Ini Sikap PDIP dan Golkar Tanggapi Kotak Kosong di Pilwali 2024

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

24 Sep 2024 19:00

Thumbnail Ini Sikap PDIP dan Golkar Tanggapi Kotak Kosong di Pilwali 2024
Pasangan di Pilwali 2024 Eri Cahyadi dan Armuji saat mengambil nomor urut di KPU Surabaya. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Eri Cahyadi dan Armuji, pasangan petahana Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, akan bertarung melawan kotak kosong pada Pilkada 2024.

Mereka menjadi calon tunggal setelah tidak ada kandidat lain yang mendaftar hingga penutupan masa perpanjangan pendaftaran pada awal September 2024.

Kondisi ini mencerminkan dominasi politik Eri-Armuji yang didukung oleh 18 partai politik, termasuk PDIP, Golkar, PAN, PKS, dan lainnya.

Meskipun melawan kotak kosong, pasangan ini tetap harus mendapatkan lebih dari 50% suara untuk menang.

Jika tidak, Surabaya akan dipimpin oleh penjabat sementara hingga pemilihan berikutnya pada 2029.

Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono menegaskan tugas partai politiknya saat ini
akan meyakinkan masyarakat untuk datang ke TPS dan memilih Eri-Armuji. Selain itu, pihaknya juga akan menyerap seluruh aspirasi dari masyarakat. 

"Karena suara rakyat itu benar-benar menentukan pemimpin Surabaya di 5 tahun ke depan. Kalau kita lakukan secara optimal, kita optimis kotak kosong tidak akan dipilih masyarakt dan masyarakat akan memilih paslon ErJi," tegasnya.

Mengenai pelaksanaan Pilkada Serentak pada 27 November mendatang, ia mengingatkan masyarakat agar datang ke TPS dan menggunakan hak suaranya.

"Jangan sampai kemudian warga tidak memanfaatkan atau menggunakan haknya di Pilkada serentak ini," ucapnya.

Dijelaskan juga oleh Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni menjelaskan saat ini pihakmya akan memberikan kesadaran, pemahaman, edukasi pendidikan politik, kepada masyarakat bahwa kotak kosong itu sesuatu yg tidak memiliki visi atau misi.

"Pembangunan di Kota Surabaya agar berlanjut berlangsung dengan baik menyongsong Surabaya sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara maka kita semua harus mengajak masyarakat untuk memilih ErJi," tegasnya.

Toni menjabarkan jika masyarakat memilih kotak kosong di Pilwali Surabaya, artinya tidak ada keberlanjutan pemerintahan dan masyarakat akan dirugikan.

"Karena masyarakat tidak bisa menikmati anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang disusun berdarkan visi misi," ucap Mantan Ketua Komisi A DPRD Surabaya ini.

Menanggapi soal masyarakat yang menyerukan mencoblos kotak kosong, Toni memaknai hal itu sebagai perlombaan kebaikan.

"Kalau kemudian, ada sebagian masyarakat yang mengkampanyekan kotak kosong, ya kami maknai sebagai perlombaan kebaikan saja," ucap Toni.

Ia tidak risau dengan aksi kampanye kotak kosong, karena menurutnya masyarakat Surabaya saat inu sudah sangat peduli dengan politik.

"Masyarakat yang melek secara politik saya yakin, mereka tidak akan menjadi obyek dari distrupsi informasi yang digaungkan oleh pegiat kotak kosong yang mungkin, ada syahwat politiknya yg tidak teralisasi," pungkas Arif Fathoni.

Baca Juga:
Pemkot Terapkan Kebijakan Surabaya Tanpa Gawai di Malam Hari
Baca Juga:
IKM Surabaya Sumbang Ekspor Senilai 2,73 Juta Dolar AS, Lampaui Target Awal
Baca Sebelumnya

Geo Dipa Patuha Dorong Desa di Wilayah Kerjanya Berprestasi di Tingkat Jabar

Baca Selanjutnya

Bucket Unik Buatan Amelia, Bukti Nyata Kesuksesan Program Double Track di SMAN 1 Muncar

Tags:

Eri Cahyadi Armuji DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Arif Fathoni Kotak Kosong Pilwali 2024

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar