Asal-usul Sinterklas dan Evolusinya Menjadi Santa Claus

Jurnalis: Adiybah Fawziyyah
Editor: Rahmat Rifadin

12 Des 2025 02:10

Thumbnail Asal-usul Sinterklas dan Evolusinya Menjadi Santa Claus
Ilustrasi Santa Claus di Pemandangan Musim Dingin Bersalju. (Foto: Pexels)

KETIK, SURABAYA – Perayaan Natal selalu identik dengan sosok pria berbadan besar dengan kostum merah-putih yang membawa hadiah, dikenal sebagai Sinterklas atau Bapak Natal.

Nama Sinterklas berasal dari “Santa Nicholas,” seorang uskup Yunani yang hidup pada abad ke-4 Masehi di Myra, wilayah yang kini menjadi Turki.

Santo Nicholas dikenal karena mukjizat dan kebaikannya. Salah satu kisah paling terkenal adalah ketika ia menyelamatkan tiga gadis muda dari perbudakan dengan melemparkan tiga kantong emas ke cerobong asap sebagai mas kawin, yang kemudian mendarat di stoking yang digantung dekat perapian.

Kisah ini kemudian menyebar luas di Eropa abad pertengahan, dan hingga kini Sinterklas kadang dijuluki “Saint Nick” sebagai penghormatan. Gereja merayakan hari raya Santo Nicholas setiap 6 Desember, dan praktik meninggalkan hadiah untuk anak-anak pada malam sebelumnya menjadi tradisi umum.

Baca Juga:
Italia Gagal Lagi-Gagal Lagi! Bosnia Cetak Sejarah, Dramatis Lolos Piala Dunia 2026

Di Belanda, Sinterklas digambarkan sebagai sosok yang dapat secara ajaib memasuki rumah melalui pintu atau cerobong asap untuk meninggalkan hadiah. Perayaan di Belanda juga ditandai dengan pasar yang menjual mainan dan kemunculan pria berjubah merah panjang.

Seiring waktu, narasi Sinterklas berkembang dengan munculnya karakter jahat seperti Krampus dan Knecht Rupert yang bertugas menghukum anak-anak nakal.

Sementara itu, gagasan Bapak Natal atau Father Christmas muncul di Inggris setidaknya pada abad ke-15. Pada masa Tudor dan Stuart, tokoh hiburan seperti Lord of Misrule, Captain Christmas, atau Prince Christmas mulai populer.

Dalam karya A Christmas Carol (1843) karya Charles Dickens, Sinterklas digambarkan mengenakan pakaian hijau. Tradisi Sinterklas dibawa ke Amerika oleh imigran Belanda di New Amsterdam dan kemudian berevolusi menjadi Santa Claus.

Baca Juga:
Dibuka untuk Umum, Wisata Heritage Balai Kota Madiun Diserbu Peserta

Di Amerika, sebuah puisi anonim tahun 1821 sudah menggambarkan pria yang mengendarai kereta luncur ditarik rusa untuk mengantar hadiah pada Malam Natal, dan kemudian digemakan serta dipopulerkan oleh Clement Clarke Moore melalui puisinya A Visit from St. Nicholas pada tahun 1823.

Visualisasi klasik Sinterklas juga dibentuk oleh ilustrator Thomas Nast, yang mendefinisikan tampilan Santa Claus seperti yang dikenal hingga kini.

Pada era Victoria, Sinterklas menyatu dengan narasi Bapak Natal di Inggris, menghasilkan versi modern yang disambut hangat oleh masyarakat. Meskipun nama Bapak Natal dan Sinterklas/Santa Claus tetap populer, citra Sinterklas asal Belanda yang ceria dan penuh semangat tetap dominan dan digunakan hingga saat ini.

Walaupun sering dikira sama, nyatanya sinterklas dan santa claus berbeda, sinterklas adalah versi yang lebih tua dan lebih dekat dengan asal-usul agama Kristen (Santo Nicholas). Ia memiliki penampilan yang serius dan bermartabat, datang pada awal Desember.

Sedangkan santa claus adaptasi yang lebih modern, sekuler, dan komersial dari Sinterklas. Sosok ini dibentuk oleh puisi Amerika abad ke-19 dan ilustrasi komersial, memiliki penampilan yang ceria dan meriah, dan beraksi tepat pada Malam Natal. (*)

Baca Sebelumnya

JongMa Probolinggo Raya Resmi Dideklarasikan, Fokus Perkuat Peran Pemuda Madura dalam Keilmuan

Baca Selanjutnya

Lagi, Jamaluddin Idham Bantu 12 Ton Beras untuk Warga Darul Makmur dan Tripa

Tags:

sinterklas Santa Claus sejarah asal usul Natal Hari Natal

Berita lainnya oleh Adiybah Fawziyyah

KKN-BBK 7 UNAIR Dorong Pengembangan Ekonomi, Lingkungan, dan Digital di Desa Nglanduk

2 Februari 2026 07:34

KKN-BBK 7 UNAIR Dorong Pengembangan Ekonomi, Lingkungan, dan Digital di Desa Nglanduk

Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

29 Januari 2026 23:45

Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

Bukan Sekadar Simbol Pesta, Inilah Asal-usul dan Makna Mendalam Tradisi Terompet Tahun Baru

1 Januari 2026 13:01

Bukan Sekadar Simbol Pesta, Inilah Asal-usul dan Makna Mendalam Tradisi Terompet Tahun Baru

Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api  yang Berakar dari Sejarah

1 Januari 2026 06:00

Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api yang Berakar dari Sejarah

Rayakan Tahun Baru Tanpa Keluar Rumah, Ini 10 Ide Kegiatan Bersama Keluarga

31 Desember 2025 11:01

Rayakan Tahun Baru Tanpa Keluar Rumah, Ini 10 Ide Kegiatan Bersama Keluarga

Ide Permainan Seru untuk Rayakan Tahun Baru bareng Teman, Dijamin Ngakak!

31 Desember 2025 07:01

Ide Permainan Seru untuk Rayakan Tahun Baru bareng Teman, Dijamin Ngakak!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar