ITS MENGAJAR! Kisah Inspiratif Mahasiswa Ubah Pendidikan di Pelosok Sidoarjo

Jurnalis: Dia Vionita
Editor: Fiqih Arfani

26 Agt 2025 13:47

Thumbnail ITS MENGAJAR! Kisah Inspiratif Mahasiswa Ubah Pendidikan di Pelosok Sidoarjo
Kegiatan belajar mengajar oleh mahasiswa di ruang kelas dalam program ITS Mengajar di SD Sawohan 2 Sidoarjo. (Foto: BEM ITS)

KETIK, SURABAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Kementerian Sosial Masyarakat setempat menyelenggarakan program "ITS Mengajar" yang telah berlangsung pada akhir juli 2025 di Dusun Kepentingan, Desa Sawohan, Sidoarjo, Jawa Timur.

Staf Dirjen ITS Mengajar Azmiyah menyatakan bahwa program yang tahun ini bertema ITS Mengajar for Indonesia tersebut lahir atas keprihatinan atas kurangnya akses pendidikan di daerah terpencil.

Ia menjelaskan ITS Mengajar tahun ini dilaksanakan dengan fokus pada sekolah dasar yang minim fasilitas dan kualitas dalam kegiatan belajar mengajar.

"Perjalanan yang ditempuh untuk ke sekolah cukup terjal karena harus menaiki perahu saat melewati tambak," ujarnya.

Baca Juga:
ITS Integrasikan Science Techno Park, Dorong Hilirisasi Riset

Foto Kegiatan belajar mengajar oleh mahasiswa  dalam program ITS Mengajar di SD Sawohan 2 Sidoarjo. (Foto: BEM ITS)Kegiatan belajar mengajar oleh mahasiswa dalam program ITS Mengajar di SD Sawohan 2 Sidoarjo. (Foto: BEM ITS)

Sementara itu, SD Sawohan 2 dipilih sebagai lokasi program ITS Mengajar karena kondisi sekolah ini cukup memprihatinkan. Bangunan tua yang dihiasi dengan tembok rapuh serta ruang kelas terbatas hanya cukup untuk 2 kelas, sekaligus menggunakan kayu sebagai sekat.

Selain itu, Azmiyah juga mengatakan kurangnya fasilitas yang mumpuni di sekolah. Bahkan, kepala sekolah mengaku tidak adanya komputer di sekolah.

“Maka dari itu, media sosial ITS Mengajar juga membantu memperkenalkan kondisi sekolah ini ke  masyarakat  luas,” tambahnya.

Baca Juga:
ITS Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Inovasi Bensin Sawit dan Teknologi EBT

ITS Mengajar tahun ini selain berokus pada kegiatn belajar mengajar, juga merambah ke masyarakat. Dengan menggandeng Komunitas Beasiswa Surabaya (KOBUS), ia dan tim menambahkan kegiatan seperti menganyam rotan untuk lebih dekat dengan masyarakat.

Di sis ain, para guru, siswa, hingga masyarakat menyambut program ini secara positif. Antusiasme anak-anak membuat mereka enggan berpisah saat kegiatan selesai.

"Masyarakat merasa lebih dekat karena selain mengajar, kami juga memberi penyuluhan terkait kesehatan dan lingkungan,” tutur Azmiyah.

Harapannya, lanjut dia, ITS Mengajar dapat menjangkau lebih banyak daerah sampai ke luar Jawa Timur. Program ini sebagai bukti nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Tak itu saja, program ini juga diharapkan bisa bermanfaat lebih luas, tepat sasaran dan berkelanjutan. “Selama dua minggu pelaksanaan, kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat, tetapi juga meninggalkan kenangan berharga,” kata dia. (*)

Baca Sebelumnya

Kontestan Championship 2025/2026 Dapat Pelatihan Risk Assessment dari Baharkam Polri

Baca Selanjutnya

Kejari Surabaya Tahan Tersangka Korupsi Aset PT KAI, Negara Rugi Rp4,7 Miliar

Tags:

ITS ITSmengajar BEMITS KOBUS

Berita lainnya oleh Dia Vionita

Kenapa Tahun Baru Mulai 1 Januari? Ternyata Ini Sejarahnya

1 Januari 2026 00:15

Kenapa Tahun Baru Mulai 1 Januari? Ternyata Ini Sejarahnya

Tahun Baru ala Orang Zaman Dulu, Intip Keseruan Perayaan Era Victoria yang Hangat dan Elegan

31 Desember 2025 17:01

Tahun Baru ala Orang Zaman Dulu, Intip Keseruan Perayaan Era Victoria yang Hangat dan Elegan

Ikonik! Begini Perjalanan Panjang Bola Malam Tahun Baru di Times Square New York

31 Desember 2025 13:01

Ikonik! Begini Perjalanan Panjang Bola Malam Tahun Baru di Times Square New York

Bukan Cuma Kembang Api, Ini Serunya Hogmanay dan Tradisi 'First Footing' saat Malam Tahun Baru di Skotlandia!

31 Desember 2025 08:30

Bukan Cuma Kembang Api, Ini Serunya Hogmanay dan Tradisi 'First Footing' saat Malam Tahun Baru di Skotlandia!

Budaya Unik Menyambut Tahun Baru: Menguak Makna Tradisi Pakai Celana Dalam Merah di Italia dan Spanyol

31 Desember 2025 06:00

Budaya Unik Menyambut Tahun Baru: Menguak Makna Tradisi Pakai Celana Dalam Merah di Italia dan Spanyol

Bakar-Bakaran di Malam Tahun Baru Bisa Picu Kanker? Ini Faktanya

31 Desember 2025 02:01

Bakar-Bakaran di Malam Tahun Baru Bisa Picu Kanker? Ini Faktanya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H