KETIK, SURABAYA – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggaungkan seruan perdamaian dunia sekaligus menegaskan peran Muslimat dalam menjaga perdamaian dan merawat persaudaraan.
Seruan tersebut disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama yang digelar Pengurus Wilayah Muslimat Kalimantan Barat di Asrama Haji Kota Pontianak pada Selasa, 11 Agustus 2026.
“Jadi yang dilakukan di setiap Harlah Muslimat NU antara lain kita membacakan surat isinya adalah seruan perdamaian, hentikan peperangan. Surat itu di semua titik kita tunjukkan kepada PBB,” ujar Khofifah.
Khofifah yang juga Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut mengatakan, seruan perdamaian itu menjadi bentuk nyata kepedulian Muslimat NU terhadap persoalan kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Menurut dia, pesan tersebut selaras dengan tema Harlah ke-80 Muslimat NU, yakni Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, Meneduhkan Peradaban.
“Perdamaian dunia adalah tujuannya kita bersama dan meneduhkan peradaban adalah jalannya untuk mencapai tujuan tersebut,” ucapnya.
Ia menjelaskan, meneduhkan peradaban memiliki makna menciptakan suasana yang adem, kondusif, toleran, bijak, tidak panas dan tidak radikal.
“Kalau peradabannya sudah teduh maka konflik bisa diredam sebelum pecahnya peperangan, dan perdamaian jadi lebih mudah dijaga,” tutur Gubernur Jatim dua periode tersebut.
Ia menuturkan bahwa pihaknya melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, telah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri agar Muslimat NU mendapatkan kesempatan menyampaikan seruan tersebut secara langsung kepada PBB.
Menurut Khofifah, seruan perdamaian tersebut merupakan bagian dari peran Muslimat NU sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya berfokus pada penguatan keluarga dan umat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan serta masa depan peradaban.
“Muslimat NU tidak hanya merawat tradisi dan menguatkan kemandirian umat, tetapi juga hadir meneduhkan peradaban melalui pesan-pesan damai,” tambahnya.
Khofifah juga mengajak seluruh kader dan anggota Muslimat NU untuk terus menyemai kedamaian, menjaga persaudaraan serta memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat.
Ia berharap, sebagai organisasi perempuan terbesar di dunia, Muslimat NU dapat terus memperluas pesan perdamaian sehingga suara tersebut tidak hanya terdengar di tingkat nasional, tetapi juga sampai ke dunia internasional.
Ia menambahkan, seruan kepada PBB untuk menghentikan peperangan merupakan ikhtiar dan harapan agar perdamaian dunia terus diperjuangkan. Sementara itu, kerja-kerja Muslimat NU di tingkat akar rumput melalui pendidikan, UMKM, dakwah, istighosah dan salawat menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban yang teduh.
Dengan demikian, pesan perdamaian tidak hanya disampaikan melalui seruan kepada dunia internasional, tetapi juga diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
Di kesempatan ini pula, Khofifah mengajak seluruh anggota Muslimat NU yang hadir untuk bersama-sama melantunkan shalawat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih serta menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Garuda Pancasila untuk menumbuhkan semangat kemerdekaan. (*)
