Gerhana Bulan Total Terjadi Hari Ini, Ini Penjelasan BMKG

Jurnalis: Dina Elwarda
Editor: Rahmat Rifadin

3 Mar 2026 08:15

Headline

Thumbnail Gerhana Bulan Total Terjadi Hari Ini, Ini Penjelasan BMKG
Ilustrasi gerhana bulan total di langit malam. (Desain: Dina Elwarda/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Fenomena Gerhana Bulan yang diperkirakan terjadi pada 3 Maret 2026 kembali memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Banyak yang bertanya, apakah perlu alat khusus untuk menyaksikannya? Apakah aman dilihat dengan mata telanjang? Dan adakah dampak berbahaya yang perlu diwaspadai?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjawab keresahan masyarakat melalui akun YouTube Info BMKG pada 28 Februari 2026. Dalam tayangan tersebut, A. Fachri Radjab selaku Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu menegaskan bahwa gerhana bulan total aman untuk diamati secara langsung tanpa memerlukan alat bantu khusus.

Gerhana bulan total dapat disaksikan dengan mata telanjang. Masyarakat tidak diwajibkan menggunakan teleskop, teropong, ataupun kacamata khusus.

“Disaksikan langsung menggunakan mata telanjang aman, nggak masalah,” jelas Fachri.

Baca Juga:
Langit Memerah di UMM, HKI Tegaskan Gerhana Bukan Sekadar Fenomena Sains

BMKG menegaskan bahwa gerhana bulan merupakan fenomena astronomis alami. Peristiwa ini terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan.

Karena sifatnya alami dan rutin dalam siklus astronomi, gerhana bulan tidak menimbulkan dampak aneh ataupun berbahaya bagi masyarakat.

Meski tidak berbahaya, gerhana bulan tetap berkaitan dengan fenomena alam lain, khususnya pasang-surut air laut.

“Karena gerhana ini adalah fenomena astronomis tadi ya, tentu ketika bulan purnama ataupun ketika bulan mati itu ada dampak yang disebut dengan kondisi pasang-surut air laut,” jelas Fachri terkait dampak gerhana bulan.

Baca Juga:
Gerhana Bulan 3 Maret 2026 Tak Terlihat di Sejumlah Wilayah karena Cuaca

Ketika terjadi fase bulan purnama atau bulan baru, gaya gravitasi Bulan dan Matahari bekerja lebih kuat terhadap Bumi. Kondisi ini dapat menyebabkan pasang air laut menjadi lebih tinggi dari biasanya.

Namun, penting untuk membedakan antara pasang laut dan gelombang tinggi.

Pasang laut adalah kenaikan permukaan air secara menyeluruh akibat tarikan gravitasi Bulan. Sementara gelombang tinggi umumnya dipicu oleh faktor angin.

“Iya, pasang itu memang airnya naik, seluruh permukaan air naik karena kesedot oleh gravitasi bulan tadi tapi kalau gelombang kan oleh angin,” jelas narasumber tersebut.

Dengan kata lain, kenaikan permukaan laut yang terjadi bukanlah akibat badai atau cuaca ekstrem, melainkan proses gravitasi yang wajar dalam dinamika Bumi dan Bulan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir berlebihan terhadap fenomena gerhana bulan total. Peristiwa ini murni kejadian astronomis yang aman disaksikan.

Selain menjadi momen edukatif untuk memahami ilmu astronomi, gerhana bulan juga dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam tanpa rasa cemas.

Dengan demikian, gerhana bulan total bukanlah pertanda bahaya, melainkan fenomena alam yang berlangsung secara teratur dalam sistem tata surya. (*)

Baca Sebelumnya

Israel Klaim Tewaskan Kepala Intelijen Hizbullah, Serangan Meluas dari Iran ke Lebanon

Baca Selanjutnya

Masih Simpang Siur, Kabar Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Gugur dalam Serangan Israel

Tags:

Gerhana bulan Gerhana bulan total Dampak Gerhana bulan Pasang air laut Mata telanjang

Berita lainnya oleh Dina Elwarda

Nyeri Haid Bikin Aktivitas Terganggu? Cokelat Hitam Bisa Jadi Solusi Sederhana

14 April 2026 02:01

Nyeri Haid Bikin Aktivitas Terganggu? Cokelat Hitam Bisa Jadi Solusi Sederhana

Gerakan Pangan Murah Dirjen Pemasyarakatan Jatim, RPH Surabaya Sediakan Daging dengan Harga Bersahabat

11 April 2026 12:21

Gerakan Pangan Murah Dirjen Pemasyarakatan Jatim, RPH Surabaya Sediakan Daging dengan Harga Bersahabat

Optimalkan Layanan Transportasi, Dishub Jatim Tingkatkan Pengawasan dan Kebersihan Terminal

10 April 2026 12:41

Optimalkan Layanan Transportasi, Dishub Jatim Tingkatkan Pengawasan dan Kebersihan Terminal

Wagub Emil Hadiri Groundbreaking PT Geabh, Investasi Rp5,4 Triliun Dorong Hilirisasi Industri Kimia Jatim

9 April 2026 17:16

Wagub Emil Hadiri Groundbreaking PT Geabh, Investasi Rp5,4 Triliun Dorong Hilirisasi Industri Kimia Jatim

Satgas Pangan Tinjau RPH Surabaya, Ungkap Penyebab Lonjakan Harga Daging Sapi

9 April 2026 13:21

Satgas Pangan Tinjau RPH Surabaya, Ungkap Penyebab Lonjakan Harga Daging Sapi

Pasokan Elpiji 3 Kg Aman, Disperindag Jatim Aktif Awasi Distribusi di Lapangan

8 April 2026 18:38

Pasokan Elpiji 3 Kg Aman, Disperindag Jatim Aktif Awasi Distribusi di Lapangan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar