Ngabuburit! Dari Bahasa Sunda hingga Jadi Tradisi Nasional

Jurnalis: Maulidya Hanin Najahah
Editor: Rahmat Rifadin

8 Mar 2026 06:15

Thumbnail Ngabuburit! Dari Bahasa Sunda hingga Jadi Tradisi Nasional
Ilustrasi nuansa Sunda. (Foto: Maulidya/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Bulan Ramadan di Indonesia tidak hanya identik dengan ibadah puasa, tetapi juga berbagai tradisi yang menyertainya. Salah satu tradisi yang paling populer adalah ngabuburit, yaitu kegiatan mengisi waktu menjelang berbuka puasa hingga azan Magrib berkumandang. Aktivitas ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan santai, seperti berjalan-jalan, berburu takjil, hingga berkumpul bersama teman dan keluarga.

Menariknya, istilah ngabuburit yang kini digunakan hampir di seluruh Indonesia sebenarnya berasal dari bahasa Sunda. Kata ini berasal dari kata dasar “burit”, yang dalam bahasa Sunda berarti waktu sore atau menjelang matahari terbenam.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, kata ngabuburit berarti kegiatan menunggu waktu berbuka puasa menjelang azan Magrib pada bulan Ramadan. Istilah ini pada awalnya digunakan oleh masyarakat Sunda untuk menggambarkan aktivitas santai yang dilakukan pada waktu senja, khususnya saat bulan puasa.

Seiring perkembangan waktu, istilah tersebut tidak lagi terbatas pada masyarakat Sunda. Mobilitas masyarakat, perkembangan bahasa dalam kehidupan sehari-hari, serta penyebaran budaya melalui pendidikan dan media membuat kata ngabuburit semakin dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia. Kini, istilah tersebut telah menjadi bagian dari kosakata yang umum digunakan masyarakat saat Ramadan.

Baca Juga:
Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar! Gubes Unisma Prof Mas’ud Said: Istiqomah Pasca Ramadan Jadi Kunci Kemuliaan

Fenomena ini menunjukkan bagaimana bahasa daerah dapat berkembang dan diterima secara nasional. Dalam kajian sosiolinguistik, penyebaran kosakata dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia merupakan proses alami dalam perkembangan bahasa di masyarakat multikultural seperti Indonesia.

Dalam praktiknya, kegiatan ngabuburit di berbagai daerah memiliki bentuk yang beragam. Di kota-kota besar, masyarakat sering menghabiskan waktu ngabuburit dengan berjalan-jalan di taman kota, bersepeda, atau mengunjungi pasar Ramadan untuk mencari takjil. Pasar takjil sendiri biasanya dipenuhi berbagai makanan khas berbuka puasa, mulai dari kolak, es buah, gorengan, hingga aneka minuman segar.

Sementara itu, di beberapa daerah lain, ngabuburit juga diisi dengan kegiatan yang lebih religius, seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti pengajian, atau berkegiatan di masjid. Bagi sebagian orang, ngabuburit bahkan menjadi momen refleksi diri sambil menikmati suasana sore yang khas di bulan Ramadan.

Tradisi ini pada akhirnya tidak hanya menjadi cara mengisi waktu sebelum berbuka puasa, tetapi juga menjadi ruang sosial bagi masyarakat untuk berinteraksi dan mempererat kebersamaan selama Ramadan. Dari sebuah istilah dalam bahasa Sunda, ngabuburit kini telah berkembang menjadi tradisi yang dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga:
Tips Hemat Lebaran: 11 Cara Mengatur Keuangan agar Tidak Boncos Setelah Idulfitri

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa bahasa dan budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk kekayaan budaya nasional. (*)

Baca Sebelumnya

Menag Imbau Mayarakat Tak Salah Gunakan Potongan Ceramah di Medsos

Baca Selanjutnya

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan Ke-10, Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Warga Tuban

Tags:

sunda ngabuburit ramadan puasa bahasa

Berita lainnya oleh Maulidya Hanin Najahah

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Kamis 16 April 2026: Jakarta dan Medan Berawan Tebal

16 April 2026 07:40

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Kamis 16 April 2026: Jakarta dan Medan Berawan Tebal

Cetak Atlet Nasional Sejak Dini, Kadisdik Jatim Dampingi Mendikdasmen Tinjau Pembinaan Atlet di SMANOR Sidoarjo

15 April 2026 15:09

Cetak Atlet Nasional Sejak Dini, Kadisdik Jatim Dampingi Mendikdasmen Tinjau Pembinaan Atlet di SMANOR Sidoarjo

PWNU Jatim Gagas Gerakan “NUConomic”, Strategi Baru Bangkitkan Ekonomi Warga NU di Abad Kedua

14 April 2026 11:07

PWNU Jatim Gagas Gerakan “NUConomic”, Strategi Baru Bangkitkan Ekonomi Warga NU di Abad Kedua

Jatim Resmi Batasi Penggunaan Gadget di Sekolah! Khofifah: Perkuat Karakter dan Interaksi Sosial Murid

14 April 2026 10:29

Jatim Resmi Batasi Penggunaan Gadget di Sekolah! Khofifah: Perkuat Karakter dan Interaksi Sosial Murid

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Selasa 14 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

14 April 2026 08:40

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Selasa 14 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

PWNU Jatim Usulkan Pelembagaan Aswaja Center Jelang Muktamar Ke-35 NU

13 April 2026 18:24

PWNU Jatim Usulkan Pelembagaan Aswaja Center Jelang Muktamar Ke-35 NU

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H