Ini Penjelasan terkait AMR, Ancaman Akibat Penggunaan Antibiotik Sembarangan

Jurnalis: Husni Habib
Editor: M. Rifat

11 Nov 2023 16:39

Thumbnail Ini Penjelasan terkait AMR, Ancaman Akibat Penggunaan Antibiotik Sembarangan
Ketua Pusat Resistensi Antimikroba Indonesia, Harry Paraton (11/11/2023). (Foto: Husni Habib /Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Antimicrobial Resistance (AMR) saat ini tengah menjadi isu ancaman global terhadap kesehatan manusia dan hewan. AMR merupakan suatu kondisi ketika mikroorganisme seperti bakteri, virus, fungi dan parasit menjadi resisten atau kebal terhadap antimikroba (antibiotik, antivirus, antifungal, antiparasit) yang sebelumnya efektif untuk mencegah atau membunuh mikroorganisme tersebut.

Dengan kata lain, antimikroba yang sebelumnya dapat mengatasi infeksi akibat suatu mikroorganisme menjadi tidak efektif atau berkurang efikasinya. Hal ini tentu menjadi ancaman kesehatan global yang harus segera ditangani.

Harry Paraton selaku Ketua Pusat Resistensi Antimikroba Indonesia mengatakan antibiotik yang sejatinya berguna untuk mengobati penyakit akibat bakteri atau mikroba lainnya menjadi tidak efektif, akibat kebiasaan masyarakat yang mengkonsumsi antibiotik secara sembarangan.

"Jadi hal yang salah kaprah di masyarakat banyak yang mengkonsumsi antibiotik sembarangan dengan dalih agar cepat sembuh. Padahal tidak semua penyakit harus menggunakan antibiotik," jelasnya saat menyampaikan materi di Hotel Santika Gubeng, Sabtu (11/11/2023).

Baca Juga:
Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026

Foto Harry saat memberikan keterangan pers.(Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)Harry saat memberikan keterangan pers.(Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

Harry menambahkan antibiotik hanya diperuntukkan bagi penyakit yang disebabkan oleh mikroba salah satunya adalah bakteri. Namun realitanya banyak masyarakat mengkonsumsi antibiotik untuk berbagai macam penyakit, bahkan yang tidak disebabkan oleh bakteri. Hal ini dapat berakibat negatif jika dilakukan dalam jangka panjang.

"Jika bakteri dalam tubuh kita sudah resisten terhadap antibiotik, maka akan sulit dan perlu waktu lama untuk mengobati suatu penyakit. Dan dampak paling buruknya dapat menyebabkan kematian," tambahnya.

Lebih lanjut, Harry menegaskan jika pada perawatan luka, ketika bakteri baru kontaminasi atau kolonisasi, tidak perlu diberikan antibiotik. Cukup dibersihkan dan dijaga agar tidak sampai terkontaminasi oleh bakteri. Namun berbeda halnya jika luka sudah ada infeksi seperti keluar nanah kemudian meradang, baru pemberian antibiotik diperlukan untuk penanganan.

Baca Juga:
Pasien Faskes di Pacitan Melonjak Pascalebaran, ISPA dan Diare Dominasi Kasus

"Antibiotik itu bagus kalau digunakan secara baik. Antibiotik jangan digunakan no miss-used jangan digunakan kalau tidak ada indikasi (infeksi)," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Bintang AS Roma dan Inter Milan Radja Nainggolan Motivasi Skuat Garuda Muda

Baca Selanjutnya

Bangga! RSSA Malang Jadi RS dengan Jumlah 800 Lebih Tempat Tidur di Indonesia

Tags:

AMR Antibiotik kesehatan resistensi Perawatan

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar