Minimnya Dokter Berminat Bertugas di Daerah Terpencil Disorot

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Marno

6 Sep 2023 14:14

Headline

Thumbnail Minimnya  Dokter Berminat Bertugas  di Daerah Terpencil Disorot
Unusa melantik dan mengambil sumpah dokter muda, Rabu (6/9/2023). (Foto : M.Khaesar/Ketik co.id)

KETIK, SURABAYA – Sekretaris 3 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya dr. Hilman Siregar menyoroti minimnya dokter yang bersedia bertugas di daerah terpencil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu organisasi profesi dokter ikut mengawasi penempatan dokter. Serta Kementerian Kesehatan untuk membuat regulasinya.

"Yang menjadi masalah utama adalah distribusi dokter. Distribusinya kurang merata dan seringkali menjadi kendala. Ini terindikasi di daerah-daerah yang sangat terpencil, dokter dan tenaga medis seringkali kurang diminati," ungkapnya.

Hal ini disampaikan dr Hilman Siregar di acara  pengambilan sumpah 7 orang dokter muda yang lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Rabu (6/9/2023).

Menurutnya kebutuhan akan dokter secara umum sudah terpenuhi dengan baik. Bahkan jika ada kekurangan dokter, kekurangannya tidak signifikan atau tidak begitu besar. Namun untuk wilayah di daerah terpencil ini yang perlu menjadi perhatian.

Baca Juga:
Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

Hilman menilai sebaiknya distribusi dokter dan tenaga medis diatur agar merata di seluruh wilayah. Kondisi ini merupakan tanggung jawab utama terletak pada organisasi profesi medis yang terkait.

Artinya, organisasi-profesi seperti ikatan dokter atau asosiasi tenaga medis memiliki peran penting dalam mengelola dan mengawasi penempatan dokter dan tenaga medis sesuai kebutuhan di berbagai lokasi.

"Selain itu, Kementerian Kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung dan mengatur distribusi ini. Kementerian dapat memberikan bantuan, regulasi, dan sumber daya yang diperlukan untuk memastikan distribusi dokter dan tenaga medis berjalan efisien dan merata di seluruh wilayah Indonesia," ungkapnya.

Melihat kondisi ini, Dekan FK Unusa, Dr. Handayani, M.Kes., siap membantu dalam hal pendistribusian para alumninya, khusunya di pondok-pondok pesantrena yang telah menjalin kerja sama dengan Unusa. “Salah satu unggulan FK Unusa adalah bidang pencegahan penyakit di lingkungan pondok pesantren,” katanya.

Baca Juga:
PWNU Jatim Gagas Gerakan “NUConomic”, Strategi Baru Bangkitkan Ekonomi Warga NU di Abad Kedua

Handayani bersyukur saat ini alumni FK Unusa  sukses dan berproses di daerahnya masing-masing. Beberapa di antaranya telah bekerja di rumah sakit, klinik-klinik dan bahkan ada yang telah menjadi dosen.

"Fakultas Kedokteran juga tengah mengalami peningkatan jumlah mahasiswa baru, sehingga permintaan untuk dosen juga meningkat. Ini memberikan peluang besar bagi para dokter lulusan kami," ungkapnya.

Sementara Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., mengungkapkan, pentingnya pondok pesantren dalam konteks pencegahan penyakit dan perbaikan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Jumlah pesantren yang besar di seluruh Indonesia menjadi faktor penting dalam upaya ini. Lulusan dari FK Unusa harus memiliki perubahan mindset yang positif untuk mendukung inisiatif pencegahan berbasis komunitas ini. 

"Upaya ini diharapkan akan menjadi kontribusi positif bagi Fakultas Kedokteran di Indonesia dan para dokternya. Namun, ini hanyalah salah satu bagian dari upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, dan ada banyak lagi yang dapat dilakukan," ungkapnya. (*)

Baca Sebelumnya

Masa Jabatan 18 Hari, Timbul Prihanjoko Fokus Program Bupati Terdahulu

Baca Selanjutnya

Meriahnya Klampok Kasri Jaman Biyen, Banyak Jajanan Tradisional

Tags:

Unusa Kedokteran Unusa Dokter Muda Unusa Fakultas Kedokteran Unusa nu nahdlatul ulama IDI Surabaya

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar