Profesor Pertama FKK ITS Bongkar Potensi Sinyal Otak untuk Inovasi Neuroteknologi

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Rahmat Rifadin

8 Sep 2025 11:01

Thumbnail Profesor Pertama FKK ITS Bongkar Potensi Sinyal Otak untuk Inovasi Neuroteknologi
Prof Dr Ir Adhi Dharma Wibawa ST MT (berbatik) saat mempraktikkan penggunaan alat electroencephalogram (EEG). (Foto: Humas ITS)

KETIK, SURABAYA – Apa jadinya jika otak manusia bisa dibaca secara real-time dan hasilnya digunakan untuk membantu kesehatan, meningkatkan kualitas tidur, bahkan menilai reaksi konsumen terhadap sebuah iklan?

Inilah visi besar yang dibawa Prof. Dr. Ir. Adhi Dharma Wibawa, S.T., M.T., profesor pertama dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk Pemanfaatan Sinyal Otak untuk Menunjang Inovasi Neuroteknologi bagi Kemajuan Bangsa, Adhi memaparkan cara otak dengan 170 miliar selnya menghasilkan sinyal listrik yang bisa ditangkap dengan teknologi electroencephalogram (EEG). Sinyal inilah yang kemudian diolah menjadi data berharga.

“Setiap gelombang yang kita tangkap bisa memberi petunjuk apakah otak sedang stres, lelah, atau normal. Ini bisa jadi terobosan besar di dunia medis,” ujar Adhi, yang juga Wakil Dekan FKK ITS.

Baca Juga:
ITS Integrasikan Science Techno Park, Dorong Hilirisasi Riset

Yang membuat riset ini istimewa, Adhi tidak hanya berhenti pada teori. Ia mengembangkan metode ekstraksi fitur multilevel yang menggabungkan analisis domain waktu (mean), domain frekuensi (power spectral density), hingga tingkat kompleksitas sinyal (entropi).

Pendekatan ini memungkinkan interpretasi kondisi mental menjadi lebih akurat. Hasilnya dapat digunakan untuk deteksi dini epilepsi sehingga pasien bisa mendapat penanganan lebih cepat.

Selain itu juga pemantauan kualitas tidur yang bisa membantu penderita insomnia atau gangguan tidur lainnya.

Maka dari itu Rehabilitasi pasien stroke, dengan memantau respons otak saat latihan pemulihan.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

“Tujuan kami adalah menghadirkan solusi praktis, bukan hanya publikasi. Riset ini harus kembali ke masyarakat,” tegas Adhi.

Menariknya, aplikasi pengolahan sinyal otak tak hanya untuk kesehatan. Adhi mengungkapkan potensi besar di bidang neuromarketing.

Gelombang otak konsumen bisa menjadi data untuk menilai apakah iklan, desain produk, atau pengalaman pengguna benar-benar menarik atau justru membosankan. Dengan kata lain, perusahaan bisa tahu apa yang dipikirkan konsumen tanpa harus menunggu survei panjang.

Sebagai Ketua Tim Pendirian Program Studi Teknologi Kedokteran ITS, Adhi berharap riset ini bisa menjadi pionir neuroteknologi di Indonesia. Ia menekankan bahwa bidang ini sejalan dengan SDGs poin ke-3 (kehidupan sehat dan sejahtera) dan poin ke-9 (industri, inovasi, infrastruktur).

“Neuroteknologi bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal daya saing bangsa. Kita harus berani melangkah dari penelitian menuju produk nyata yang bisa dipakai masyarakat,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Prabowo Sebut Tuntutan 17+8 Masuk Akal, Tapi Sebagian Perlu Perundingan

Baca Selanjutnya

Ranking FIFA Timnas Indonesia Jelang Lawan Lebanon Malam Ini

Tags:

ITS Profesor ITS Sinyal otak Prof. Dr. Ir. Adhi Dharma Wibawa EEG surabaya Institut Teknologi 10 Nopember

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar