Penampilan Reog Ponorogo Warnai Puncak Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Timur di Grahadi

Jurnalis: Adinda Trisaeni Nur Sabrina
Editor: Rahmat Rifadin

12 Okt 2025 19:55

Thumbnail Penampilan Reog Ponorogo Warnai Puncak Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Timur di Grahadi
Penampilan Reog Ponorogo Kolaborasi Reog Brawijaya dan Reog Brang Wetan di Hari Jadi Jawa Timur Ke-80 di Lapangan Grahadi pada (12/10/2025) (Foto: Billy Reksodikromo/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Pertunjukan Reog Ponorogo memukau ratusan tamu undangan pada puncak perayaan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur di Lapangan Gedung Negara Grahadi, Surabaya,  Minggu siang 12 Oktober 2025.

Tarian tradisional khas Ponorogo itu menjadi penampilan utama yang menggambarkan ketangguhan dan semangat masyarakat Jawa Timur.

Dalam sambutan pembuka, pembawa acara menyampaikan bahwa pertunjukan Reog Ponorogo bukan sekadar hiburan, melainkan simbol meleburkan angkaramurka dalam diri untuk mencapai keselamatan semesta.

“Pertunjukan ini menaburkan estetika seni yang berpadu untuk melambangkan kesejahteraan, kebijaksanaan, dan ketangguhan masyarakat Jawa Timur,” ucap MC dalam pengantarnya sebelum penampilan dimulai.

Baca Juga:
Peringati Hari Seni Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Dorong Jadi Penguat Solidaritas dan Ekonomi Kreatif

Pertunjukan tersebut dikemas dengan apik oleh Art Director Abing Santoso, S.Sn., M.Pd., dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa konsep yang diusung bertema Sastro Jendro Hayuningrat Pangruwating Diyu, yang bermakna melebur keangkaramurkaan untuk melangkah ke arah yang lebih baik.

“Tema ini menggambarkan semangat Jawa Timur yang tangguh dan terus bertumbuh. Kita ingin menunjukkan bahwa seni tidak hanya tentang keindahan, tapi juga pesan moral dan filosofi hidup,” kata Abing saat ditemui seusai pertunjukan.

Abing menuturkan, penampilan Reog Ponorogo pada hari ini merupakan hasil kolaborasi antara Reog Brawijaya dari Universitas Brawijaya Malang dan Reog Brang Wetan Community dari Surabaya. Keduanya berada di bawah binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

“Latihannya hanya dilakukan selama lima hari di beberapa kota seperti Malang, Ponorogo, Surabaya, dan Solo. Semua penari baru berkumpul penuh satu hari sebelum tampil untuk gladi bersih,” ungkapnya.

Baca Juga:
PT Winmar Studi Banding ke Thailand, Bidik Standar Global untuk Benih Jagung Hibrida

Menurut Abing, pemilihan Reog Ponorogo sebagai penampilan utama bukan tanpa alasan. Selain merupakan kesenian asli Jawa Timur, Reog juga telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia.

“Kita patut tunjukkan bahwa Reog Ponorogo Jawa Timur ini tidak hanya sekedar di Jawa Timur tapi sudah dikenal dunia,” ujarnya.

Abing berharap, melalui penampilan tersebut, masyarakat Jawa Timur semakin mencintai dan menjaga warisan budaya daerah. “Semoga pemerintah dan masyarakat terus melestarikan seni-seni tradisional seperti Reog agar tetap hidup dan dikenal lintas generasi,” tambahnya.

Pertunjukan Reog Ponorogo menutup rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-80 Jawa Timur. Lenggang tarian melebur dengan irama gamelan yang menggema di Grahadi, menjadi cerminan semangat “Jatim Tangguh, Jatim Terus Bertumbuh,” yang terasa hidup. (*)

Baca Sebelumnya

5 Fun Fact Film Rangga dan Cinta yang Sedang Tayang, Karakter Rangga Marah-Marah Hari Pertama Syuting

Baca Selanjutnya

Mahfud MD: Kemajemukan Jawa Timur Harus Terus Dijaga untuk NKRI

Tags:

#HariJadiJatim #HariJadiJawaTimurKe-80 #ReogPonorogo #ReogBrawijaya #ReogBrangWetan #GrahadiSurabaya

Berita lainnya oleh Adinda Trisaeni Nur Sabrina

Kawal Kualitas Pengabdian, LPPM Unesa Gelar Monev Program Mahasiswa Berdampak 2025

23 November 2025 21:27

Kawal Kualitas Pengabdian, LPPM Unesa Gelar Monev Program Mahasiswa Berdampak 2025

Wayang Orang “Duta Pancawati” Hadir di Surabaya, Kolaborasi Klasik-Modern untuk Generasi Muda

23 November 2025 10:21

Wayang Orang “Duta Pancawati” Hadir di Surabaya, Kolaborasi Klasik-Modern untuk Generasi Muda

Sengkuni 7 Resmi Dibuka, Pameran Seni Internasional Angkat Tema Harmony sebagai Ruang Kontemplasi Seni

14 November 2025 16:32

Sengkuni 7 Resmi Dibuka, Pameran Seni Internasional Angkat Tema Harmony sebagai Ruang Kontemplasi Seni

Veteran Surabaya Ajak Generasi Muda Teruskan Perjuangan dengan Kejujuran dan Ilmu

10 November 2025 15:44

Veteran Surabaya Ajak Generasi Muda Teruskan Perjuangan dengan Kejujuran dan Ilmu

"Mata Ruang Lama Kini”, Pameran Keramik yang Menghidupkan Ruang dan Waktu di Kota Batu

9 November 2025 18:41

"Mata Ruang Lama Kini”, Pameran Keramik yang Menghidupkan Ruang dan Waktu di Kota Batu

Veteran dan Keluarga Meriahkan Fun Aerobic di ARTOTEL TS Suites Surabaya

8 November 2025 19:43

Veteran dan Keluarga Meriahkan Fun Aerobic di ARTOTEL TS Suites Surabaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H