Bukan Sekadar Cuaca: Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya Bukti Bobroknya Sistem Keselamatan Laut

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

10 Jul 2025 15:12

Thumbnail Bukan Sekadar Cuaca: Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya Bukti Bobroknya Sistem Keselamatan Laut
Ilustrasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. (Rihad/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Tragedi kecelakaan transportasi laut yang terjadi pada KMP Tunu Pratama Jaya di selat Bali yang terjadi pada Rabu, 2 Juli 2025, dipandang bukan hanya sekedar kecelakaan akibat cuaca buruk. Tetapi mencerminkan kegagalan sistemik dalam keselamatan transportasi laut di Indonesia.

Hal ini diungkapkan langsung oleh pakar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Airlangga (Unair), Neffrety Nilamsari SKM MKes. Menurutnya walaupun faktor cuaca memang tidak dapat dicegah tetapi, namun dengan penggunaan teknologi seharusnya peringatan dini dapat diberikan, agar tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

“Aspek cuaca memang tidak bisa dikendalikan oleh manusia meskipun memiliki alat secanggih apapun. Tapi sistem keselamatan dan teknologi prediksi seharusnya mampu memberi peringatan dini. Kecelakaan ini terjadi karena sistem itu tidak berfungsi atau diabaikan,” jelas Neffrety, Kamis 10 Juli 2025.

Untuk kapal penumpang seharusnya teknologi keselamatan sepertu radar cuaca, sistem komunikasi, hingga early detection sudah menjadi sebuah standart. Akan tetapi sering kali sistem ini luput dari pengujian secara fungsi sebelum kapal berangkat. Hal ini menyebabkan penerapan keselamatan untuk penumpang dan awak kapal itu menjadi minimal.

Baca Juga:
Pendaftaran Jalur Mandiri Unair 2026 Dibuka: Ini Jadwal, Syarat dan Cara Daftarnya

“Ada kemungkinan kegagalan sistem sehingga tidak bisa memperlihatkan prediksi cuaca sebelum berangkat," tambahnya.

Alhasil akhirnya keselamatan penumpang yang harus dikorbankan, penanganan evakuasi menjadi terhambat. Hal ini menunjukkan kurangnya pelatihan dan kedisiplinan operasional di lapangan. Belum lagi melihat kondisi kapal yang sudah tidak layak, telrihat dari banyaknya korosi pada dinding atau dek kapal.

"Kondisi kapal yang tidak layak membuatnya mudah robek jika terseret jangkar. Pemeriksaan menyeluruh harus dilakukan, bukan hanya formalitas,” paparnya.

Parahnya lagi , banyak kapal tidak diperiksa oleh tenaga ahli bersertifikasi. Awak kapal ditugaskan menguji mesin, radar, hingga indikator angin, tugas yang seharusnya dilakukan teknisi profesional. 

Baca Juga:
UNAIR Gandeng Tiga RSUD, Perkuat Ekosistem Pendidikan Medis dan Layanan Kesehatan

“Kesalahan teknis kecil bisa berujung bencana jika ditangani orang yang tidak kompeten,” tegasnya.

Kesadaran publik juga perlu dibangun, jangan menaiki kapan yang kelebihan muatan. Hal ini tururt memperbesar risiko kecelakaan, dimana kapal mengalami kekurangan pelampung dan sekoci.

“Kalau kapal penuh, jangan nekat. Keselamatan harus jadi prioritas, bukan sekadar tiba lebih cepat,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Kejati Jatim Kesulitan Cari Bukti Pemberi Gratifikasi Eks Kabid Jalan dan Jembatan DPUBMP Surabaya

Baca Selanjutnya

Pernikahan Dini di Kota Malang Turun Signifikan, Tapi Kehamilan di Luar Nikah Masih Jadi Pemicu Utama

Tags:

kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya transportasi Keselamatan Unair cuaca buruk

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar