Kemenkes Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Gangguan Ginjal pada Anak

Editor: Shinta Miranda

14 Okt 2022 07:17

Thumbnail Kemenkes Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Gangguan Ginjal pada Anak
ilustrasi ginjal. (Foto: Getty Image)

KETIK, SURABAYA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI membentuk tim untuk menginvestigasi mengenai kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. Tim tersebut dibentuk guna mengungkap dan menangani laju kasus.

Seperti disampaikan Kepala Biro Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi, tim investigasi terdiri dari beberapa pihak.

"Kementerian Kesehatan telah membentuk tim terdiri atas Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) untuk penyelidikan dan penanganan kasus gangguan ginjal akut misterius," kata Siti Nadia, Kamis (13/10), dilansir Antara.

Menurut catatan Kemenkes, ada tambahan sebanyak 3 kasus ganguan ginjal misterius pada anak per 3 Oktober 2022. Dengan demikian, total pasien yang masih dalam proses penanganan kini berjumlah 40 anak usia di bawah lima tahun (balita) hingga 8 tahun.

Baca Juga:
Begadang Usai Tarawih, Kemenkes Imbau Warga Tetap Jaga Pola Tidur di Bulan Ramadan

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dirjen Yankes) Kemenkes pun telah menerbitakn Keputusan Dirjen Yankes nomor HK 02.92/I/3305/2022 tentang Tatalaksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal.

Sementara itu, Siti Nadia mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) menunjukkan tidak ditemukannya bakteri atau virus yang spesifik dari kasus gagal ginjal akut pada anak.

Sedangkan hasil diskusi dengan tim dari Gambia, Afrika mengenai kasus serupa yang mengarah pada dugaan konsumsi obat dengan kandungan etilen glikol, kata Nadia masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

"Tapi hal ini perlu penelitian lebih lanjut, karena tidak terdeteksi dalam darah," ujarnya.

Baca Juga:
Indonesia Masih Hadapi Beban Tinggi Penyakit Kusta, Stigma Sosial Picu Keterlambatan Pengobatan

Hingga saat ini Kemenkes tengah berkoordinasi dengan pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengadakan investigasi kasus di Gambia guna mengetahui hasilnya.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat, hingga 10 Oktober 2022 kasus gangguan ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) sudah mencapai 131 sepanjang tahun ini. 

“Per 10 Oktober (data) yang masuk ke kami, mungkin tidak representatif seluruh Indonesia ya, ada 131 kasus. Tentu saja ini menimbulkan kewaspadaan buat kita semua,” ujar Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso dalam konferensi pers virtual, Selasa (11/10/2022).

Piprim memperkirakan, puncak kasus gangguan ginjal akut ini sudah terjadi pada September lalu karena di bulan ini terjadi penurunan. Awalnya, ia mengira kasus ini berkaitan dengan Covid-19 tapi ternyata tidak.

“Oleh karena itu, ini masih perlu terus kita dalami, yang jelas angka kematiannya cukup tinggi. Tetap waspada tapi tidak perlu panik berlebihan,” tambah Piprim.

Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI Eka Laksmi Hidayati menambahkan, sejak Agustus 2022, pihaknya melihat ada lonjakan kasus anak-anak yang dibawa ke rumah sakit dengan keluhan acute kidney injury. Jumlah pasien anak yang mengeluhkan hal serupa semakin meningkat pada September 2022. (*)

Baca Sebelumnya

Lagi, Penembakan Brutal di AS Tewaskan 5 Orang

Baca Selanjutnya

Gubernur Khofifah Imbau Masyarakat Jatim Waspada Cuaca Ekstrem

Tags:

gangguan ginjal Kemenkes

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar