Cerita Keluarga Penumpang KMP Mutiara Santosa 2, Berdoa Ada Keajaiban

3 Agustus 2026 09:05 3 Agt 2026 09:05

Fitra Herdian, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Cerita Keluarga Penumpang KMP Mutiara Santosa 2, Berdoa Ada Keajaiban

KMP Mutiara Santosa II terbakar di perairan utara Sumenep, Madura. (Foto: Adit for Ketik)

KETIK, SURABAYA – Suasana Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Tanjung Perak Surabaya, Minggu, 2 Agustus hingga Senin 3 Agustus 2026 dini hari tampak ramai. Mereka merupakan keluarga korban penumpang KMP Mutiara Santosa 2 yang terbakar di perairan utara Sumenep, Madura.

Salah satu keluarga penumpang KMP Mutiara Santosa 2, Devi. Perasaan warga Gresik itu campur aduk, matanya sembab dan tak berhenti berdoa, berharap ada keajaiban.

Devi datang ke Terminal GSN, Tanjung Perak, Surabaya untuk mendapatkan informasi mengenai suaminya, Deni Tristiawan yang menjadi salah satu penumpang di KMP Mutiara Santosa II.

Sebelum tiba di Terminal GSN, Tanjung Perak, Devi mengaku mengetahui peristiwa kecelakaan kapal ini dari media sosial yang sedang ramai diperbincangkan.

"Saya tahu lihat live TikTok sekitar pukul 12.00 WIB, karena tidak ada yang memberi kabar. Saya cari info, tanya-tanya ternyata kapal yang ditumpangi suami terbakar," ucapnya dengan nada bergetar.

Setelah melihat siaran langsung dari media sosial, Devi langsung mencari informasi, mulai datang ke garasi tempat kerja suaminya hingga bertanya kepada teman-teman, rekan kerja suaminya bekerja.

"Terus saya hubungi pengurus-pengurus itu, terus disuruh kumpul di sini. Ada lima (truk), ada yang bawa istri," jelasnya.

Ia menjelaskan, suaminya baru pertama kali melakukan perjalanan dinas pekerjaan dengan baik kapal ke Sulawesi. Sebelum berlayar, Devi mengaku masih menjalin komunikasi dengan suaminya itu.

"Terakhir pukul 07.00 WIB. Terus balik telepon lagi, setelah itu saya hubungi lagi enggak bisa. Sampai sekarang belum (terhubung)," katanya saat ditanya awak media, Minggu, 2 Agustus 2026.

Devi melanjutkan ceritanya, suaminya Deni yang berprofesi sebagai sopir truk tronton berangkat bekerja ke Sulawesi bersama seorang temannya. "Tapi enggak bawa kernet," tutupnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

kapal terbakar Gsn Tanjung Perak Tanjung Perak Surabaya Kapal Sentosa