Kue Lidah Kucing, Kreasi Kue Kering Idola Lebaran dari Zaman Penjajahan

Jurnalis: Gracio Pardomuan
Editor: Fisca Tanjung

22 Mar 2026 18:00

Thumbnail Kue Lidah Kucing, Kreasi Kue Kering Idola Lebaran dari Zaman Penjajahan
Kue Lidah Kucing. (Foto: wikipedia)

KETIK, SURABAYA – Kue lidah kucing merupakan camilan renyah dan gurih berbentuk pipih panjang yang populer saat Lebaran. Kudapan ini diwariskan sejak masa kolonial Belanda.

Awalnya, kue ini merupakan hidangan istimewa bagi bangsawan Belanda pada abad ke-19, namun kini menjadi sajian wajib khas hari raya. 

Sejarah Lidah Kucing

Nama asli kue ini sebenarnya langues de chat, yang secara jelas menunjukkan asal-usulnya. Dalam bahasa Prancis, istilah tersebut berarti “lidah kucing”.

Baca Juga:
Inflasi Kota Malang 0,34 Persen, Kenaikan Harga Komoditas Pangan Selama Lebaran jadi Pemicu

Kue ini pertama kali dibuat di Prancis pada abad ke-17 dan kemudian populer di kalangan bangsawan serta aristokrat Eropa.

Sesuai dengan namanya, bentuk awal kue ini dibuat menyerupai lidah kucing, tipis dan memanjang.

Seiring waktu, kue ini menyebar ke berbagai wilayah Eropa, termasuk Belanda, sebelum akhirnya masuk ke Indonesia melalui pengaruh budaya kolonial pada masa lalu.

Di Belanda, kue ini dikenal dengan nama kattentongen, yang juga secara harfiah berarti “lidah kucing”.

Baca Juga:
Tinjau Pasar Legi Ponorogo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga dan Stok Kebutuhan Pokok Stabil Usai Lebaran

Namun dalam perkembangannya, nama tersebut perlahan ditinggalkan karena dianggap sulit diucapkan. Berbeda dengan kue lain seperti kaastengels dan ananastaart yang kemudian mengalami penyesuaian pelafalan dalam bahasa Indonesia menjadi kastengel (atau kastangel) dan nastar. 

Menjadi Sajian Favorit Lebaran

Seiring berjalannya waktu, kue lidah kucing tidak lagi hanya dikenal sebagai hidangan bergaya Eropa. Masyarakat Indonesia mulai mengadaptasi resepnya dan menjadikannya bagian dari tradisi sajian hari raya, khususnya saat Idulfitri.

Teksturnya yang tipis, ringan, dan renyah membuat kue ini digemari berbagai kalangan. Biasanya kue lidah kucing disajikan dalam toples bersama aneka kue kering lain seperti kastengel, nastar, dan putri salju untuk menyambut tamu yang datang bersilaturahmi saat Lebaran.

Variasi Rasa yang Semakin Beragam

Dalam perkembangannya, kue lidah kucing juga mengalami banyak inovasi. Jika dahulu hanya dikenal dengan rasa original berbahan dasar mentega, tepung, dan putih telur, kini muncul berbagai variasi seperti lidah kucing cokelat, keju, pandan, hingga rainbow dengan warna-warni yang menarik.

Kreasi tersebut membuat kue lidah kucing tetap relevan di tengah perubahan selera masyarakat, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu kue kering yang hampir selalu hadir di setiap perayaan Lebaran.

Meski telah mengalami berbagai modifikasi, bentuknya yang tipis memanjang serta teksturnya yang renyah tetap menjadi ciri khas yang membuat kue lidah kucing mudah dikenali hingga sekarang.

Tradisi yang Terus Bertahan

Meski zaman terus berubah dan berbagai jenis kue modern bermunculan, lidah kucing tetap bertahan sebagai salah satu kue klasik yang tidak lekang oleh waktu. Kehadirannya di meja tamu saat Lebaran menjadi pengingat bahwa tradisi kuliner masa lalu masih terus hidup hingga kini.

Dari sebuah kue khas Eropa yang dulu hanya dinikmati kalangan bangsawan, lidah kucing kini telah menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat Indonesia. Rasanya yang renyah dan manis sederhana membuatnya tetap dicintai dari generasi ke generasi.

Tidak sedikit keluarga yang bahkan membuat kue ini sendiri di rumah menjelang hari raya. Aktivitas membuat kue kering bersama keluarga menjadi bagian dari tradisi menyambut Lebaran, sekaligus mempererat kebersamaan di dapur.

Aroma mentega yang harum saat proses pemanggangan sering kali menghadirkan suasana hangat yang identik dengan persiapan hari raya.

Menjelang Lebaran, permintaan kue ini biasanya meningkat karena banyak masyarakat yang membelinya sebagai suguhan untuk tamu atau dijadikan bingkisan bagi kerabat.

Dengan bentuknya yang khas, teksturnya yang tipis, serta rasanya yang ringan, lidah kucing tetap menjadi salah satu kue yang paling mudah dikenali di antara berbagai jenis kue kering lainnya.

Keberadaannya tidak hanya sekadar camilan, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi yang terus diwariskan setiap kali Lebaran tiba. (*)

Baca Sebelumnya

Suka Duka Merawat Motor Modifikasi Custom

Baca Selanjutnya

Sapa Bansos Berlanjut! Gubernur Khofifah Salurkan Bansos dan Tali Asih untuk Warga Pamekasan

Tags:

lebaran Kue lidah kucing Kue kering Kue klasik Sejarah kuliner Kuliner Lebaran tradisi lebaran kue lebaran

Berita lainnya oleh Gracio Pardomuan

Peringati Hari Seni Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Dorong Jadi Penguat Solidaritas dan Ekonomi Kreatif

15 April 2026 22:06

Peringati Hari Seni Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Dorong Jadi Penguat Solidaritas dan Ekonomi Kreatif

ITS Integrasikan Science Techno Park, Dorong Hilirisasi Riset

14 April 2026 15:20

ITS Integrasikan Science Techno Park, Dorong Hilirisasi Riset

UINSA Buka Pendaftaran Jalur UM-PTKIN 2026, Ini Jadwal dan Persyaratannya

13 April 2026 18:15

UINSA Buka Pendaftaran Jalur UM-PTKIN 2026, Ini Jadwal dan Persyaratannya

Pendaftaran Jalur Mandiri Unair 2026 Dibuka: Ini Jadwal, Syarat dan Cara Daftarnya

11 April 2026 12:16

Pendaftaran Jalur Mandiri Unair 2026 Dibuka: Ini Jadwal, Syarat dan Cara Daftarnya

UNAIR Gandeng Tiga RSUD, Perkuat Ekosistem Pendidikan Medis dan Layanan Kesehatan

10 April 2026 15:57

UNAIR Gandeng Tiga RSUD, Perkuat Ekosistem Pendidikan Medis dan Layanan Kesehatan

Lima Profesor Baru Dikukuhkan, Unair Tegaskan Komitmen pada Inovasi dan Dampak Nyata

9 April 2026 16:01

Lima Profesor Baru Dikukuhkan, Unair Tegaskan Komitmen pada Inovasi dan Dampak Nyata

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar