Motif Sebenarnya Pembunuh PM Jepang Shinzo Abe

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Darwin

12 Jul 2022 06:41

Headline

Thumbnail Motif Sebenarnya Pembunuh PM Jepang Shinzo Abe
Shinzo Abe. (foto: Hiro Komae/AP)

KETIK, SURABAYA – Kepolisian Jepang mengakui ada kekurangan dalam pengamanan mantan Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, yang ditembak mati di kota Nara. "Tidak dapat disangkal ada persoalan dalam keamanan," kata Kepala Kepolisian Nara, Tomoaki Onizuka. Seorang pria bersenjata menembak Abe di acara kampanye politik - aksi kejahatan yang sangat mengejutkan Jepang.

Tersangka pelaku pembunuhan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Tetsuya Yamagami (41), membeberkan alasannya melancarkan aksinya pada Jumat (8/7) lalu. Semula, Yamagami disangka memiliki dendam terhadap kiprah Abe di politik dan sebagai PM Jepang yang memiliki masa jabatan terlama itu.

Namun, Yamagami mengatakan kepada penyelidik kepolisian bahwa ia memiliki dendam terhadap Abe akibat dugaan keterkaitan eks PM 67 tahun itu dengan suatu organisasi keagamaan. Ia mengaku tak memiliki prasangka buruk apa-apa soal karir politik Abe.

Yamagami meyakini Abe terkait sebuah komunitas keagamaan dan mempromosikannya hingga ibunya rela menggelontorkan donasi dalam jumlah yang sangat besar kepada organisasi tersebut.

Menurut laporan koran Yomiuri yang mengutip sumber dari tim investigasi, Yamagami mengatakan kepada polisi bahwa ibunya jadi bangkrut gegara memberikan donasi tersebut.

"Keluarga saya bergabung dengan agama itu dan hidup kami menjadi lebih sulit setelah menyumbangkan uang untuk organisasi tersebut," kata Yamagami dikutip dari pernyataan sumber polisi.

"Saya ingin menargetkan pejabat tinggi organisasi itu, tetapi itu sulit. Jadi, saya membidik Abe karena saya yakin dia terikat (dengan organisasi). Aku ingin membunuhnya," paparnya menambahkan seperti dikutip Asahi Shimbun.

Sementara itu, seorang pria yang mengaku sebagai kerabat Yamagami membenarkan keluarga pelaku memiliki masalah dengan organisasi keagamaan.

"Keluarganya hancur akibat kelompok [keagamaan]. Saya yakin Yamagami menderita karena organisasi itu," tutur sang kerabat.

Yamagami sendiri hidup bersama satu kakak laki-laki dan satu adik perempuan. Ayah Yamagami memiliki sebuah perusahaan konstruksi tetapi meninggal dunia saat Yamagami masih anak-anak.

Sementara itu, ibu Yamagami mengambil alih perusahaan, tetapi ia masuk dalam aktivitas kelompok keagamaan dan mendonasikan uang dalam jumlah besar ke kelompok itu.

Donasi ini disebut-sebut menjadi alasan perusahaan keluarga Yamagami bangkrut. Perusahaan konstruksi tersebut dibubarkan pada 2009.

Kerabat Yamagami juga mengatakan pria itu melewati masa sulit sejak kecil akibat kelompok keagamaan yang diikuti ibunya. Ia menilai ibu Yamagami mencoba mencari jawaban kehidupan lewat organisasi keagamaan.

"Dia [ibu Yamagami] adalah janda, dan saya pikir dia merasa tidak aman memikirkan masa depan keluarganya," kata kerabat itu lagi.

Selain itu, sang kerabat mengaku sering mendapatkan telepon dari ketiga anak ibu Yamagami. Yamagami juga pernah mengeluh kelaparan karena tak memiliki uang untuk makan.

"Kami tidak memiliki makanan di rumah," kata sang kerabat, mengingat pengakuan Yamagami bersaudara.

Kerabat Yamagami juga mengaku telah memberikan uang ke Yamagami bersaudara dan kadang-kadang memberikan makanan ke keluarganya. (*)
 

Baca Juga:
FIA UB Perluas Program Double Degree, Mahasiswa Berpeluang Jalani Studi di Jepang hingga Australia

Baca Juga:
Ngabuburit Seru Tanpa Takut Batal: 7 Rekomendasi Anime Penuh Makna untuk Menemani Bulan Ramadan
Baca Sebelumnya

Dukung UMKM Naik Kelas, BPN Jatim Implementasikan Reforma Agraria

Baca Selanjutnya

Simak, Segudang Manfaat Madu Hitam Baik untuk Kesehatan

Tags:

Shinzo Abe PM Jepang Jepang Tetsuya Yamagami

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H