Berawal dari Dugaan Pungli, KPU Surabaya Didemo Mahasiswa

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

7 Agt 2023 11:01

Thumbnail Berawal dari Dugaan Pungli, KPU Surabaya Didemo Mahasiswa
Demo dari Poros Revolusi di depan Gedung KPU Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Puluhan mahasiswa dan pemuda yang mengatasnamakan Poros Revolusi melakukan demo di depan Gedung KPU Surabaya pada Senin (7/8/2023). Aksi unjuk rasa itu merupakan buntut dugaan pungutan liar (pungli) yang beredar melalui pesan Whatsapp beberapa hari lalu. 

Mereka menuntut pengusutan secara tuntas atas dugaan pungli yang dilakukan oleh Komisioner KPU berinisial S .

Wahyu, Koordinator Aksi dari Poros Revolusi menyayangkan adanya dugaan pungli di PPK. Ia mengaku menerima aduan secara langsung. 

"Kita sangat menyayangkan kejadian ini terjadi, kita tahu bahwa PPK ini bekerja keras di masing-masing kecamatan tetapi secara gaji tidak diberikan semua, itu kan kasian juga," jelas Wahyu, Senin (7/8/2023). 

Baca Juga:
Insiden Polisi Kejar Pemotor hingga Tewas, PMII Pacitan Singgung Isu Pungli Berkedok Tilang

Namun, Ia tak membeberkan secara gamblang mengenai korban pungli tersebut karena masih pada proses pendalaman kasus.

"Nah itu kita belum bisa menyampaikan, banyak data yang sudah masuk ke kita, nanti kita akan memproses. Nanti akan ada aksi lanjutan," ujarnya. 

Foto Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi saat memberi tanggapan terhadap pesan Whatsapp pungli. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi saat memberi tanggapan terhadap pesan Whatsapp pungli. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

Menanggapi unjuk rasa tersebut, Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi mengaku belum bertemu dengan perwakilan Poros Revolusi. 

Baca Juga:
Polres Madiun Kota Usut Dugaan Pungli PPG PAI di Kota Madiun

"Kita tunggu proses-proses berikutnya, kalau sudah ada laporan atau sudah ada informasi yang kemudian bisa dipertanggungjawabkan tentu ada mekanisme internal, tapi sejauh ini informasi itu kan belum menyampaikan secara detail apa yang terjadi," jelasnya. 

Syamsi menjelaskan beredaranya tangkapan layar di WhatsApp mengenai dugaan pungli ini adalah sebagai koreksi untuk KPU. 

"Iya kalau beredar sebuah WhatsApp kita terima sebagai sebuah informasi untuk koreksi ke dalam, tentu kemudian mekanisme untuk koreksi itu kan harus sesuai dengan peraturan juga," jelasnya. 

Syamsi mengungkapkan sejauh ini belum ada laporan secara resmi terkait dengan dugaan pungli tersebut.

"Ya keputusan tertinggi nanti ada rapat pleno ya, kita tunggu saja rapat plenonya seperti apa terhadap informasi yang disampaikan teman-teman," paparnya. 

Untuk korban pungli, kata Nur Syamsi, bisa langsung melaporkan ke KPU RI melalui pengaduan elektorik (PE) dengan melengkapi identitas jelas pelapor. 

"Pihak-pihak internal bisa melaporkan ke kami melalui formulir PE 1 dari keputusan 337, 46. Sementara pihak luar bisa menyampaikan ke kami melalui formulir PE 2," jelasnya. 

Nur Syamsi kembali menegaskan hingga saat ini tidak ada keputusan, baik itu berupa himbauan maupun ajakan yang mengharuskaan untuk mengumpulkan dana dalam bentuk apapun. 

"Bahwa keterpilihan mereka itu ya rezeki mereka, apakah ada kegiatan-kegiatan sebelumnya yang kemudian mengimbau ini itu untuk mengumpulkan dana, kan tidak pernah ada, dan kalaupun ada perintah secara kelembagaan pasti ada dasar hukumnya," tegas Nur Syamsi.(*)

Baca Sebelumnya

Komunitas Grafiti Kota Batu Dobrak Kebiasaan

Baca Selanjutnya

KKN STAI Syamsul Ulum Buka Jalan Menuju Optimalisasi Pembangunan Keagamaan

Tags:

KPU Surabaya pungli Nur Syamsi Poros Revolusi PPK Ketua KPU Surabaya

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar