DPRD Surabaya Minta dari Hulu ke Hilir Zero Kasus Putus Sekolah

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

11 Jul 2023 07:12

Thumbnail DPRD Surabaya Minta dari Hulu ke Hilir Zero Kasus Putus Sekolah
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti. (Foto: dok. Reni Astuti)

KETIK, SURABAYA – DPRD Surabaya menerima laporan dari salah satu warga di Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya yang mengalami putus sekolah. Ia bernama Abi Firmansyah kelas 12 SMA. 

Abi Arfiansyah seharusnya kini sudah naik kelas XII SMA. Namun, biaya dan kondisi ekonomi memaksanya putus sekolah sejak dua tahun lalu. Sehari-harinya Ia membantu orang tua dengan kerja serabutan. 

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti terkejut karena keluarga merasa tak bisa membiayai sekolah Abi.

Reni mengaku prihatin Surabaya yang merupakan kota terbesar nomor dua se-Indonesia, namun di era modernisasi masih ada anak yang putus sekolah karena faktor biaya. Hal ini yang membuat Reni terenyuh melihat anak yang putus sekolah di Surabaya. 

Baca Juga:
SWI Jajaki Kerja Sama dengan BAZNAS RI, Dorong Sinergi Program Zakat dan Sosial Nasional

"Saya menemui Abi dengan penuh empati. Saya bisa merasakan, setiap hari dia hanya bisa menatap anak seusianya berangkat dan pulang sekolah. Saya terharu," ujarnya. 

"Di kota yang sebesar dan semaju ini, masih saja ada anak putus sekolah. Sesuai amanah konstitusi UUD 1945 bahwa fakir miskin dan anak telantar dipelihara negara," tambah politisi PKS ini. 

Ia juga meminta semua kelurahan untuk aktif dengan menjemput bola saat mendata warga yang miskin. Karena Surabaya harus zero terhadap anak-anak yang putus sekolah.

"Terlebih, Kota Surabaya memiliki visi besar, yakni Gotong Royong menuju Surabaya Kota Dunia yang Maju, Humanis, dan Berkelanjutan. Dengan visi besar itu, jika masih ada anak putus sekolah, sangat ironis. Itu tentu tidak humanis," ujarnya. 

Baca Juga:
DPRD Surabaya Sarankan Tutup Titik Parkir Tak Berlakukan Sistem Digitalisasi

Reni Astuti mengatakan, layanan pendidikan adalah layanan mendasar untuk warga. Apalagi sudah menjadi amanah Undang-undang Dasar dan Perda Nomor 16 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Surabaya wajib belajar 12 tahun. 

Selama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memang sudah membantu siswa yang ijazahnya ditahan, siswa yang tidak bisa ikut ujian, atau tidak bisa ambil rapor. 

Namun langkah itu, menurut Reni, masih menimbulkan persoalan dan penyelesaian baru di tingkat hilir. 

"Pemkot harus bisa mengatasi masalah di hulu. Harus ada sistem untuk memperbaiki masalah di hulunya," tutur alumni ITS ini.

Reni Astuti mendorong pemkot untuk segera berkoordinasi dengan Pemprov Jatim agar bisa memastikan anak-anak di Surabaya mendapat layanan pendidikan. Layanan dasar ini harus dipenuhi. 

"Harus berkoordinasi dengan pemprov. Menginisiasi pemberian bantuan untuk anak usia sekolah," urai Reni Astuti. (*)

Baca Sebelumnya

Jangan Asal Pilih Ban Motor, Perhatikan 4 Hal Sebelum Membeli

Baca Selanjutnya

Korupsi Pengadaan Bahan Baku Ikan, Kuasa Hukum Terdakwa: Klien Kami Tak Menerima Keuntungan Sepeserpun

Tags:

DPRD Surabaya Abi Firmansyah putus sekolah Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti PKS

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H