Fatty Liver Bisa Muncul Sejak Anak-anak, Pakar IPB Dorong Pencegahan Sejak Dini

21 Juni 2026 21:20 21 Jun 2026 21:20

Thumbnail Fatty Liver Bisa Muncul Sejak Anak-anak, Pakar IPB Dorong Pencegahan Sejak Dini

Ilustrasi. Minuman manis dapat meningkatkan risiko obesitas serta berbagai gangguan metabolik yang menjadi pemicu fatty liver. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Perlemakan hati atau fatty liver tidak hanya menjadi ancaman bagi orang dewasa. Anak-anak dan remaja juga berisiko mengalami kondisi serupa apabila memiliki pola hidup tidak sehat dan faktor risiko metabolik tertentu.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Widya Khairunnisa Sarkowi, MSc, menekankan bahwa upaya pencegahan perlu dilakukan sejak usia dini untuk menekan risiko gangguan metabolik di masa depan.

Menurutnya, North American Society for Pediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (NASPGHAN) merekomendasikan skrining fatty liver pada anak obesitas mulai usia 9 hingga 11 tahun, terutama apabila disertai faktor risiko tambahan seperti resistensi insulin, diabetes, dislipidemia, atau riwayat keluarga dengan fatty liver.

“Anak perlu dibiasakan mengonsumsi makanan sehat, perbanyak aktivitas luar ruang, kurangi waktu layar (screen time), tidur cukup, serta membatasi konsumsi minuman manis dan makanan ultraproses,” ujarnya, dikutip dari laman resmi IPB University, Minggu, 21 Juni 2026. 

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak sejak usia dini dapat meningkatkan risiko obesitas serta berbagai gangguan metabolik yang menjadi pemicu fatty liver.

Pada kelompok remaja, edukasi perlu disesuaikan dengan gaya hidup masa kini. Konsumsi minuman kekinian, makanan cepat saji, kebiasaan begadang, kurang bergerak, serta tingkat stres yang tinggi dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko obesitas dan gangguan metabolik.

Sementara itu, pada kelompok dewasa muda, masyarakat disarankan mulai rutin memantau berat badan, lingkar perut, tekanan darah, kadar gula darah, dan profil lipid, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, obesitas, atau penyakit jantung.

Menurut dr Widya, deteksi dini menjadi semakin penting pada usia di atas 40 tahun karena risiko penyakit metabolik cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.

Ia menambahkan bahwa pencegahan fatty liver membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Masyarakat akan lebih mudah menerapkan pola hidup sehat apabila pilihan makanan sehat lebih mudah diakses dan mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar.

“Pencegahan fatty liver memerlukan kolaborasi semua pihak karena masyarakat akan sulit menerapkan gaya hidup sehat apabila makanan tinggi gula dan lemak lebih mudah diakses, lebih murah, dan lebih banyak dipromosikan dibandingkan pilihan yang sehat,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Fatty Liver Perlemakan Hati MASLD IPB University Fatty Liver Pada Anak Obesitas Anak Kesehatan Remaja