Pernah Jadi Pusat Kekuasaan Berbagai Kerajaan, Begini Sejarah Singkat Jawa Timur

Jurnalis: Siti Fatimah
Editor: M. Rifat

12 Okt 2024 08:43

Headline

Thumbnail Pernah Jadi Pusat Kekuasaan Berbagai Kerajaan, Begini Sejarah Singkat Jawa Timur
Logo Hari Jadi ke-79 Jawa Timur (Foto: Instagram @jatimpemprov)

KETIK, SURABAYA – Hari ini Provinsi Jawa Timur merayakan hari jadinya ke-79 tahun. Provinsi yang secara geografis berada di wilayah paling timur Pulau Jawa ini sudah menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak awal kemerdekaan.

Ini terlihat dari usia Jawa Timur yang sama seperti Kemerdekaan Indonesia, yakni 79 tahun.

Jika menilik sejarahnya, salah satu dari delapan provinsi tertua di Indonesia ini memiliki jejak menarik sejak zaman kerajaan.

Jawa Timur telah melalui perjalanan sangat panjang untuk membentuk struktur pemerintahan dan kewilayahannya.

Baca Juga:
KPK dan BPK Periksa Mesin EDC SPBU Pertamina di Pulau Jawa

Berdasarkan sumber-sumber epigrafis pada Prasasti Dinoyo, sejak tahun 770 atau sekitar abad VIII di Jawa Timur sudah muncul satuan pemerintahan, Kerajaan Kanjuruhan di Malang dengan situs yang sampai sekarang masih diperdebatkan.

Masuk abad X, Jawa Timur berada di fase baru. Yang semula adalah daerah pinggiran Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah, lalu menjadi pusat kekuasaan berbagai kerajaan.

Kerajaan tersebut antara lain Medang (937-1017), Kahuripan (1019-1049), Daha-Janggala (1080-1222), Singasari (1222-1292) dan Majapahit (1293-1527).

Tokoh yang paling berjasa karena berhasil meletakkan dasar-dasar pemerintahan di Jawa Timur adalah MPU Sendok (929-947).

Baca Juga:
Pesisir Selatan Pulau Jawa Rawan Gempa Subduksi Indo-Australia

Saat itu, struktur pemerintahannya hierarki terdiri dari Pemerintah Pusat (Kraton), Watek (Daerah) dan Wanau (Desa). Struktur seperti ini masih bertahan sampai abad XIII zaman Singasari.

Di abad tersebut, terjadi perkembangan baru dalam struktur ketatanegaraan di  Jawa Timur. Hal ini ditandai dengan munculnya struktur baru, yaitu Nagara. (provinsi). Sehingga struktur pemerintahan Singasari terdiri dari Pusat (kraton), Nagara (Provinsi), Watek (Kabupaten) dan Wanau (Desa).

Struktur ini akhirnya mendapat penyempurnaan pada masa Kerajaan Majapahit (1294-1755). Wilayahnya terbagi secara konsentris menjadi Kuthagara/ Nagara (pusat/kraton), Negaragung (provinsi dalam), Mancanagara (provinsi luar), Kabupaten dan Desa.

Pada masa Mataram Islam, nama Jawa Timur muncul dengan sebutan Bang Wetan. Wilayahnya meliputi seluruh Pesisir Wetan dan Mancanagara Wetan (pedalaman Jawa Timur).

Setelah Perang Diponegoro usai, seluruh Jawa Timur dikuasai Hindia Belanda. Semasa memerintah, Belanda menjalin hubungan antara pemerintah pusat VOC di Batavia dan para bupati di wilayah kekuasaan masing-masing.

Mereka menerapkan politik imperalisme modern dengan membentuk pemerintahan Jawa Timur pada tahun 1929. Ketika Jepang berkuasa, Jawa Timur berada di tangan Jepang.

Dua hari setelah peristiwa proklamasi, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mulai membagi wilayah RI menjadi 8 provinsi. Ada Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumetera, Sunda Kecil, Kalimantan , Sulawesi dan Maluku yang semua dipimpin oleh gubernur.

Jawa Timur, pertama kalinya dipimpin oleh Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo atau Gubernur Soerjo. Gubernur yang saat itu menjabat sebagai Residen Bojonegoro itu dilantik pada 5 September 1945.

Dia diberi waktu sampai 11 Oktober 1945 untuk menyelesaikan tugas-tugasnya di Bojonegoro. Keesokannya, dia harus boyong ke Surabaya, Ibukota Provinsi Jawa Timur.

Dari sinilah mengapa Hari Jadi Jawa Timur jatuh setiap tanggal 12 Oktober. Ini berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.

Kini, provinsi seluas 47.922 km2 ini memiliki penduduk lebih dari 41 juta jiwa. Jawa Timur berkembang pesat di berbagai sektor, terlebih ekonominya yang menyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa. (*)

Baca Sebelumnya

Bek Anyar Persebaya Slavko Damjanovic 'Kerja Keras' Belajar Bahasa Indonesia

Baca Selanjutnya

Calon Bupati Sidoarjo Subandi Sampaikan Gagasan Besar Pembangunan kepada Aliansi Pemuda

Tags:

Hari Jadi ke-79 Jawa Timur HUT Jawa Timur Sejarah Jawa Timur Pulau Jawa

Berita lainnya oleh Siti Fatimah

Penuh Haru dan Khidmat, Khataman dan Imtihan Program Tahsin Metode Darussalam di Sidoarjo

6 Mei 2025 18:15

Penuh Haru dan Khidmat, Khataman dan Imtihan Program Tahsin Metode Darussalam di Sidoarjo

Segarnya Es Dung-Dung Serai, Produk Unggulan SMAN 4 Bangkalan di Expo Pendidikan Sentra IKM

4 Mei 2025 19:57

Segarnya Es Dung-Dung Serai, Produk Unggulan SMAN 4 Bangkalan di Expo Pendidikan Sentra IKM

Hadir Lagi! Kontes Swara Bintang Siap Cari Suara Dangdut untuk Bintang Muda Indonesia

27 Maret 2025 19:57

Hadir Lagi! Kontes Swara Bintang Siap Cari Suara Dangdut untuk Bintang Muda Indonesia

SMAN 1 Panarukan Gelar Festival Ramadhan, Pamerkan Produk Unggulan Buatan Siswa

27 Maret 2025 19:44

SMAN 1 Panarukan Gelar Festival Ramadhan, Pamerkan Produk Unggulan Buatan Siswa

Semakin Sengit, TOP 6 Indonesian Idol XIII Kolaborasi dengan Andi Rianto

24 Maret 2025 13:36

Semakin Sengit, TOP 6 Indonesian Idol XIII Kolaborasi dengan Andi Rianto

Suparman Reborn 4: Bomber Kehilangan Motor, Akankah Suparman Bisa Menangkap Malingnya?

24 Maret 2025 12:11

Suparman Reborn 4: Bomber Kehilangan Motor, Akankah Suparman Bisa Menangkap Malingnya?

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar