KETIK, SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, meminta Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk lebih serius dan proaktif dalam mencegah serta menangani kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah.
Menurut Toni, sekolah semestinya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk tumbuh dan berkembang. Ia menegaskan, setiap bentuk kekerasan, baik verbal maupun nonverbal, harus mendapat perhatian serius dari Dispendik agar tidak menjadi budaya yang dibiarkan.
Ia mengusulkan agar Dispendik menurunkan satuan tugas (satgas) ke sekolah-sekolah yang dianggap rawan terjadi bullying terhadap peserta didik baru.
"Saya berharap Dinas Pendidikan Kota Surabaya mencegah terjadinya praktik bullying ketika proses masa pengenalan lingkungan sekolah. Satgas tersebut harus diturunkan di sekolah-sekolah yang dirasa rawan," katanya Rabu 16 Juli 2025.
Ketua DPD Golkar ini juga mengungkap pentingnya organisasi di sekolah misalnya OSIS sebagai duta anti bullying selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"OSIS harus dilibatkan agar menjadi duta anti-bullying. Jadi para wali murid yang menitipkan anaknya sebagai peserta didik baru tidak merasa resah terkait potensi tindakan bullying oleh kakak kelas," jelasnya.
Toni mendorong Pemkot Surabaya agar segera menerbitkan surat edaran kepada seluruh penyelenggara pendidikan, khususnya jenjang SMP, untuk meningkatkan pengawasan terhadap potensi perundungan selama MPLS berlangsung.
"Saya khawatir jika tidak ada surat edaran dan praktik bullying tetap terjadi, ini akan mencederai predikat Kota Surabaya sebagai Kota Layak Anak," pungkasnya. (*)
Arif Fathoni Minta Dispendik Surabaya Serius Cegah Bullying di Sekolah
16 Juli 2025 19:43 16 Jul 2025 19:43
Shinta Miranda, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni. (Foto: Shinta Miranda/Ketik)
Tags:
Arif Fathoni DPRD Surabaya Dispendik Surabaya MPLS pencegahan bullying surabaya MPLS SMP Surabaya Golkar SurabayaBaca Juga:
Pedagang di Surabaya Ungkap Nasib Kambing dan Sapi Kurban yang Tak Laku Terjual saat IduladhaBaca Juga:
PT SIER dan Holding BUMN Danareksa Bagikan 3.000 Daging Kurban Perkuat Ekonomi KerakyatanBaca Juga:
Mahasiswa Untag Surabaya Sukses Gelar Kompetisi Cheerleading “Hype Wave Motion 2026”Baca Juga:
Pemanasan Jelang 5th CFF 2026, Ratusan Pecinta Film Surabaya Tukar Ide di Nyabar Universitas CiputraBaca Juga:
Khofifah Tinjau Cek Kesehatan Gratis untuk Ribuan Driver Gojek di SurabayaBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
27 Oktober 2025 16:00
[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!
Trending
Kepsek Wanita Lansia Menangis Usai Dimutasi, Ormas 234 SC Kritik Kebijakan Pemkab Pemalang
BGN Setop Operasional dan Penyaluran Dana 24 SPPG di Sampang, Ini Daftarnya
Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dibangun di Kanjuruhan, PDI Perjuangan: Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Kolonial
Polemik Mutasi Kepala Sekolah, PGRI Pemalang Sebut SK Bupati Bersifat Final
