KETIK, SURABAYA – Untuk meningkatkan pemahaman demokrasi dan menciptakan sistem politik yang lebih inklusif, partisipatif, dan adil, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bekerja sama dengan Gerakan Gusdurian (Gerdu) Suroboyo menyelenggarakan seminar bertema Indonesia Rumah Bersama Memperluas Ruang Demokrasi.
Kegiatan bertajuk dialog terbuka turut dihadiri langsung Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya J. Subekti, S.H., M.M. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan acara ini sebagai implementasi nilai konstitusi yang terkandung dalam sila keempat Pancasila.
"Seminar yang diadakan oleh Gusdurian Suroboyo ini tentu menjadi pengingat bagi kita semua akan esensi demokrasi yang terwujud dalam sila keempat Pancasila," jelasnya.
Menurut Subekti, kelancaran demokrasi di Indonesia dapat terwujud apabila tiga pilar utama pelaksana demokrasi dapat berjalan seiring.
“Infrastruktur politik, budaya politik, dan lembaga politik merupakan pilar-pilar demokrasi yang sangat dibutuhkan saat ini,” tambahnya.
Dosen Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Dr. Merry Fridha Tri Palupi, M.Si. Pada materi yang dipaparkan, Dr. Merry menyoroti kondisi demokrasi di Indonesia dalam paparannya. Dr. Merry berharap agar generasi Gen Z, yang kini memiliki hak pilih agar memilih dengan cermat.
“Pemilu di Indonesia ini sifatnya terbuka, namun saat ini ada pergeseran pola demokrasi yang disebabkan ketidak bebasan pers, budaya anti-kritik dan partisipasi politik yang rendah. Maka dari itu, untuk generasi sekarang harus seksama, karena nasib bangsa ada di tangan kalian,”paparnya.
Merry juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran yang sama pentingnya dalam memajukan bangsa melalui demokrasi.
"Dalam perspektif perempuan, mereka juga memiliki kapasitas untuk aktif dalam sistem demokrasi Indonesia. Tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki; sebaliknya, hal ini seharusnya menjadi penguatan bagi demokrasi untuk kemajuan bangsa Indonesia," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, acara ini juga menyajikan Abdul Gafur, S.Stp., M.Si., Penanggung Jawab Tim Pengawasan Ormas Asing dan Lembaga Asing Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, serta Jay Akhmad, Direktur Eksekutif Yayasan Bani KH. Abdurrahman Wahid, sebagai pemateri. (*)
Gusdurian Suroboyo Ajak Gen Z Memilih dengan Tepat di Pemilu 2024
14 Desember 2023 06:53 14 Des 2023 06:53
Shinta Miranda, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Seminar bertema Indonesia Rumah Bersama Memperluas Ruang Demokrasi. (Foto: Humas Untag Surabaya)
Tags:
Gen Z kontes politik pemilu 2024 Untag Surabaya Universitas 17 Agustus 1945 Gusdurian Suroboyo GerduBaca Juga:
Pemkot Surabaya Siapkan Rusunami Gen Z, Solusi Hunian Terjangkau Bagi Pasangan MudaBaca Juga:
Politik di Kota Probolinggo Tidak Rumit: Dekati, Dengar, MenangBaca Juga:
Wawali Batu Mas Heli Ajak Gen Z Terjun Kembangkan Desa Wisata dan Produk UnggulanBaca Juga:
Nostalgia! Mengapa Kamera Digital Jadul Kembali Jadi Primadona di Saku Gen ZBaca Juga:
Menyelami Ketenangan Irama Retro, Alasan Musik Nostalgia Sukses Mencuri Hati Gen Z di Tengah Kebisingan ModernBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
27 Oktober 2025 16:00
[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!
Trending
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari
Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar
Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?
Dulu PDIP Kini Gerindra, Perjalanan Politik Bupati Tulungagung Gatut Sunu Kandas di Tangan KPK
