KETIK, SURABAYA – Di balik sikap tenang dan tutur katanya yang lugas, Yona Bagus Widyatmoko menyimpan banyak sisi yang mungkin tak langsung terbaca dari penampilannya sebagai Ketua Komisi A DPRD Surabaya.
Lelaki kelahiran 6 November 1976 ini bukan hanya seorang politisi, tapi juga pengusaha tangguh sekaligus atlet jujitsu yang telah mengantongi DAN II sabuk hitam yang menjadi simbol pengabdian dan kedisiplinan dalam bela diri.
Sejak muda, Yona akrab dengan dunia olahraga, khususnya jujitsu. Latihan keras di atas matras dojo membentuk karakter dasarnya memiliki fokus, konsisten, dan tidak mudah menyerah. Nilai-nilai itulah yang ia bawa ke dunia profesional dan politik.
"Sampai sekarang kan saya punya dojo sendiri untuk membina adik-adik ini, dan itu tidak berbayar, gratis," jelasnya kepada Ketik, Kamis 10 Juli 2025.
Langkah awal Yona berkecimpung dalam dunia politik dimukai tahun 2014 hingga masuk dalam struktural Partai Gerindra pada 2021.
"Saya sudah berkecimpung, cuman enggak masuk di struktural. Sudah terlibat di situ, tapi non-struktural. Jadi lebih ke tim pemenangannya Pak Bambang Haryo," tegas Cak Yebe sapaan akrabnya.
Selain aktif di dunia politik sebagai Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya, Yona juga dikenal sebagai CEO PT Trufindo Asta Mandiri yang berkecimpung dalam bisnis catering.
Di sana, ia membangun reputasi sebagai pemimpin yang tegas namun terbuka terhadap inovasi.
Kombinasi antara kedisiplinan atlet dan insting bisnis membuatnya tangguh menghadapi tantangan di lapangan maupun di balik meja rapat.
Salah satu alasan dari background pengusaha ke wakil rakyat, Yona mengungkap alasan untuk memperluas pengabdian pada masyarakat Surabaya.
"Kalau memang pengen memperluas wadah pengabdiannya, ya terjun di dunia politik. Karena ketika kita berbicara CSR mungkin hanya sebatas di situ. Tapi kalau kita jadi wakil rakyat, maka sesuai dengan tingkatannya, maka pengusaha ini akan mengabdi sepenuhnya untuk seluruh masyarakat kota Surabaya," jelas Pemilik Yebe Trans ini.
Di Gedung DPRD, Yona tak hanya duduk. Ia bergerak. Komisi A yang dipimpinnya membidangi pemerintahan dan hukum, sektor yang kerap kali bersinggungan langsung dengan dinamika kebijakan dan pelayanan publik.
Di sinilah kepekaannya sebagai pengusaha dan ketegasannya sebagai praktisi jujitsu menjadi senjata tersendiri.
"Dengan saya masuk ke dunia politik itu artinya saya benar-benar lebih tahu dan dipaksa untuk tahu tentang kondisi masyarakat kota Surabaya yang sebenarnya," paparnya.
Cak Yebe adalah gambaran baru dari sosok legislator disiplin tanpa kehilangan empati, tegas tanpa kehilangan arah, dan tenang namun penuh daya dorong.
Ia membuktikan bahwa jalur politik bisa dijalani tanpa kehilangan prinsip, dan bahwa pengalaman hidup di berbagai bidang justru memperkaya cara pandang seorang pemimpin.
Tak hanya itu saja, Yona juga mahir di organisasi lawyer, hingga dipercaya sebagai Humas Asosiasi Pengacara Pengadaan Barang & Jasa Indonesi (APPI) Jatim, anggota Perkumpulan Pengacara Pengawal Demokrasi (PERWADI), Direktur Humas & Hub Antar Lembaga Dewan Sengketa Indonesia (DSI), dan Kabid Humas Perkumpulan Ahli Hukum Kontrak Pengadaan Barang Jasa Indonesia (PERKAHPI) Jatim. (*)
Yona Bagus Widyatmoko: Memadukan Ketegasan Jujitsu dan Ketajaman Bisnis di Kursi Legislatif DPRD Surabaya
10 Juli 2025 12:29 10 Jul 2025 12:29
Shinta Miranda, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko saat dilantik menjadi Sekretaris PPJI Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik)
Tags:
Profil Yona Bagus Widyatmoko Yona Bagus Cak Yebe Profil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona surabaya DPRD SurabayaBaca Juga:
Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah HatiBaca Juga:
Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026Baca Juga:
Jadi 'Tamparan' Bagi Anak Muda, Surabaya Muda Media Stikosa-AWS Ajak Anak Panti Menembus BatasBaca Juga:
Kota Surabaya dan Madiun Diprediksi Cerah Hari Ini, Cek Daerahmu SekarangBaca Juga:
Berakhir Pekan di Surabaya! Luhut Pandjaitan: Selamat Datang di Dunia Tio, Cucu OpungBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
27 Oktober 2025 16:00
[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!
Trending
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari
Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar
Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?
Tekanan Fiskal Menguat, TPP Bondowoso Diminta Jadi Motor Inovasi Desa
