Serangan Israel di Lebanon Utara Menewaskan Sedikitnya 21 Orang

Jurnalis: Ali Azhar
Editor: M. Rifat

15 Okt 2024 13:45

Thumbnail Serangan Israel di Lebanon Utara Menewaskan Sedikitnya 21 Orang
Warga Palestina memeriksa kerusakan di area tenda di halaman rumah sakit Martir Al Aqsa, yang dihantam bom Israel di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Senin, 14 Oktober 2024. (Foto: Abdel Kareem Hana/AP News)

KETIK, SURABAYA – Serangan udara Israel menghantam sebuah gedung apartemen di Lebanon utara pada Senin (14/10/2024) menewaskan sedikitnya 21 orang, demikian menurut pernyataan Palang Merah Lebanon.

Militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait serangan tersebut. Serangan itu menghantam sebuah gedung apartemen kecil di desa Aito, yang merupakan bagian dari kawasan Kristen di utara negara itu dan jauh dari wilayah pengaruh utama kelompok militan Hizbullah di selatan dan timur.

"Petugas penyelamat di Aito masih melakukan pencarian di antara reruntuhan bangunan, sementara ambulans bersiap mengevakuasi jenazah para korban," kata seorang pejabat Palang Merah Lebanon yang meminta namanya tidak disebutkan dilansir Reuters.

Bangunan dan kendaraan di sekitarnya rusak akibat serangan tersebut.

Baca Juga:
Teriakan ‘Ayah’ Warnai Kedatangan Jezanah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Tangis Keluarga Pecah

Serangan ini terjadi sehari setelah serangan pesawat tak berawak Hizbullah terhadap sebuah pangkalan militer di Israel utara yang menewaskan empat tentara berusia 19 tahun dan melukai tujuh orang lainnya.

Ini merupakan serangan paling mematikan yang dilakukan oleh kelompok militan tersebut sejak Israel melancarkan invasi darat ke Lebanon hampir dua pekan lalu.

Pada Senin 14 Oktober 2024, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengunjungi pangkalan militer dan tentara yang terluka dalam serangan tersebut. "Kami akan terus menyerang Hizbullah tanpa belas kasihan di setiap bagian Lebanon, termasuk di Beirut," ucap Netanyahu.

Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, sekitar 2.300 orang tewas akibat serangan Israel sejak Oktober 2023. Lebih dari tiga perempat dari kematian tersebut terjadi dalam satu bulan terakhir.

Baca Juga:
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit UNIFIL yang Gugur

Hizbullah, sekutu Hamas, telah bersumpah untuk terus melakukan serangan terhadap Israel sampai ada gencatan senjata di Gaza.

Israel menyatakan bahwa kampanye melawan Hizbullah bertujuan untuk menghentikan serangan-serangan tersebut sehingga warga Israel yang mengungsi dapat merasa aman untuk kembali ke rumah mereka di dekat perbatasan Lebanon.

Sementara itu di Gaza, sebuah serangan udara Israel di halaman Rumah Sakit Martir Al-Aqsa pada Senin pagi (14/10/2024) menewaskan sedikitnya empat orang dan memicu kebakaran yang melanda kamp tenda pengungsi. Serangan itu juga menyebabkan lebih dari dua lusin orang mengalami luka bakar parah.

Militer Israel mengklaim bahwa serangan di Gaza menargetkan para militan yang bersembunyi di antara warga sipil, namun tidak memberikan bukti.

Dalam beberapa bulan terakhir, Israel telah berulang kali menyerang tempat penampungan dan kamp-kamp tenda yang padat, dengan tuduhan bahwa para pejuang Hamas menggunakan tempat tersebut sebagai basis serangan.

Perang ini dimulai ketika Hamas menyerang Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menculik sekitar 250 sandera. Sekitar 100 orang masih ditahan di dalam Gaza, sepertiga di antaranya diyakini telah tewas.

Serangan balasan Israel telah menewaskan lebih dari 42.000 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Kementerian tersebut tidak menyebutkan berapa banyak dari mereka yang menjadi pejuang, namun mengatakan bahwa perempuan dan anak-anak mencapai lebih dari separuh korban jiwa.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia Israel menyerukan kepada komunitas internasional untuk mencegah Israel melaksanakan rencana pemindahan paksa penduduk Gaza utara, dengan mengatakan bahwa ada "tanda-tanda yang mengkhawatirkan" bahwa Israel mulai menerapkannya.

Melansir dari AP News, pernyataan yang ditandatangani oleh B'Tselem, Gisha, Yesh Din dan Dokter untuk Hak Asasi Manusia-Israel, memperingatkan bahwa negara-negara "memiliki kewajiban untuk mencegah kejahatan kelaparan dan pemindahan paksa."

AAD Today melaporkan bahwa situasi di Lebanon dan Gaza terus memburuk seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok-kelompok militan di kawasan tersebut.

Komunitas internasional terus menyerukan gencatan senjata dan penyelesaian konflik secara damai. (*)

Baca Sebelumnya

Beri Kepastian Hukum, Pemkot Surabaya Serahkan HGB Kepada Pemilik Surat Ijo

Baca Selanjutnya

Jelang Pilkada, Pemkot Surabaya dan Forkopimda Kolaborasi Jaga Stabilitas Keamanan

Tags:

Israel Lebanon Serangan Udara

Berita lainnya oleh Ali Azhar

Film Layak Dicintai, Bukan Ditakuti oleh Mereka yang Terpaksa

14 April 2026 05:20

Film Layak Dicintai, Bukan Ditakuti oleh Mereka yang Terpaksa

Unair Terima 2.506 Mahasiswa Baru Lewat SNBP 2026, Termasuk 806 Penerima KIP Kuliah

2 April 2026 18:11

Unair Terima 2.506 Mahasiswa Baru Lewat SNBP 2026, Termasuk 806 Penerima KIP Kuliah

Sapa Mojokerto! Ciputra Film Festival Gandeng Studio Cerita Bawa Semangat 'See The Unseen'

28 Maret 2026 14:00

Sapa Mojokerto! Ciputra Film Festival Gandeng Studio Cerita Bawa Semangat 'See The Unseen'

Ngabubucin, Cara Baru Ngabuburit ala Ciputra Film Festival di Mall Surabaya

14 Maret 2026 21:15

Ngabubucin, Cara Baru Ngabuburit ala Ciputra Film Festival di Mall Surabaya

Momentum 7 Tahun, GEKRAFS Kabupaten Probolinggo Apresiasi Dukungan Bupati Gus Haris

28 Januari 2026 19:01

Momentum 7 Tahun, GEKRAFS Kabupaten Probolinggo Apresiasi Dukungan Bupati Gus Haris

Perdana! Polrestabes Surabaya Kembalikan 810 Motor Sitaan ke Pemilik Tanpa Pungutan

19 Januari 2026 19:50

Perdana! Polrestabes Surabaya Kembalikan 810 Motor Sitaan ke Pemilik Tanpa Pungutan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar