Jangan Langsung Makan Berat Saat Berbuka Puasa, Ini Alasannya

Jurnalis: Dina Elwarda
Editor: Rahmat Rifadin

8 Mar 2026 02:05

Thumbnail Jangan Langsung Makan Berat Saat Berbuka Puasa, Ini Alasannya
Ilustrasi seorang laki-laki sedang buka puasa dengan makanan berat sehingga perutnya terasa begah. (Desain: Dina Elwarda/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Menjelang waktu berbuka puasa, rasa lapar biasanya sudah mencapai puncaknya setelah seharian menahan diri dari makan dan minum. Tak sedikit orang yang akhirnya langsung menyantap makanan berat begitu azan Magrib berkumandang.

Nasi, lauk-pauk, gorengan, hingga minuman manis sering kali langsung disantap dalam jumlah banyak. Namun, kebiasaan tersebut sebenarnya tidak dianjurkan.

Dalam tradisi Islam, berbuka puasa justru dianjurkan dimulai dengan makanan yang ringan, seperti kurma. Kebiasaan ini mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW yang memulai berbuka dengan beberapa butir kurma sebelum melanjutkan dengan makanan utama. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis Rasulullah:

“Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa butir kurma basah sebelum beliau salat. Jika tidak ada kurma basah, maka dengan beberapa butir kurma kering. Jika tidak ada juga, beliau meneguk beberapa teguk air.”

Baca Juga:
Polres Blitar Tebar Takjil di Kanigoro, Hangatkan Ramadan dengan Aksi Nyata di Jalanan

Selain mengikuti sunnah, memulai berbuka dengan makanan ringan juga dinilai lebih baik bagi kondisi lambung. Hal ini dijelaskan oleh dokter Tirta Mandira Hudi dalam sebuah video di kanal YouTube @radityadika pada Minggu, 22 Februari 2026.

Setelah sekitar 12 jam tidak menerima asupan makanan dan minuman, lambung berada dalam keadaan kosong, sementara produksi asam lambung tetap berlangsung.

“Karena ketika kita bayangin dalam waktu 12 jam tuh lambung kosong, asam lambung naik,” jelas dokter Tirta.

Jika makanan berat langsung masuk saat berbuka, lambung bisa mengalami gangguan pencernaan. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman seperti perut terasa penuh, begah, atau nyeri di bagian ulu hati.

Baca Juga:
Ramadan Penuh Berkah, DPD PSI Kabupaten Madiun Tebar 1.000 Takjil Untuk Masyarakat

Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai dispepsia, yakni gangguan pencernaan yang menimbulkan keluhan seperti perut terasa penuh, begah, atau nyeri di ulu hati. Pada sebagian orang yang sensitif terhadap asam lambung, kondisi ini juga dapat memperburuk gejala refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

“Jadi otomatis kalo kita langsung kasih makanan berat, dia bisa ada resiko dispepsia alias perut sebah,” lanjut dokter Tirta.

“Itu asam lambungnya naik terus, bisa potensi gerd nanti, dari dispepsia jadi gerd,” imbuh dokter tersebut.

Karena itu, ia menyarankan agar berbuka puasa dimulai dengan makanan yang lebih ringan terlebih dahulu. Minuman seperti air putih, minuman segar, atau makanan lembut seperti kurma dan roti dinilai lebih ramah bagi lambung yang masih kosong.

Setelah itu, umat Muslim dianjurkan memberi jeda sebelum mengonsumsi makanan utama, misalnya dengan menunaikan salat Magrib terlebih dahulu. Jeda waktu ini memberi kesempatan bagi lambung untuk mulai beradaptasi setelah menerima asupan awal.

“Justru ketika kita telat makan, itu kita harus makan makanan yang lunak terlebih dahulu. Makanya disarankan takjil dulu. Minum air putih atau air yang segar, ditambah dengan takjil, maghriban baru kita makan yang berat,” jelasnya dalam video tersebut.

Dengan pola berbuka seperti ini, tubuh dapat menerima makanan secara bertahap sehingga risiko perut begah atau gangguan pencernaan saat berbuka dapat diminimalkan. Selain lebih nyaman bagi lambung, cara ini juga membantu seseorang mengontrol porsi makan setelah seharian berpuasa. (*)

Baca Sebelumnya

Moody Mood Baker di Kota Malang Hadirkan Dessert Lezat yang Bikin Momen Manis Makin Berkesan

Baca Selanjutnya

Gubernur Khofifah Didampingi Kadishub Jatim Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi

Tags:

makanan berat Buka puasa takjil Gerd puasa Ramadan

Berita lainnya oleh Dina Elwarda

Khofifah Bahas Kerja Sama Sister Province Jatim–Alexandria, Fokus Perdagangan dan Pendidikan

19 April 2026 17:17

Khofifah Bahas Kerja Sama Sister Province Jatim–Alexandria, Fokus Perdagangan dan Pendidikan

Wagub Jatim Emil Tinjau Harga Minyakita di Pasuruan, Pastikan Stok Aman

18 April 2026 19:22

Wagub Jatim Emil Tinjau Harga Minyakita di Pasuruan, Pastikan Stok Aman

RPH Surabaya Siap Layani Pemotongan Kurban 2026, Pendaftaran Dibuka 20 April

18 April 2026 11:01

RPH Surabaya Siap Layani Pemotongan Kurban 2026, Pendaftaran Dibuka 20 April

Serupa Tapi Tak Sama, Kenali Perbedaan Produk Makeup yang Sering Disalahartikan

17 April 2026 01:09

Serupa Tapi Tak Sama, Kenali Perbedaan Produk Makeup yang Sering Disalahartikan

BPBD Jatim Gencarkan Edukasi Bencana ke Sekolah dan Pesantren Bersama Mosipena

16 April 2026 23:05

BPBD Jatim Gencarkan Edukasi Bencana ke Sekolah dan Pesantren Bersama Mosipena

Perempuan Petite? Outfit Clean Look Solusinya!

16 April 2026 07:00

Perempuan Petite? Outfit Clean Look Solusinya!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend