Bertani Sekaligus Budidaya Ikan dengan Metode Akuaponik

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Mustopa

4 Jun 2024 06:15

Thumbnail Bertani Sekaligus Budidaya Ikan dengan Metode Akuaponik
Sayuran yang ditanam dengan metode akuaponik. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Bertani di perkotaan memiliki banyak tantangan, salah satunya adalah lahan yang sempit.

Bertani di lahan yang sempit tentu memerlukan beberapa penyesuaian agar tanaman bisa tumbuh dengan sehat.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan metode akuaponik. Akuaponik merupakan sistem perpaduan budidaya ikan dan sayuran yang saling terhubung dan memberi manfaat satu sama lain.

Ketua Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede, Aseyan mengatakan, dengan sistem ini Ikan yang dibudidaya mendapatkan asupan makanan langsung dari pembudidaya.

Baca Juga:
Dua Tahun Tanpa Hibah, 644 Kelompok Pembudidaya Ikan Lebak Belum Tersentuh Bantuan

Sementara itu, sayuran mendapatkan nutrisi dari kotoran ikan dan sisa pakan yang sudah terurai sehingga bermanfaat untuk sintesis protein tanaman.

"Jadi sistem penanaman akuaponik ini bisa dibilang berkelanjutan, jadi air kotor dari kolam ikan dialirkan ke tanaman untuk makanan. Setelah bersih dialirkan lagi ke kolam ikan," jelasnya.

Foto Instalasi penanaman dengan sistem akuaponik. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)Instalasi penanaman dengan sistem akuaponik. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

Dalam penerapannya, akuaponik sangat cocok untuk ditetapkan di perkotaan yang memiliki lahan terbatas. Selain tidak memerlukan tempat yang luas, dengan sistem ini perawatan juga lebih mudah.

Baca Juga:
Dinas Perikanan Pemalang Dorong Potensi Laut dan Daratan, Produktivitas Budidaya Capai 19 Ribu Ton per Tahun

Di samping itu, banyak sayuran yang bisa ditanam dengan sistem akuaponik seperti bayam, kangkung, selada, seledri, sawi dan masih banyak lagi. Sistem akuaponik ini juga dapat meminimalkan penggunaan pupuk sehingga lebih hemat.

Dengan akuaponik, sayuran yang dihasilkan merupakan produk organik karena hanya menggunakan pupuk dari kotoran ikan yang telah melalui proses biologis.

"Kalau akuaponik ini tidak pakai pupuk. Pupuknya ya dari kotoran ikan itu sendiri," tambahnya.

"Untuk masa panen dengan sistem akuaponik, petani dapat memanen sayuran 3 bulan sekali," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Alokasi Pupuk Subsidi di Jember Naik 2 Kali Lipat, Serapan Masih Rendah

Baca Selanjutnya

4.500 Kupon Jalan Sehat KPU Madiun Ludes Diserbu Warga

Tags:

Bertani Perkotaan Akuaponik sayuran organik Budidaya Ikan Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar