Fenomena Perceraian ASN di Jawa Timur Tinggi, BKD Sebut Pinjol Jadi Salah Satu Pemicu

4 Juli 2026 20:32 4 Jul 2026 20:32

Fitra Herdian, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Fenomena Perceraian ASN di Jawa Timur Tinggi, BKD Sebut Pinjol Jadi Salah Satu Pemicu

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) saat mengikuti apel di lingkungan pemerintahan. Tingginya angka perceraian di kalangan ASN di Jawa Timur menjadi perhatian pemerintah daerah. (Foto: Andi for Ketik)

KETIK, SURABAYA – Fenomena Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bercerai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur disebut cukup tinggi. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memperkirakan terdapat 20 hingga 25 ASN yang mengajukan konsultasi maupun permohonan terkait perceraian.

Kepala BKD Jatim, Indah Wahyuni, mengatakan perceraian di kalangan ASN ini mayoritas dipicu oleh faktor ekonomi hingga jeratan pinjaman online (pinjol). Faktor tersebut menjadi tantangan baru yang berpotensi memengaruhi kinerja pegawai.

Tingginya fenomena perceraian di lingkungan ASN ini jelas menjadi alarm bagi pemerintah. Yuyun, sapaan akrab Indah Wahyuni, mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan dan pemantauan.

Sebagai salah satu upaya, BKD menjalin kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) dengan meluncurkan aplikasi Pelita ASN (Pendamping Keluarga Terintegrasi ASN) sebagai sarana konsultasi bagi para pegawai.

"Kalau ASN mengalami persoalan, baik yang berkaitan dengan dirinya sendiri, keluarga, maupun anak-anaknya, mereka bisa berkonsultasi di DP3AK karena sudah tersedia layanan psikologi," katanya, Sabtu (4/7/2026).

Tak hanya mendapatkan pendampingan psikologis, BKD Jatim juga menggandeng Bank Jatim untuk memberikan layanan konsultasi keuangan melalui aplikasi Rumah ASN.

"Kami ingin memberikan pemahaman kepada ASN mengenai apa itu pinjol, bagaimana mekanismenya, serta dampaknya. Layanan ini menghadirkan pendampingan financial planner agar ASN mampu mengelola keuangan dengan baik dan tidak terjebak pinjaman berbunga tinggi," ungkapnya.

Yuyun menegaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik. Menurutnya, apabila ASN terbebas dari persoalan keluarga maupun tekanan ekonomi, mereka akan lebih fokus dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.

"Kalau ASN memiliki banyak persoalan, tentu akan berdampak pada kinerjanya sehingga tidak optimal. Dengan adanya Pelita ASN, kami berharap ASN bisa bekerja lebih tenang sehingga kinerjanya juga semakin baik," pungkasnya.

Tombol Google News

Tags:

ASN Jatim Asn Pinjol BKD JATIM Indah Wahyuni Berita Surabaya Info Surabaya