KETIK, SURABAYA – Ditunjuk menjadi ketua dewan pembina Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yakin Jawa Timur masih menjadi lumbung pangan di Indonesia dari berbagai sektor.
Itu seperti pertanian, peternakan hingga perikanan. Dengan keunggulan ini, Khofifah juga menyebut Jatim selama ini menjadi salah satu daerah yang kerap menjadi tempat studi banding daerah hingga negara lain.
"Untuk swasembada daging Jawa Timur memiliki balai besar inseminasi buatan (BBIB), meskipun itu milik Kementrian peternakan di Singosari, tapi Jawa Timur sangat merasakan manfaatnya, dimana peternak di Jatim sangat terbantu," ucap Khofifah usai pelantikan pengurus DPD HKTI Jatim di Hotel Vasa, Rabu, 2 Oktober 2024.
Dengan adanya inseminasi buatan di Jatim, maka provinsi ini siap untuk swasembada nasional. "Daging jauh lebih mudah dan sangat bisa diukur. Beda dengan padi misalnya. Tapi untuk daging lebih mudah diukur," terang Khofifah.
Baca Juga:
Arum Sabil Apresiasi Kepala BGN Tinjau Langsung Dapur MBG di Jember
Khofifah Indar Parawansa melihat langsung hasil kebun pameran dari HKTI Jatim, Rabu, 2 Oktober 2024. (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)
Dia juga menyebut 4 ribu desa mandiri di Jatim adalah jumlah terbanyak di Indonesia dalam satu provinsi. Jatim menyebutnya sebagai Smart Village.
"Ini agar remaja di desa tidak meninggalkan desa sehingga bisa mengembangkan desa mereka," terang ketua Muslimat NU ini.
Smart village juga bisa menjadikan petani mampu berkontribusi dalam swasembada beras. "Sehingga istilah orang desa rezeki kota itu bisa terjadi," terangnya.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beri Bonus Rp1,845 Miliar, Atlet Paralimpik Jatim Sumbang 35 Medali di ASEAN Para Games 2025Sedangkan untuk ikan, Khofifah memiliki cita-cita membuat plaza ikan. Nantinya, makanan dan hasil olahan ikan dijual di lokasi tersebut. "Seperti di Korea Selatan dan Jepang itu sangat bagus," ucapnya.
Dengan keinginan itu, Khofifah mengaku sudah memiliki investor serta lokasi yang akan dijadikan plaza ikan. "Surabaya tempat yang tepat untuk bikin plaza ikan ini nantinya," pungkasnya. (*)