Ketua Kwarda Jatim Arum Sabil Kagumi Kepemimpinan Visioner Rektor Unesa Prof Nurhasan

7 September 2026 14:51 7 Sep 2026 14:51

M. Rifat, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ketua Kwarda Jatim Arum Sabil Kagumi Kepemimpinan Visioner Rektor Unesa Prof Nurhasan

Prof. Dr. H. Nurhasan, M.Kes. bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima Piagam Penghargaan “Dukungan Jalur Prestasi Pramuka Beasiswa 8 Semester” dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka di UNESA, Rabu (2/9/2026). (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Saat berkunjung ke salah satu ruang kantor di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) (2/9/2026), fokus Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Timur Arum Sabil tiba-tiba tertuju kepada satu hal. Yakni seorang laki-laki yang sedang sibuk bekerja dengan postur tinggi menjulang di ruang Unit Layanan Terpadu (ULT). Dia adalah Elpanta Tarigan, staf ULT Unesa yang memiliki tinggi mencapai 215 cm. 

Bukan hanya memiliki postus tidak biasa, pria asal Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara tersebut ternyata juga merupakan seorang tunanetra. "Saya sudah bekerja di sini sejak April 2026 setelah lulus S1 PLB (Pendidikan Luar Biasa, red) di sini. Langsung diangkat oleh Pak Rektor (Prof Dr Nurhasan M.Kes., red)," jelas Elpanta kepada Arum Sabil saat keduanya berbincang.

Elpanta lantas bercerita, dirinya bisa memiliki postur setinggi 215 cm karena dokter menyebut dirinya mengalami gigantisme. Tunanetra yang dia alami juga dia sebut terjadi saat dirinya berusia 12 tahun atau saat duduk di kelas 6 SD. "Kata dokter akibat syaraf penglihatan saya terjepit karena pertumbuhan terlalu berlebih," jelas Elpanta kepada Arum Sabil.

Meski memiliki kondisi berbeda, Elpanta sama sekali tak mengeluh. Semangatnya begitu tinggi untuk terus belajar. Dia bahkan berprestasi selama kuliah di Unesa.

Foto Elpanta Tarigan bersama Ketua Kwarda Pramuka Jatim Arum Sabil di Universitas Negeri Surabaya. (Foto: Kiagus/Ketik.com)Elpanta Tarigan bersama Ketua Kwarda Pramuka Jatim Arum Sabil di Universitas Negeri Surabaya. (Foto: Kiagus/Ketik.com) 

Elpanta lulus dari Fakultas Pendidikan, tepatnya Program Studi Pendidikan Luar Biasa jenjang S1 dengan prestasi gemilang pada April 2026 lalu. Dia lulus dalam tujuh semester dengan IPK 3,68.

Selain berprestasi di bidang akademik, selama menjalani pendidikan di Unesa dia juga dikenal sebagai atlet multitalenta, meraih medali di cabang olahraga tolak peluru, juara satu Goalball tingkat provinsi, hingga aktif dalam turnamen catur.

Atas berbagai prestasi itu, Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan memberikan penghargaan khusus untuk Elpanta. Dalam seremoni wisuda, Prof Nurhasan langsung menawarinya dua pilihan istimewa, yakni beasiswa penuh S2 atau menjadi pegawai tetap di Unesa.

Elpanta akhirnya memilih untuk menjadi pegawai tetap, yang secara otomatis memberinya kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3 di masa depan. Elpanta pun kini akhirnya berkarir di almamaternya sendiri sekaligus mempersiapkan pendidikan S2 yang ingin dia tempuh.

Ketua Kwarda Pramuka Jatim Arum Sabil mengaku kagum dengan semangat juang Elpanta. Menurutnya, meski memiliki kondisi fisik berbeda dengan orang kebanyakan, Elpanta membuktikan masih mampu berprestasi. "Itu yang harus dicontoh untuk anak-anak muda lain," ucapnya.

Arum Sabil juga mengapresiasi setinggi-tingginya sang Rektor Unesa Prof Nurhasan yang begitu jeli dan memberi perhatian serta ruang untuk Elpanta maupun teman-teman berkebutuhan khusus lainnya untuk tetap bisa berkarya di Unesa. "Kita butuh sosok-sosok pemimpin visioner seperti Prof Nurhasan yang lebih banyak," ucapnya.

Sejak menjabat sebagai Rektor Unesa mulai 2018, Prof Nurhasan memang dikenal memiliki kepemimpinan tegas dan visioner. Itu pula yang membawanya menerima berbagai penghargaan selama ini. Termasuk salah satunya penghargaan yang diberikan langsung Kwarda Pramuka Jatim pada acara Hari Pramuka Ke-65 pada 2 September lalu kepadanya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Prof Nurhasan Elpanta Tarigan