Jangan Anggap Remeh! Ini 5 Bentuk Perundungan di Tempat Kerja, Berakibat Buruk pada Kesehatan Mental

Jurnalis: Husni Habib
Editor: M. Rifat

18 Agt 2024 23:03

Thumbnail Jangan Anggap Remeh! Ini 5 Bentuk Perundungan di Tempat Kerja, Berakibat Buruk pada Kesehatan Mental
Ilustrasi Bunuh Diri. (Foto: Rihad Humala/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Belakangan ini kita dikejutkan dengan pemberitaan seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Diponegoro (Undip) yang ditemukan bunuh diri pada Senin (12/8/2024).

Setelah diselidiki oleh pihak kepolisian dari buku harian yang ditemukan di kamar kosnya, ditengarai jika motif bunuh dirinya akibat perundungan yang dia terima saat menjalani masa PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) di RSUP Kariadi, Semarang. 

Mendengar kasus tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghentikan sementara kegiatan PPDS Anestesi Universitas Diponegoro di RSUP Dr. Kariadi. Kebijakan ini diambil sebagai langkah tegas dan untuk mempermudah penyelidikan.

Seperti diketahui perundungan atau biasa dikenal dengan bullying merupakan tindakan serius yang dapat berdampak besar terhadap kondisi mental seseorang.

Baca Juga:
Ketua DPRD Kota Malang Tekankan Pentingnya Safety Net Terpadu untuk Kesehatan Mental Mahasiswa

Selain itu berbagai penelitian akademis juga telah mengidentifikasi beberapa jenis perilaku bullying yang bisa terjadi di lingkungan kerja dan dampak buruknya bagi kesehatan.

Dalam artikel ilmiah yang terbit di Journal of Nursing Management tahun 2013, peneliti Marie Hutchinson dan John Hurley dari Southern Cross University membagi klasifikasi jenis-jenis bullying di tempat kerja menjadi lima kategori, yakni:

1. Ancaman terhadap Status Profesional

Kategori bullying yang pertama adalah perundungan yang merendahkan atau mempermalukan seseorang berdasarkan profesi profesionalnya. Hal ini biasanya dilakukan di depan umum dengan menuduh kurangnya usaha dan intimidasi melalui prosedur disiplin atau kompetensi.

Baca Juga:
Remaja di Jember Diduga Jadi Korban Perundungan oleh Teman, Polisi Lakukan Penyelidikan

2. Ancaman terhadap Kehormatan Pribadi

Bullying jenis ini meliputi sindiran dan sarkasme destruktif, membuat lelucon tidak pantas tentang target. Hal ini dilakukan untuk merusak integritas atau kehormatan pribadi. Bullying ini juga bisa mencakup ejekan yang terus-menerus, panggilan nama, penghinaan, dan intimidasi.

3. Isolasi 

Tindakan ini mencakup pencegahan akses ke peluang, isolasi fisik atau sosial, menahan informasi penting, tidak melibatkan target dalam diskusi atau keputusan penting, serta mengabaikan atau mengecualikan target.

4. Beban kerja yang berat

Sesuai dengan namanya bullying ini meliputi pemberian beban kerja yang berlebihan dan di luar nalar. Selain itu juga pemberian tenggat waktu yang singkat dan berbagai jenis gangguan lain yang bertujuan memberikan target beban yang berat.

5. Destabilisasi

Ini mencakup kegagalan untuk mengakui pekerjaan baik, memberikan tugas yang tidak berarti, mencabut tanggung jawab, mengingatkan secara terus-menerus tentang kesalahan, menetapkan target yang tidak mungkin dicapai, dan mengubah tujuan tanpa memberi tahu target.(*)

*Catatan Redaksi: Bunuh diri bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan kehidupan. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan dan muncul pikiran untuk bunuh diri, segeralah hubungi hotline bunuh diri Indonesia melalui nomor 1119 (ekstensi 8) atau hotline kesehatan jiwa Kemenkes di nomor 021-500-454.

Baca Sebelumnya

BMKG Terus Pantau Megathrust di Jalur Samudra Bagian Selatan

Baca Selanjutnya

Kenalkan Keunggulan Jatim, Khofifah Pamerkan Agrikultur ke Syeikh Afeefuddin Al-Jailani

Tags:

bunuh diri kesehatan mental lingkungan kerja PPDS Undip RS Kariadi perundungan

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar