Ash-Shiyamu Junnatun: Puasa sebagai Tameng dari Hawa Nafsu dan Api Neraka

Jurnalis: Siska Nabilah Qothrotun Nada
Editor: Muhammad Faizin

6 Mar 2026 05:00

Thumbnail Ash-Shiyamu Junnatun: Puasa sebagai Tameng dari Hawa Nafsu dan Api Neraka
Puasa adalah Perisai (Desain: Siska Nabilah Qothrotun Nada/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Puasa sebagai perisai bagi seorang muslim dari berbagai keburukan. Hal ini disampaikan dalam sebuah kajian Ramadan Ustadz Rifky Ja’far Thalib, ia mengangkat hadis muttafaqun ‘alaih, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh dua imam besar hadis, Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim.

Dalam hadis tersebut, Rasulullah Sallallahu’alaihi Wasallam bersabda,“Ash-shiyamu junnatun” yang berarti puasa adalah perisai. Istilah junnah sendiri bermakna tameng atau pelindung, sebagaimana baju besi yang digunakan seorang prajurit saat berperang. Melalui analogi tersebut, puasa dipahami sebagai benteng yang melindungi manusia dari berbagai keburukan, baik di dunia maupun di akhirat.

Ustadz Rifky menjelaskan bahwa sebelum puasa menjadi perisai dari api neraka, puasa terlebih dahulu harus mampu menjadi perisai dari hawa nafsu. Hal ini disampaikannya di YouTube @SuaraAkhirat yang diunggah pada 25 Februari 2026.

Ia menegaskan bahwa seseorang yang berpuasa seharusnya mampu menahan diri dari berbagai perilaku buruk, seperti berbohong, bergunjing, maupun melakukan kecurangan dalam aktivitas sehari-hari. Puasa, menurutnya harus menjadi “rem” yang mengendalikan hawa nafsu manusia.

Baca Juga:
Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar! Gubes Unisma Prof Mas’ud Said: Istiqomah Pasca Ramadan Jadi Kunci Kemuliaan

“Puasa itu harus menjadi rem. Mau berbohong, ingat sedang puasa. Mau bergunjing, ingat sedang puasa,” ujarnya.

Pendakwah asal Indonesia ini juga menerangkan bahwa pembatal puasa tidak hanya dipahami dari sisi hukum fikih. Secara fikih, puasa memang batal apabila seseorang makan atau minum dengan sengaja, muntah dengan sengaja, berhubungan suami istri, mengeluarkan mani dengan sengaja, atau kehilangan kesadaran.

Namun di sisi lain, ada perbuatan yang tidak membatalkan puasa secara hukum, tetapi dapat menghilangkan pahala puasa itu sendiri.

“Ada orang puasa, posone mboten batal, tapi posone digawe rasan-rasan. Batal mboten posone? Ndak. Tapi pahalane entek,” (Ada orang puasa, puasanya tidak batal, tapi puasanya dipakai untuk bergosip. Batal puasanya? Tidak. Tapi pahalanya habis,) jelasnya.

Baca Juga:
Tips Hemat Lebaran: 11 Cara Mengatur Keuangan agar Tidak Boncos Setelah Idulfitri

Dalam hadis yang sama, Rasulullah Sallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan pula berbuat keji.”

Menurut Ustadz salafi tersebut, larangan tersebut tidak hanya berlaku pada ucapan, tetapi juga pada penglihatan dan pendengaran. Jika berbicara tentang hal yang tidak pantas saja dilarang, maka melihat atau mendengarkan hal yang mengarah pada keburukan tentu lebih dilarang lagi.

“Maka kalau tidak mampu menghalangi dari hawa nafsu, ojo ngomong (jangan bicara) puasa menghalangi panjenengan dari neraka. Gak ngefek. Paham mboten?” tegasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa kualitas puasa seseorang dapat dilihat dari kemampuannya menahan hawa nafsu. Jika puasa tidak mampu mencegah seseorang dari perbuatan maksiat, maka puasa tersebut kehilangan makna sebagai perisai.

“Kalau puasa panjenengan tidak mampu menjadi pertahanan dari perbuatan semacam itu, maka itu bukan puasa yang bernilai,” ujarnya.(*)

 

Baca Sebelumnya

Pemkot Surabaya Ajak Warga Laporkan Pelanggar Kebersihan, Ada Reward Bagi Pelapor

Baca Selanjutnya

Permintaan Telur Melejit Jelang Lebaran, Peternak Kota Batu Pastikan Harga Tetap Ikuti Bursa

Tags:

puasa perisai ramadan Nafsu hadis

Berita lainnya oleh Siska Nabilah Qothrotun Nada

Kuota Terbatas, DLH Surabaya Buka Lowongan Driver Truk Sampah Bagi Warga Lokal

16 April 2026 12:45

Kuota Terbatas, DLH Surabaya Buka Lowongan Driver Truk Sampah Bagi Warga Lokal

Prakiraan Cuaca Hari Ini 16 April 2026: Surabaya Cerah, Kota Batu Berkabut

16 April 2026 08:40

Prakiraan Cuaca Hari Ini 16 April 2026: Surabaya Cerah, Kota Batu Berkabut

Gubernur Khofifah Kawal Geopark Ijen Pertahankan Status UNESCO, Targetkan Green Card 2026

15 April 2026 15:19

Gubernur Khofifah Kawal Geopark Ijen Pertahankan Status UNESCO, Targetkan Green Card 2026

Gubernur Khofifah Beberkan Kunci Sukses Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan Peserta SESPIMTI Polri

15 April 2026 11:39

Gubernur Khofifah Beberkan Kunci Sukses Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan Peserta SESPIMTI Polri

Kota Surabaya dan Sidoarjo Diprediksi Berawan Hari Rabu, 15 April 2026! Cek Daerahmu Sekarang

15 April 2026 06:00

Kota Surabaya dan Sidoarjo Diprediksi Berawan Hari Rabu, 15 April 2026! Cek Daerahmu Sekarang

Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia

14 April 2026 18:53

Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H