KETIK, SURABAYA – Maudy Ayunda memberikan klarifikasi terkait konten Mindfulness in the Age of Bad News yang diunggah di kanal YouTube pribadinya.
Konten tersebut mendapat sorotan setelah sejumlah warganet menyampaikan kritik terhadap pembahasan Maudy mengenai cara menghadapi banyaknya berita buruk yang muncul setiap hari.
Dalam video tersebut, Maudy membahas pentingnya menjaga kondisi diri di tengah derasnya informasi negatif. Ia mengajak penonton untuk lebih memperhatikan keadaan diri agar tidak terus terbebani oleh berbagai berita yang muncul di sekitar mereka.
Namun, pembahasan tersebut kemudian menuai beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah orang menilai tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengambil jarak dari pemberitaan.
Terlebih, ada masyarakat yang terdampak langsung oleh persoalan yang sedang menjadi berita sehingga tidak mudah bagi mereka untuk mengabaikannya.
Kritik tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Maudy. Pada Senin, 14 September 2026, Maudy memberikan klarifikasi melalui kolom komentar pada video tersebut. Ia mengakui bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menjauh sejenak dari berita yang sedang terjadi.
Maudy juga menyampaikan permintaan maaf karena belum cukup mempertimbangkan sudut pandang tersebut ketika membahas mindfulness. Ia memahami bahwa kondisi setiap orang dalam menghadapi informasi dan persoalan di sekitarnya tidak selalu sama.
Dalam klarifikasinya, Maudy menjelaskan bahwa mindfulness yang ia maksud bukan berarti mengabaikan keadaan atau berpura-pura semuanya baik-baik saja. Menurutnya, kesadaran terhadap kondisi diri tetap bisa berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap orang lain dan persoalan yang sedang terjadi.
Maudy menilai kesadaran terhadap kondisi diri dapat membantu seseorang memahami situasi dengan lebih jernih. Dengan begitu, seseorang tetap dapat peduli terhadap berbagai persoalan tanpa harus mengabaikan batas dirinya ketika menerima informasi negatif secara terus-menerus.
Ia juga mengapresiasi berbagai komentar dan masukan yang diberikan warganet setelah konten tersebut mendapat sorotan. Maudy menyebut respons tersebut sebagai kesempatan untuk melihat pembahasan dari sudut pandang yang lebih luas.
Melalui klarifikasi itu, Maudy menegaskan bahwa dirinya masih terus mendengarkan dan belajar dari berbagai perspektif. Ia juga menunjukkan bahwa masukan dari warganet menjadi bagian dari proses untuk memahami bagaimana pembahasan mengenai mindfulness dapat diterima oleh orang-orang dengan kondisi dan pengalaman yang berbeda. (*)
