Prof. Kamaruddin Ajak Peserta Muktamar UINSA Dalami Ilmu Hadis, dari Tradisi Turats hingga Kajian Barat

Jurnalis: Aliyah Mabrur
Editor: Muhammad Faizin

31 Okt 2025 08:55

Thumbnail Prof. Kamaruddin Ajak Peserta Muktamar UINSA Dalami Ilmu Hadis, dari Tradisi Turats hingga Kajian Barat
Prof. Kamaruddin ketika menyampaikan materi di Muktamar Ilmu Hadis UINSA (Foto:Aliyah Mabrur/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, menjadi pembicara utama pada sesi kedua Muktamar Ilmu Hadis dan Digitalisasi Keilmuan Islam 2025 yang digelar di UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Dalam forum yang dihadiri para akademisi, dosen, dan mahasiswa itu, Prof. Kamaruddin mengajak peserta untuk menekuni ilmu hadis secara mendalam, tidak hanya melalui khazanah turats (literatur klasik Islam), tetapi juga dengan mengadopsi pendekatan akademik modern dari Barat.

“Forum seperti ini merupakan wujud komitmen akademik yang luar biasa. Jangan berhenti di seremoni, tapi jadikan sebagai tradisi keilmuan yang berkelanjutan,” ujarnya optimistis, seperti dikutip dari siaran pers Kemenag, Jumat, 31 Oktober 2025. 

Ia menegaskan pentingnya memperkuat ilmu-ilmu dasar keislaman, terutama ilmu hadis, yang menurutnya merupakan fondasi bagi keberlangsungan intelektual Islam. Kamaruddin juga berharap Surabaya dapat berkembang menjadi pusat penting studi Islam yang mampu menjembatani semangat akademik kampus dan pesantren.

Baca Juga:
UINSA Buka Pendaftaran Jalur UM-PTKIN 2026, Ini Jadwal dan Persyaratannya

Dalam refleksi pribadinya, Kamaruddin mengaku aktivitas intelektualnya sempat terhenti setelah dirinya masuk ke dunia birokrasi.

“Sejak jadi pejabat, akumulasi intelektual saya hampir berhenti total,” ucapnya jujur.

Meski demikian, kecintaannya terhadap ilmu hadis tidak pernah surut. Ia masih mengenang masa ketika membaca karya almarhum Syuhudi Ismail, tokoh yang memperkenalkannya pada cara berpikir kritis dan tradisi ilmiah dalam studi hadis klasik.

Perjalanan intelektualnya kemudian berlanjut ke Belanda, tempat ia bertemu Prof. G.H.A. Juynboll, seorang orientalis berpengaruh dalam kajian hadis modern. Menurutnya, Juynboll dikenal disiplin luar biasa dan hanya menulis satu artikel setiap enam bulan, tetapi dengan kualitas argumentasi yang kuat dan tajam.

Baca Juga:
13 Profesor Bersaing Rebut Kursi Rektor UINSA! 4 di Antaranya Perempuan

“Itu pelajaran berharga tentang kesungguhan dan kedalaman berpikir,” ungkapnya.

Dari pengalaman itu, Kamaruddin menulis tesis mengenai otentisitas periwayatan hadis pada abad pertama hijriah. Ia menelusuri hubungan antara sanad, sejarah, dan konteks sosial-politik Islam awal, serta tidak segan mengkritik pandangan para orientalis maupun tokoh Muslim sendiri.

“Bagi saya, kritik adalah bagian dari percakapan ilmiah yang sehat,” tegasnya.

Dalam paparannya, ia memaparkan tiga mazhab besar studi hadis modern di Barat. Pertama, mazhab pesimistis, yang diwakili Joseph Schacht dan Juynboll, berpandangan bahwa hadis muncul belakangan dan tidak bersumber langsung dari Nabi. Kedua, mazhab optimistis, seperti Fuad Sezgin dan Mustafa al-A‘zami, yang menilai tradisi periwayatan Islam justru kuat dan dapat dipercaya. Ketiga, mazhab moderat, seperti Harald Motzki, yang menggunakan pendekatan historis dan analisis kontekstual.

“Saya mengkritik semuanya,” ujarnya tersenyum. “Yang terlalu pesimistis sering kali penuh prasangka terhadap Islam, sementara yang terlalu optimistis kadang kurang kritis terhadap data. Tugas kita bukan membela kubu, tapi membela kebenaran ilmiah.”

Menurutnya, diskursus hadis kini bergeser dari sekadar perdebatan tentang sahih atau dhaif menuju kajian yang lebih luas: bagaimana hadis dipahami dalam konteks sejarah sosial-politik umat Islam awal. Karena itu, ia mendorong kampus Islam di Indonesia agar berani berperan aktif dalam wacana akademik global.

“Jangan hanya jadi pengulang hafalan lama. Saatnya kita ikut menyumbang argumen,” tutupnya.

Pemaparan Prof. Kamaruddin menjadi salah satu sesi paling reflektif dalam Muktamar Ilmu Hadis dan Digitalisasi Keilmuan Islam 2025. Gagasan yang ia sampaikan menghubungkan dua dunia keilmuan — tradisi turats yang mengakar dan pendekatan ilmiah Barat yang kritis — sekaligus menegaskan pentingnya membangun jembatan antara warisan keilmuan Islam dan realitas intelektual global masa kini. (*)

Baca Sebelumnya

Cuaca Kota Semarang 31 Oktober 2025 Cerah, Samarinda Hujan Ringan

Baca Selanjutnya

Bupati Bassam Instruksikan PUPR Halsel Lakukan Penanganan Teknis Jalan Wayaua–Tabangame

Tags:

Uinsa ilha ilmu hadis Sekretaris Jenderal Prof. Kamaruddin

Berita lainnya oleh Aliyah Mabrur

Prof. Kamaruddin Ajak Peserta Muktamar UINSA Dalami Ilmu Hadis, dari Tradisi Turats hingga Kajian Barat

31 Oktober 2025 08:55

Prof. Kamaruddin Ajak Peserta Muktamar UINSA Dalami Ilmu Hadis, dari Tradisi Turats hingga Kajian Barat

Mahasiswa UINSA Kembangkan Platform Digital Hadis “Naba’ al-Hadith”

31 Oktober 2025 04:14

Mahasiswa UINSA Kembangkan Platform Digital Hadis “Naba’ al-Hadith”

UINSA Teguhkan Pilar Keilmuan Kampus di Era AI

30 Oktober 2025 20:20

UINSA Teguhkan Pilar Keilmuan Kampus di Era AI

Seminar Ilmu Hadis UINSA Angkat Tafsir Adil Gender Perspektif Mubadalah

8 Oktober 2025 03:00

Seminar Ilmu Hadis UINSA Angkat Tafsir Adil Gender Perspektif Mubadalah

PW Korps Muballighah DMI Jatim Perkuat Peran Perempuan dalam Dakwah Rahmatan lil’alamin

16 September 2025 02:00

PW Korps Muballighah DMI Jatim Perkuat Peran Perempuan dalam Dakwah Rahmatan lil’alamin

Bazar dan Launching PALANGSAKA Jadi Puncak Kegiatan KKN 56 UINSA di Wonorejo Probolinggo

13 Juli 2025 13:15

Bazar dan Launching PALANGSAKA Jadi Puncak Kegiatan KKN 56 UINSA di Wonorejo Probolinggo

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar