kabupaten dan kota.
Disusul Indeks Berakhlak dengan nilai 84,2, serta Survei Kepuasan Masyarakat dengan skor 97,21, tertinggi di antara seluruh pemerintah kota.
"Tidak hanya itu, Sistem Merit Surabaya juga memperoleh nilai paling tinggi untuk seluruh pemerintah kota di Indonesia, dengan nilai 393," jelasnya.
Dalam pelaksanaan RB berdampak, Eri memaparkan bahwa Pemkot Surabaya telah merancang dan melaksanakan rencana aksi pada seluruh tema RB tematik.
Tema-tema tersebut meliputi pengentasan kemiskinan, peningkatan realisasi investasi hingga digitalisasi administrasi pemerintahan.
"Selain itu, kami juga fokus pada penanganan stunting, penggunaan produk dalam negeri dan pengendalian inflasi," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Pemkot Surabaya, Noer Oemarijati menyampaikan bahwa selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya juga terus meningkat, disertai perbaikan berbagai indikator makro lainnya.
"Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya terus meningkat dan menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur," bebernya.
Menurut Noer, keberhasilan RB tematik juga tidak lepas dari inovasi-inovasi yang dibangunan oleh Pemkot Surabaya. Seperti di antaranya, pemberdayaan UMKM melalui platform e-peken hingga program padat karya.
"Selain itu, pemanfaatan aplikasi Sayang Warga juga efektif dalam menurunkan prevalensi stunting khususnya pada keluarga balita yang membutuhkan intervensi," pungkasnya. (*)
Kota Surabaya Sabet Reformasi Birokrasi Terbaik Nasional Versi KemenPAN-RB
1 Mei 2025 17:59 1 Mei 2025 17:59
Shinta Miranda, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menerima penghargaan. (Foto: Humas Kota Surabaya)
Tags:
Kota Surabaya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi PAN RB Kemenpan RB Pemkot Surabaya sakipBaca Juga:
Penasaran Lagu MBG Viral, ini Reaksi Santai BahlilBaca Juga:
Verte Café, Masakan Vegetarian Kesukaan Arek Suroboyo, Wajib Coba!Baca Juga:
Iduladha 1447 H! Muhammadiyah Surabaya Siapkan 105 Titik Salat Id, ini Daftar LengkapnyaBaca Juga:
Nafas Baru Buka Cakrawala Global, Kadindik Jatim Ingatkan Guru Tak Berhenti BerinovasiBaca Juga:
Gubernur Khofifah: IJIES 2026 Jadi Ruang Strategis Lahirkan Inovasi dan Gerakan Berdampak Dunia Pendidikan JatimBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
27 Oktober 2025 16:00
[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!
Trending
BGN Setop Operasional dan Penyaluran Dana 24 SPPG di Sampang, Ini Daftarnya
Kepsek Wanita Lansia Menangis Usai Dimutasi, Ormas 234 SC Kritik Kebijakan Pemkab Pemalang
Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dibangun di Kanjuruhan, PDI Perjuangan: Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Kolonial
Polemik Mutasi Kepala Sekolah, PGRI Pemalang Sebut SK Bupati Bersifat Final
