Komisi A DPRD Surabaya Kritisi Wali Kota, Soal Kadis Harus Miliki Pengalaman Bidang yang Sama

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Rahmat Rifadin

21 Mar 2025 14:47

Thumbnail Komisi A DPRD Surabaya Kritisi Wali Kota, Soal Kadis Harus Miliki Pengalaman Bidang yang Sama
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membeberkan bahwa 50 calon kepala dinas mundur saat prosesi lelang jabatan.

Banyaknya calon Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memilih mundur setelah melihat langsung uji kompetensi yang ditayangkan langsung melalui live streaming.

Mengenai hal ini, Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi menyebut ada dua faktor utama Kepala OPD mundur dari jabatannya.

Kahfi menyebut mundurnya para peserta karena standar seleksi yang ketat dan kurangnya kepercayaan diri di kalangan ASN.

Baca Juga:
Pemkot Terapkan Kebijakan Surabaya Tanpa Gawai di Malam Hari

Politisi Gerindra ini menilai bahwa ajang seleksi ini pada dasarnya merupakan ruang bagi para pejabat untuk memaparkan inovasi dan gagasan demi kemajuan organisasi perangkat daerah (OPD).

Namun, menurutnya, banyak peserta yang ragu melanjutkan proses seleksi karena berbagai alasan, termasuk adanya standar pengalaman yang tinggi.

“Menurut saya, mereka yang sudah memberikan inovasinya patut diapresiasi. Namun, ada persoalan di sini, yaitu banyak ASN yang merasa kurang percaya diri untuk bersaing atau merasa terbebani dengan standar pengalaman yang ditetapkan,” ujar Azhar pada Jumat 21 Maret 2025.

Kahfi menambahkan, ASN yang telah berkontribusi dalam seleksi ini seharusnya tetap bisa terlibat dalam proses pembangunan, meskipun mereka tidak lolos sebagai kepala dinas.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

“Para peserta yang mundur itu telah menyumbangkan gagasan dan inovasi. Kepala dinas yang terpilih nantinya harus tetap merangkul mereka dalam timnya agar ide-ide yang telah disampaikan bisa tetap bermanfaat untuk Surabaya,” terangnya.

Selain itu, Kahfi juga mengkritisi pernyataan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang menegaskan bahwa seorang kepala dinas harus memiliki pengalaman di bidang yang sama.

Menurutnya, pengalaman memang penting, tetapi harus diimbangi dengan ukuran keberhasilan yang jelas.

“Kalau memang pengalaman menjadi syarat utama, maka harus ada indikator keberhasilan yang jelas. Misalnya, dalam 100 hari kerja, apa target yang harus dicapai? Jika tidak mampu, apa konsekuensinya? Jangan sampai standar pengalaman ini justru menghambat munculnya pemimpin-pemimpin baru yang inovatif,” tegasnya.

Di sisi lain, mundurnya para peserta juga dikaitkan dengan budaya birokrasi di lingkungan ASN, di mana senioritas dan etika kerja masih menjadi pertimbangan besar.

“Mungkin ada yang mundur karena menghormati seniornya atau tidak ingin mengganggu ekosistem kerja yang sudah ada. Ini realitas di dunia PNS kita hari ini. Namun, ke depan, kompetisi seperti ini harus lebih sehat, di mana junior yang punya inovasi tetap diberi ruang dan tidak dianggap sebagai ancaman bagi seniornya,” pungkas Kahfi. (*)

Baca Sebelumnya

Efisiensi Hambat Perbaikan Terminal Arjosari di Kota Malang, Lift Terpasang Belum Bisa Dipakai

Baca Selanjutnya

Fakta Ladang Ganja di Bromo, Puan Maharani Turun Tangan hingga Bantah Larang Gunakan Drone

Tags:

Wali Kota Surabaya 50 calon kepala dinas Lelang Jabatan Azhar Kahfi kritisi Wali Kota Surabaya Kepala OPD surabaya

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar