Profil dr Poerwadi, Dekan FK Untag Surabaya Spesialis Bayi Kembar Siam

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Aziz Mahrizal

20 Mar 2025 10:57

Thumbnail Profil dr Poerwadi, Dekan FK Untag Surabaya Spesialis Bayi Kembar Siam
Potret dr. Poerwadi, Sp.B, Sp.BA (K) Dekan Fakultas Kedokteran Untag Surabaya. (Foto: Humas Untag Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Fakultas Kedokteran Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya semakin menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu institusi pendidikan kedokteran unggulan di Jawa Timur.

Di balik kemajuan ini, ada sosok visioner yang memimpin dengan penuh dedikasi, yaitu dr. Poerwadi, Sp.B., Sp.BA. (K) Dekan Fakultas Kedokteran Untag Surabaya.

Latar Belakang Pendidikan dan Karier

dr. Poerwadi, Dekan yang telah puluhan tahun berprofesi sebagai dokter spesialis bedah anak, menimba ilmu tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di berbagai negara seperti Belanda, Jepang, dan China.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Ia menyelesaikan pendidikan Spesialis Bedah Anak di Universitas Pengukuhan Kolegium Ilmu Bedah Anak Indonesia dan terus mengembangkan keahliannya di bidang bedah anak. 

dr. Poerwadi merupakan anggota Persatuan Dokter Spesialis Bedah Anak Indonesia (PERBANI) yang saat ini aktif berpraktik di Rumah Sakit Darmo dan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya.

Di sesi Instagram live, dr. Poerwadi membagikan pengalaman mengenai penanganan bayi kembar siam di Indonesia serta perjalanannya menjadi dokter spesialis bedah anak.  

dr. Poerwadi mengungkapkan bahwa menjadi dokter bedah anak adalah keputusan yang didasarkan pada panggilan hati.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

"Bagi saya, menjadi dokter bedah anak bukan sekadar profesi, tetapi sebuah panggilan hati. Anak-anak adalah tunas bangsa yang harus diselamatkan. Mereka adalah manusia suci dan amanah yang Tuhan hadirkan ke dunia. Saya merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi mereka," ungkapnya.  

Sebagai dekan FK Untag Surabaya, dr. Poerwadi memiliki alasan tersendiri mengapa memilih untuk bergabung dengan universitas ini.

"Saya melihat visi Untag Surabaya yang ingin menghasilkan mahasiswa dengan jiwa patriotisme. Ini sejalan dengan rasa cinta tanah air yang saya miliki," terangnya.

"Saya bercita-cita mencetak dokter yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga memiliki semangat pengabdian terhadap bangsa," tuturnya.  

dr. Poerwadi adalah salah satu dokter yang paling berpengalaman dalam menangani kasus kembar siam di Indonesia.

Berhasil Menangani 144 Bayi Kembar Siam

Hingga kini, ia telah menangani sekitar 144 kasus bayi kembar siam, baik yang baru lahir maupun yang berada dalam kondisi kritis.

Selain aktif dalam dunia medis, ia juga sering mengedukasi masyarakat mengenai kondisi ini agar orang tua lebih siap menghadapi kemungkinan tersebut.  

Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah bayi kembar siam pasti tidak bisa diselamatkan.

"Belum tentu. Keberhasilan penanganan kembar siam bergantung pada kerja sama yang baik antara orang tua, tim medis, serta tentunya atas izin Tuhan Yang Maha Esa,"

Dari pengalamannya, banyak bayi kembar siam yang berhasil bertahan, bahkan ada yang telah menikah dan memiliki anak.

"Namun, bagi yang tidak selamat, kita selalu berusaha sebaik mungkin hingga titik darah penghabisan," jelasnya.  

dr. Poerwadi juga menjelaskan bahwa bayi kembar siam dapat dideteksi sejak dalam kandungan.

"Kembar siam biasanya bisa dideteksi pada trimester kedua kehamilan, sekitar usia kehamilan 18 hingga 24 minggu. Pemeriksaan dilakukan dengan ultrasonografi (USG), yang memungkinkan dokter melihat apakah ada kelainan dalam pembagian tubuh atau organ bayi yang menunjukkan bahwa mereka saling terhubung," paparnya.  

Kasus Kembar Siam Tersulit

Saat ditanya mengenai kasus paling sulit yang pernah ditangani, dr. Poerwadi berbagi kisah yang cukup mengharukan. 

"Jika sebuah kasus sudah dirujuk ke saya, biasanya memang sudah sangat rumit. Saya pernah menangani kembar siam yang masing-masing memiliki paru-paru dan hati, tetapi salah satunya tidak memiliki jantung," jelas dr. Poerwadi.

"Ada juga kasus di Batam, di mana bayi kembar siam memiliki paru-paru yang menyatu. Saat itu, saya sangat tersentuh karena sang ayah mengenakan kaus bertuliskan ‘Selamat Menjalankan Operasi Kembar Siam’ sebagai bentuk dukungan kepada kami," imbuhnya. 

Faktor Penyebab Bayi Kembar Siam

dr. Poerwadi menjelaskan bahwa kembar siam terjadi karena dua embrio yang seharusnya terpisah tidak dapat berkembang menjadi individu yang benar-benar terpisah.

"Penyebabnya bisa karena faktor genetik atau kelainan dalam proses pembelahan sel pada tahap awal perkembangan. Meski demikian, ibu hamil tetap disarankan untuk menjaga asupan nutrisi dengan baik, seperti mengonsumsi vitamin B6 dan protein, yang penting untuk kesehatan ibu dan janin," jelasnya.  

Saat ini, FK Untag Surabaya membuka pendaftaran mahasiswa baru hingga akhir Maret 2025. Fakultas ini menawarkan berbagai keunggulan, termasuk fasilitas kadaver serta digital anatomy agar mahasiswa mampu mempelajari struktur tubuh manusia dengan teknologi canggih. (*)

Baca Sebelumnya

Abubakar Malayu, Eks Kades Kaireu yang Tetap Eksis Dukung Program Bassam-Helmi

Baca Selanjutnya

Stadion GBK Jepara Diresmikan Prabowo, Persijap Makin Siap Berlaga di Liga 1

Tags:

Untag Surabaya dr Poerwadi spesialis bayi kembar siam Kembar Siam dekan FK Untag Universitas 17 Agustus 1945 surabaya kasus kembar siam

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar