Uang Saku Minim, Atlet Angkat Besi Jatim Mundur dari Puslatda, Jualan Tempe untuk Kebutuhan Hidup

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: M. Rifat

9 Mei 2023 10:09

Thumbnail Uang Saku Minim, Atlet Angkat Besi Jatim Mundur dari Puslatda, Jualan Tempe untuk Kebutuhan Hidup
Dua atlet angkat besi Jatim Reynaldy dan Sofyan (kanan-kiri) mengundurkan diri dari Puslatda Jatim proyeksi PON XXI, Selasa (9/5/2023). (Foto: PABSI Jatim)

KETIK, SURABAYA – Anggaran yang dimiliki oleh KONI Jawa Timur sangat minim berdampak besar pada persiapan Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara. Kondisi tersebut membuat dua Atlet Angkat Besi Jawa Timur, Muh Reynaldi Saenal dan Sofyan Listianto, mengundurkan diri. Sebab, honor yang diterima sangat minim.

"Dia mundur karena uang saku turun drastis yang awalnya Rp7 juta jadi Rp1 juta masih dipotong pajak tinggal Rp950 ribu. Dia merasa tidak cukup apalagi punya anak dua dengan uang saku sedemikian rendahnya sehingga dia ingin cari jalan lain," ungkap Ketua Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Jawa Timur, Jeffry Tagore, Selasa (9/5/2023).

Hal senada juga diikuti Sofyan Listianto yang menganggap uang saku yang kini diterima tidak bisa memenuhi kebutuhan diri dan keluarga. Karena itu, ia berjualan tempe di terminal.

"Dia alasan ingin dekat keluarga tapi jelas uang saku gak cukup punya anak, istri belum kerja maksimal. Dia harus banting setir bekerja, sementara dia bantu kakak jualan tempe di Terminal," kata pria berkacamata itu.

Baca Juga:
Mundurnya Jadwal PON Beladiri 2026 Tak Ganggu Persiapan Atlet Muaythai Jatim

Sebelum mengundurkan diri, ia mengaku, telah menawarkan kepada dua atlet untuk bisa menetap dan berjuang sampai Pra PON dengan memberikan tambahan namun dirasa kurang oleh para atlet. Sehingga, memilih untuk mundur.

Ia tak menampik, jika angkat besi ini merupakan cabor yang membutuhkan protein tinggi. Sehingga, atlet membutuhkan protein dan suplemen yang cukup.

Dengan itu, Jeffry mengaku cukup kecewa dengan kondisi tersebut. Sebab, dua atlet tersebut adalah atlet potensial yang bisa meraih emas di PON 2024 mendatang. Dengan mundurnya dua atlet ini, membuat PABSI Jatim menurunkan target dari awalnya bisa lima emas kini hanya tiga atau bahkan dua.

"Sayang karena atlet ini sudah dua kali saya bawa latihan di Korea ilmunya sudah tinggi, pengalaman tinggi, sayang kalau tiba-tiba berhenti. Kami sangat kecewa target 5-6 emas kami turunkan karena kami realistis dengan skuad yang ada," ujarnya.

Baca Juga:
Demi Prestasi PON Bela Diri 2026, KONI Jatim Terapkan Virtual Coaching

Dengan anggaran yang minim, ia mengaku bahwa saat ini tengah melakukan pelonggaran latihan Puslatda. Di mana, atlet diperbolehkan untuk berlatih di rumah masing-masing dengan harapan bisa mengurangi beban pengeluaran atlet.

Bahkan, saat ini tidak ada peralatan baru, tidak ada extra suplemen dan tidak ada try out untuk mengasah mental atlet. "Kami harap 2024 anggarannya bisa lebih sehingga apa yang kami butuhkan ini terwujud dan bisa mendapat hasil maksimal di PON," pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Binpres KONI Jatim, Dudi Harjantoro mengaku terpaksa melakukan penyesuaian anggaran. Sebab, anggaran yang ada sebesar Rp55 Miliar tidak cukup memenuhi kebutuhan seluruh cabang olahraga.

Dengan kondisi itu, pihaknya tidak bisa memaksa keputusan para atlet yang memilih mengundurkan diri. "Kalau kondisi seperti ini kami tidak bisa memaksa sebab ini kan urusan keberlangsungan hidup atlet, mereka juga harus menghidupi anak dan istrinya," sebutnya.

Namun, ia berharap kondisi ini tidak mempengaruhi atlet lain dan tetap semangat untuk menunjukkan prestasi terbaik. (*)

Baca Sebelumnya

Para Pemimpin ASEAN Sudah Berdatangan di Labuan Bajo

Baca Selanjutnya

Inisiasi Pertukaran Pramuka, Sejong Foundation Korea dan Kwarda Jatim Jalin Kerja Sama

Tags:

Pabsi Angkat besi Koni Jatim PON Aceh PON Olahraga Angkat Besi

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H