Pink untuk Perempuan, Biru untuk Laki-Laki? Sejarah dan Dampaknya

Jurnalis: Adiybah Fawziyyah
Editor: Muhammad Faizin

9 Nov 2025 05:30

Thumbnail Pink untuk Perempuan, Biru untuk Laki-Laki? Sejarah dan Dampaknya
Ilustrasi warna merah muda dan biru. (Foto: Pexels)

KETIK, SURABAYA – Kalau kalian melihat acara gender reveal yang biasanya diadakan oleh orang tua yang tengah menantikan kelahiran anaknya, mereka cenderung menggunakan warna pink apabila perempuan dan warna biru apabila laki-laki.

Sejak lama, warna pink dan biru dilekatkan pada identitas gender. Padahal sebenarnya warna dan jenis kelamin tidak ada kaitannya sama sekali.

Dari pakaian bayi hingga mainan anak, pink dipandang mewakili kelembutan dan feminitas, sementara biru diasosiasikan dengan kekuatan dan maskulinitas.

Pandangan masyarakatlah yang membentuk stereotip ini. Ironisnya, stereotip warna ini telah menciptakan double bind atau ikatan ganda yang membatasi potensi baik pria maupun wanita dalam masyarakat modern.

Baca Juga:
Italia Gagal Lagi-Gagal Lagi! Bosnia Cetak Sejarah, Dramatis Lolos Piala Dunia 2026

Namun tahukah kamu bahwa awalnya stereotip ini berawal dari pink itu laki-laki dan biru itu perempuan.

Sebelum abad ke-10, mayoritas orang tua di Amerika Serikat mendandani anak-anak kecil dengan warna putih karena dianggap mudah dicuci.

Pada tahun 1918, publikasi dagang di A.S menyatakan aturan yang umum diterima adalah pink untuk anak laki-laki karena dianggap kuat dan tegas dan biru untuk anak perempuan karena dianggap lebih halus dan anggun.

Kemudian terjadi perubahan pada generasi baby boomers (tahun 1940-an), di mana anak laki-laki dan perempuan mulai didandani seperti miniatur pria dan wanita.

Baca Juga:
Dibuka untuk Umum, Wisata Heritage Balai Kota Madiun Diserbu Peserta

Pada masa inilah biru beralih menjadi warna maskulin. Ketika merah muda (pink) ditetapkan sebagai warna feminin eksklusif untuk anak perempuan melalui kampanye iklan besar pada tahun 1950-an, biru secara otomatis ditetapkan sebagai warna kontras untuk melambangkan maskulinitas yang baru agar tercipta pembagian gender yang jelas dalam produk komersial.

Tren warna sempat menurun pada pertengahan 1960-an hingga 1970-an karena gerakan pembebasan wanita yang memilih warna dan mode netral.

Namun, pada tahun 1980-an, tren ini kembali menguat, didorong oleh kemampuan tes prenatal yang memungkinkan orang tua mengetahui dan menekankan jenis kelamin bayi mereka sebelum lahir, sehingga permintaan akan produk yang spesifik gender (biru atau pink) meningkat tajam.

Akibat dari stereotip biner ini, laki-laki sering diharapkan untuk selalu kuat dan rasional, sementara perempuan dihadapkan pada "Penalti Keibuan" (Motherhood Penalty) di tempat kerja. Padahal, kita berpotensi kehilangan banyak prestasi luar biasa jika terus membatasi individu dengan kerangka warna yang usang ini.

Baca Sebelumnya

Program SPPG di Bali Dipacu, Gubernur Koster Minta Pangan Lokal Jadi Bahan Utama Makan Bergizi Gratis

Baca Selanjutnya

Prediksi Arema FC vs Persija Jakarta: Sama-sama Tanpa Amunisi Terbaik

Tags:

Pink Biru sejarah Gender

Berita lainnya oleh Adiybah Fawziyyah

KKN-BBK 7 UNAIR Dorong Pengembangan Ekonomi, Lingkungan, dan Digital di Desa Nglanduk

2 Februari 2026 07:34

KKN-BBK 7 UNAIR Dorong Pengembangan Ekonomi, Lingkungan, dan Digital di Desa Nglanduk

Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

29 Januari 2026 23:45

Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

Bukan Sekadar Simbol Pesta, Inilah Asal-usul dan Makna Mendalam Tradisi Terompet Tahun Baru

1 Januari 2026 13:01

Bukan Sekadar Simbol Pesta, Inilah Asal-usul dan Makna Mendalam Tradisi Terompet Tahun Baru

Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api  yang Berakar dari Sejarah

1 Januari 2026 06:00

Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api yang Berakar dari Sejarah

Rayakan Tahun Baru Tanpa Keluar Rumah, Ini 10 Ide Kegiatan Bersama Keluarga

31 Desember 2025 11:01

Rayakan Tahun Baru Tanpa Keluar Rumah, Ini 10 Ide Kegiatan Bersama Keluarga

Ide Permainan Seru untuk Rayakan Tahun Baru bareng Teman, Dijamin Ngakak!

31 Desember 2025 07:01

Ide Permainan Seru untuk Rayakan Tahun Baru bareng Teman, Dijamin Ngakak!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar