Bambang Haryo Menentang Larangan Mudik Pakai Sepeda Motor

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Moana

12 Apr 2023 04:42

Thumbnail Bambang Haryo Menentang Larangan Mudik Pakai Sepeda Motor
Bambang Haryo Soekartono (BHS).(Dok.KETIK)

KETIK, SURABAYA – Pengamat Kebijakan Publik, Bambang Haryo Soekartono (BHS) menentang keras larangan mudik menggunakan sepeda motor. 

Karena baru-baru ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan hal tersebut.

Ia melarang masyarakat menggunakan armada sepeda motor saat perjalanan mudik lebaran. 

Larangan mudik menggunakan kendaraan roda dua tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengendara.

Baca Juga:
KA Bangunkarta Anjlok di Emplasemen Bumiayu, Ini Rekayasa Perjalanan di Daop 7 Madiun

Demikian ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akhir pekan kemarin menindaklanjuti usulan Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat kepada pemerintah. 

Bambang Haryo Soekartono menilai kebijakan itu tidak memberikan solusi dan justru menyusahkan rakyat kecil. 

"Pemerintah tidak pro rakyat kecil jika usulan pelarangan mudik dengan menggunakan sepeda motor dipaksakan untuk diberlakukan," ungkap Anggota DPR-RI periode 2014-2019 ini, Rabu (12/4/2023). 

Bambang juga membantah pernyataan Ketua MTI yang menyebut sepeda motor sebagai armada transportasi paling rentan kecelakaan dan berisiko. Menurutnya, kabar itu sudah menyesatkan dan tidak berdasar. 

Baca Juga:
Inflasi Kota Malang 0,34 Persen, Kenaikan Harga Komoditas Pangan Selama Lebaran jadi Pemicu

Anggota Dewan Pakar Partai Gerindra ini menegaskan, berdasarkan data Polri 2022, jumlah sepeda motor di Indonesia sebesar 125,3 juta unit sepeda motor. 

Jika dalam satu hari sepeda motor berjalan 5 trip perjalanan berarti ada 625 juta trip tiap hari atau 225 miliar trip setiap tahun. 

"Sedangkan sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) kecelakaan lalu lintas yang ada di Indonesia dalam satu tahun di 2022 sebanyak 6.700 kasus kecelakaan dan 452 tewas (meninggal)," kata Bambang Haryo.

Ia mengatakan, prosentase jumlah tersebut relatif sangat kecil bila diasumsikan 70 persen jumlah kecelakaan tersebut adalah sepeda motor.

Karena berarti, sepeda motor menyumbang angka kecelakaan 4.200 peristiwa dan 316 korban tewas (meninggal).

Bambang menjelaskan, jumlah itu relatif sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah trip pertahunnya. 

Sehingga, ungkap Bambang, bisa dikatakan bahwa transportasi sepeda motor adalah transportasi paling aman di Indonesia bahkan di dunia. 

Karena, rasio kecelakaan dibandingkan trip hanya 4.200 dibagi 225 miliar dikalikan 100% adalah 0,0000000186 atau 186 per 10 juta persen.

Ia kemudian membandingkan dengan kecelakaan angkutan udara yang dinilai oleh dunia sebagai transportasi publik yang teraman di dunia.

Rasio kecelakaan menurut data psbr.law adalah 6,84 jam dari 100 ribu jam. Berarti rasio-nya sebesar 0,0684 persen atau 684 per sepuluh ribu persen. 

"Berarti dapat dikatakan angkutan sepeda motor di Indonesia jauh lebih aman dan selamat daripada transportasi publik udara yang dikatakan teraman di dunia," tegas Bambang Haryo yang akrab disapa BHS ini. 

Sehingga, menurut BHS, dapat dikatakan pernyataan Ketua Umum MTI Pusat tidak berdasar dan diduga bisa mengakibatkan kerugian masyarakat bila kebijakan ini dilaksanakan oleh pemerintah. 

Ia berharap pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dapat mengkaji secara mendalam usulan Ketua Umum MTI Pusat tersebut.

Tarif Transportasi Publik Mahal 

Konsumen menilai tarif transportasi publik 
darat baik bis dan transportasi publik lanjutan maupun kereta api sangat mahal. 

Selain itu, ketersediaan kapasitas muat (tempat duduk) sangat terbatas dan bahkan keselamatan transportasi publik masih belum terjamin dengan baik.

"Terbukti masih banyaknya kecelakaan transportasi publik di jalan raya," tandas Bambang Haryo. 

Mahalnya tarif transportasi publik di Indonesia disebabkan oleh tingginya harga bahan bakar minyak serta harga dan pajak sparepart jika dibandingkan dengan negara negara di Asean dan bahkan di dunia. 

"Hal ini termasuk iklim usaha yang kurang kondusif, begitu banyaknya ekonomi biaya tinggi, pungutan pungutan dari oknum dan lainnya serta banyaknya jalan raya di Indonesia yang rusak," sambungnya. 

Sesuai Data BPS di 31,9% jalan raya yang rusak bahkan rusak berat di 15,9% (offroad) seperti di Sumatera, Kalimantan dan Papua mengakibatkan komponen sparepart transportasi publik menjadi cepat rusak. Belum lagi tingkat kejahatan jalanan hingga aksi pelemparan batu kepada transportasi publik marak terjadi. 

"Sehingga memunculkan ekonomi biaya tinggi yang dibebankan kepada tarif angkutan publik," tambah BHS. 

Bahkan, menurut alumnus teknik perkapalan ITS Surabaya ini, penumpang di terminal masih sulit untuk bisa menghindar dari calo calo. Bahaya lain yang mengintai adalah banyaknya aksi kriminalitas seperti copet, penipuan dan lain-lain di terminal. 

Kemudian ditambah jalur-jalur transportasi publik masih belum bisa terkoneksi dengan baik dan belum memenuhi sampai ke tempat tujuan yang diinginkan oleh masyarakat konsumen. 

"Apalagi, kalau kita melihat jumlah pemudik kita rencananya adalah sekitar 123 juta pemudik di tahun 2023 dengan ketersediaan bis sesuai dengan data Kementerian Perhubungan yang hanya sebesar 213 ribu untuk seluruh Indonesia adalah jumlah yang tidak cukup untuk bisa mengantisipasi total pemudik yang ada di Indonesia," ungkapnya. 

Sebagaimana diketahui, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengeluarkan larangan mudik menggunakan sepeda motor. Keputusan itu menindaklanjuti usulan Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat kepada pemerintah. 

Namun, pengamat kebijakan publik, Bambang Haryo Soekartono menentang keras dan menilai kebijakan itu tidak memberikan solusi karena justru menyusahkan rakyat kecil.(*)

Baca Sebelumnya

Komplotan Pecah Kaca Ditangkap Polsek Lakarsantri

Baca Selanjutnya

Tips dan Trik Mengatur Keuangan Selama Hari Raya Idul Fitri

Tags:

Bambang Haryo Soekartono BHS Larangan Mudik Menggunakan Sepeda Motor mudik lebaran Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Kementerian Perhubungan

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H