Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari: Wayang Budaya Asli Nusantara

Jurnalis: Caknow
Editor: Marno

14 Nov 2025 23:40

Thumbnail Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari: Wayang Budaya Asli Nusantara
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari saat sambutan di Pagelaran Wayang Kulit di Gedung DPRD, Jumat, 14 Oktober 2025. (Foto: ist)

KETIK, SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari menegaskan wayang kulit merupakan warisan budaya Nusantara. Ini berdasarkan hasil pelitian Dr. J.L.A. Brandes, seorang filolog Belanda yang menyebutkan wayang kulit budaya asli Indonesia, bukan dsri India.

"Wayang merupakan budaya asli Bangsa Indonesia. Jadi tidak ada di India, di Eropa, di Yunani, di Thailand, di Malaysia, tetapi adanya asli warisan budaya Nusantara dari Tanah Jawa ini," ujar Untari saat membuka Pagelaran Wayang Kulit bertema “Meruwat Jawa Timur, Merawat Indonesia” di halaman Kantor DPRD Jatim.

Pagelaran wayang yang menampilkan dalang Ki Purbo Asmoro dengan lakon Wahyu Katresnan berlangsung pada Jumat malam, 14 November 2025.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebut kegiatan budaya Gedung DPRD Jatim ini menjadi ikhtiar Nyelameti Jawa Timur agar masyarakatnya senantiasa dalam keadaan baik.

Baca Juga:
Apresiasi Pansus DPRD Jatim tentang LKPJ, Gubernur Khofifah Pastikan Program Pembangunan Bermanfaat untuk Rakyat

“Wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan. Ia menjadi role model yang memuat cerita-cerita luhur dari Mahabarata dan Ramayana,” kata Sri Untari dalam sambutannya.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menjelaskan, berdasarkan kajian akademik, wayang kulit merupakan warisan asli bangsa Indonesia. Ia merujuk hasil penelitian sejarawan yang menyebut kesenian ini tidak ditemukan di India, Eropa, Yunani, Thailand, maupun Malaysia. “Wayang kulit ini warisan budaya Nusantara dari tanah Jawa,”tegasnya.

Perempuan berkerudung itu mengulas sejarah wayang yang dimulai peninggalan Airlangga sebuah candi pada abad ke-9 ada relief lakon Mahabarata yang ditulis oleh Empu Tanakung.

Foto Dalang Ki Purbo Asmoro yang membawakan lakon Wahyu Katresnan. ,(Foto: Ist)Dalang Ki Purbo Asmoro yang membawakan lakon Wahyu Katresnan. (Foto: Ist)

Baca Juga:
Muhammadiyah Berduka! Ketua LHKP PWM Jatim Sekaligus Politikus Senior Mirdasy Tutup Usia

Relief serupa ditemukan sejak masa Kerajaan Kahuripan dan Medang, terdapat di berbagai candi seperti Candi Penataran dan candi lainnya di Indonesia, terutama Jawa Timur. 

Lakon-lakon Mahabarata dan Ramayana yang menjadi pakem carangan wayang terus diwariskan dari masa ke masa.

Sri Untari mengatakan pagelaran wayang terutama di Mataraman adalah pertunjukan yang ditunggu-tunggu. "Wayang bukan hanya tontonan tapi juga tuntunan. Kenapa disebut tuntunan karena merupakan sebual role model. Wayang ini membawakan cerita-cerita luhur di Kitab Mahabarata dan Ramayana.

Untara mengungkap peran Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga, yang memanfaatkan wayang untuk syiar Islam. Ia mencontohkan di Mahabarata ada Jamus Kalimosodo dalam Mahabarata dimaknai sebagai s dua kalimat syahadat, sehingga tradisi lama dan ajaran Islam menyatu dalam satu kesatuan lakon dan dalangnya.

Apalagi, lanjutnya, Nahdlatul Ulama melalui Lesbumi PBNU dan tokoh seperti almarhum Prof. KH Agus Sunyoto turut menggali sejarah para wali dan kaitannya dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Terutama di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Madura. “Sehingga sinergi yang kuat antara akar budaya lama dengan budaya baru Islam, kemudian menyatu jadi satu kesatuan, itu menjadi teladan baik,” katanya.

Menariknya Sri Untari sempat melantun sepenggal kidung Rumekso Ing Wingi yang ditinggalkan oleh Sunan Kali Jogo. 

Ana kidung rumeksa ing wengi (Ada nyanyian atau doa yang menjaga di malam hari)

Teguh hayu luputo ing lara luputo bilai kabeh (Agar menjadi kuat, selamat, terhindar dari penyakit, dan terhindar dari segala petaka).

Jin setan datan purun paneluhan datan ana wani (Jin, setan, dan ilmu sihir tidak berani mendekat dan tidak ada yang berani mencoba mengganggu)

"Sebenarnya ini doa campuran kultur Timur Tengah, kultur Jawa yang dipadu dalam bentuk tembang. Kemudianada tembang salawatan yang diiringi gamelan, itu sudah biasa terjadi," jelasnya.

Menurut Sri Untari dengan menonton pagelaran wayang bukan kembali tapi nilai-nilai luhur dari nenek moyang kita, mari kita ambil, kita pakai untuk membangun dan membangkitkan semangat negara kita, untuk bangkit, berdiri dan bergerak menuju Indonesia Emas 2045. 

"Dengan kekuatan tradisi kita, kita tidak boleh 'berganti kulit' seperti Bangsa Filipina.Filipina ini berganti kulit, karena aslinya tidak seperti pakai baju ala Spanyol. yang berganti baju ala Spanyol.Tapi kita punya jatidiri dan jatidiri kita ukir budaya Jawa melalui kegiatan wayang kulit," paparnya.

Sri Untari berharap, melalui pagelaran di DPRD Jatim ini, masyarakat kian mencintai wayang sekaligus memetik nilai-nilai luhurnya untuk kehidupan sehari-hari.

Pada akhir sambutannya, Sri Untari berharap setelah acara Meruwat Jawa Timur, Merawat Indonesia, provinsi paling ujung til timur di Jawa ini semakin maju.

"Mari kita merawat Jawa Timur agar masyarakat JawaTimur sehat, selamet, banyak rezekinya, ilang penyakite kari seger warase (hilang penyakitnya dan sehat). Dewannya sehat, terus berkiprah untuk mewakili masyarakat dan eksekutifnya hebat, terus bekerja untuk kepentingan masyarakat," harapnya. (*)

Baca Sebelumnya

Kota Surabaya dan Madiun Diprakirakan Diguyur Hujan Ringan 19 November 2025, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Baca Selanjutnya

Konflik Tiongkok-Jepang Memanas: Ratusan Ribu Tiket Penerbangan Dibatalkan

Tags:

Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Wayang Budaya Asli Nusantara Pagelaran Wayang Kulit

Berita lainnya oleh Caknow

Kadispora Jatim Berharap Pers Dorong Kemajuan Sektor Kepemudaan dan Prestasi Olahraga

10 Februari 2026 16:55

Kadispora Jatim Berharap Pers Dorong Kemajuan Sektor Kepemudaan dan Prestasi Olahraga

IKA Unair Tulungagung bersama Komunitas Peduli Lingkungan Hijaukan Bukit Dondong

8 Februari 2026 17:05

IKA Unair Tulungagung bersama Komunitas Peduli Lingkungan Hijaukan Bukit Dondong

IGI Jadi Motor Penggerak Kompetensi Guru di Era Digital

6 Februari 2026 20:05

IGI Jadi Motor Penggerak Kompetensi Guru di Era Digital

Kunker ke Jatim,  Komite II DPD RI Susun DIM untuk Pemberdayaan Petani

26 Januari 2026 20:05

Kunker ke Jatim, Komite II DPD RI Susun DIM untuk Pemberdayaan Petani

Rayakan Festive Season dengan Baking Class “Holiday Sweet Creation” bersama Zest Hotel Jemursari Surabaya

23 Desember 2025 15:10

Rayakan Festive Season dengan Baking Class “Holiday Sweet Creation” bersama Zest Hotel Jemursari Surabaya

Ibu dan Anak Kompak dalam Kids Yogurt Cooking Class  di Swiss-Belinn Airport Surabaya

22 Desember 2025 16:34

Ibu dan Anak Kompak dalam Kids Yogurt Cooking Class di Swiss-Belinn Airport Surabaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar