SP-IMPPI Dorong Pemuda Indonesia Kerja di Luar Negeri, Tapi Cukup 5 Tahun

Jurnalis: Martudji
Editor: Rahmat Rifadin

7 Jul 2025 01:10

Thumbnail SP-IMPPI Dorong Pemuda Indonesia Kerja di Luar Negeri, Tapi Cukup 5 Tahun
Munas Pertama Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia (SP-IMPPI), belum lama ini (Foto: Dok. Narasumber)

KETIK, SURABAYA – Komentar Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding sempat menimbulkan pro-kontra di tengah publik. Karding mengajak para lulusan perguruan tinggi agar mencari kerja di luar negeri. Pernyataan Menteri Karding itu ditanggapi sejumlah pihak sebagai imbauan agar para pemuda kabur dulu ke luar negeri.

Ketua Umum Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia (SP-IMPPI), William Yani meminta publik menghentikan polemik tersebut. Menurutnya pernyataan Menteri P2MI itu harus ditanggapi positif sebagai dorongan agar anak muda mengisi kesempatan bekerja di luar negeri.

"Kami juga mendorong para pemuda Indonesia bekerja ke luar negeri, tapi cukup 5 tahun. Setelah itu harus membangun usaha di dalam negeri untuk menciptakan lapangan kerja baru," kata pria yang akrab disapa Willy itu, dalam keterangannya, Minggu 6 Juli 2025.

Willy berharap ada proses transfer ilmu pada pekerja migran usai bekerja di luar negeri. Menurutnya, dengan bekerja di luar negeri tentu banyak nilai positif yang bisa diperoleh.

Baca Juga:
Disdagnaker Pacitan: Desa Wajib Data Warga yang Jadi Pekerja Migran

Ia mencontohkan, selain transfer ilmu juga wawasan global diperoleh. Selain, gaji yang di atas rata-rata di dalam negeri.

"Semua ilmu yang didapat di luar negeri, baiknya diaplikasikan di tanah air. Saya yakin nasionalisme mereka masih tinggi untuk tetap kembali ke Indonesia," ujar putra tokoh buruh nasional, Almarhum Jacob Nua Wea tersebut. 

Sementara itu, Ketua PD Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia (SP-IMPPI) Provinsi Jawa Timur, Muhamad Didi Rosadi mengatakan bila merujuk data BPS April 2025, tercatat ada 7,28 juta pengangguran. Sekitar 16 persennya merupakan pengangguran produktif. Kondisi itu terjadi karena lapangan kerja yang masih terbatas. Sementara, angkatan kerja baru terus bertambah.

Menurutnya peluang bekerja di luar negeri menjadi opsi yang harus dimaksimalkan, termasuk oleh pemuda di Jawa Timur. Terpenting mereka yang akan bekerja di luar negeri dilengkapi dengan ketrampilan, baik bahasa mau pun skill global. Itu penting selain legalitas dokumen kerja.

Baca Juga:
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding: 211 PMI Unprosedural Dideportasi dari Arab Saudi Hari Ini

"Menurut Menteri Karding ada 1,7 juta lowongan kerja di luar negeri yang tersebar di 100 negara. Tentu ini peluang bagi WNI, tentunya termasuk warga Jawa Timur. Terutama angkatan kerja produktif," pungkas pria yang akrab disapa Diday itu. (*)

Baca Sebelumnya

Peringati 10 Muharram, Masjid Besar Al Ikhlas Lenteng Sumenep Rutin Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa

Baca Selanjutnya

‎Festival Jenang Suro Desa Bumiaji Diharapkan Jadi Destinasi Wisata di Kota Batu

Tags:

SP-IMPPI Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Tenaga Kerja Indonesia

Berita lainnya oleh Martudji

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

2 April 2026 10:30

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

Kualitas SDM Terus Meningkat! Gubernur Khofifah: Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut

1 April 2026 12:20

Kualitas SDM Terus Meningkat! Gubernur Khofifah: Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut

Gubernur Khofifah Ajak BPN Jatim Percepat Pemetaan LSD dan Sertifikasi Tanah, Jaga Lahan Pangan di Tengah Pesatnya Industri Jatim

31 Maret 2026 14:34

Gubernur Khofifah Ajak BPN Jatim Percepat Pemetaan LSD dan Sertifikasi Tanah, Jaga Lahan Pangan di Tengah Pesatnya Industri Jatim

LKPJ Tahun Anggaran 2025! Gubernur Khofifah Beber Capaian Kinerja RKPD Jatim, Tembus 98,33 Persen

30 Maret 2026 21:09

LKPJ Tahun Anggaran 2025! Gubernur Khofifah Beber Capaian Kinerja RKPD Jatim, Tembus 98,33 Persen

Disaksikan Menteri LH, Gubernur Khofifah Teken Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan 7 Bupati/Wali Kota

29 Maret 2026 11:27

Disaksikan Menteri LH, Gubernur Khofifah Teken Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan 7 Bupati/Wali Kota

Dihadiri Kepala BNPB, Gubernur Jatim dan BPBD Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi

27 Maret 2026 21:06

Dihadiri Kepala BNPB, Gubernur Jatim dan BPBD Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar