Israel Dinilai Kerap Langgar Gencatan Senjata, Bisakah Kali Ini Bertahan?

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Aziz Mahrizal

1 Jul 2025 15:09

Headline

Thumbnail Israel Dinilai Kerap Langgar Gencatan Senjata, Bisakah Kali Ini Bertahan?
Sepak terjang Israel yang sering langgar perjanjian gencatan senjata membuat Iran sulit percaya. (Ilustrasi: Rihad/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Iran dan Israel telah melakukan gencatan senjata setelah 12 hari terlibat perang, terhitung sejak 13 hingga 24 Juni 2025. Namun, hal ini menyisakan tanda tanya besar. Apakah konflik kedua negara benar-benar berakhir atau hanya jeda sesaat?

Dosen Hubungan Internasional Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Adli Hazmi, menyoroti rekam jejak Israel yang kerap melanggar perjanjian gencatan senjata. Menurutnya, kepercayaan adalah kunci agar gencatan senjata dapat bertahan lama.

"Seperti yang kita lihat Israel sendiri beberapa kali melanggar perjanjian gencatan senjata. Padahal di perjanjian gencatan senjata diperlukan kepercayaan dari kedua belah pihak yang berseteru," jelas Adli, Selasa, 1 Juli 2025.

Foto Adli Hazmi, dosen Hubungan Internasional Unesa. (Foto: dok. pribadi)Adli Hazmi, dosen Hubungan Internasional Unesa. (Foto: dok. pribadi)

Baca Juga:
Golden Ticket Unesa 2026: Jalur Prestasi Tanpa Tes, Bisa Kuliah Gratis hingga 8 Semester

Lebih lanjut hingga saat ini efek perang Israel dan Iran memang belum memberikan dampak apa apa terhadap Indonesia. Sedangkan Indonesia tidak memiliki kerja sama  dengan Israel karena tidak memiliki hubungan diplomatik.

"Indonesia posisinya kan di tengah-tengah, yang kita tidak memihak salah satu pihak. Paling dampaknya hanya sebatas kerja sama dengan Iran atau Amerika saja," tambahnya.

Namun, jika perang Iran dan Israel kembali memanas dan meluas, Indonesia dipastikan akan merasakan dampaknya secara ekonomi. Hal ini tak lepas dari posisi strategis Iran yang menguasai Selat Hormuz, jalur perdagangan vital yang dilewati 20 persen pasokan minyak dunia. Penutupan selat ini akan berdampak pada banyak negara, termasuk Indonesia.

"Iran ini kan memiliki posisi yang cukup kuat sebenarnya, dimana mereka menguasai selat hormuz jadi kalau sampai meletus lebih parah, tentu kita akan terpengaruh," paparnya.

Baca Juga:
Krisis Minyak Global Imbas Konflik Iran-AS, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH

Adli menambahkan, Indonesia dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dan menaruh perhatian khusus pada isu tersebut. Jika konflik Israel-Iran kembali memanas, pemerintah Indonesia kemungkinan akan memainkan perannya dalam menyuarakan perdamaian melalui jalur diplomasi. Ia mencontohkan peran yang diambil mantan Presiden Joko Widodo saat perang Ukraina-Rusia.

"Saya melihat ada kemungkinan kesitu ya, tentunya dengan jalan diplomasi, Indonesia memiliki kapasitas. Apalagi Menteri Luar Negeri terdahulu Retno Marsudi cukup vokal menggaungkan perdamaian," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Upacara Hari Bhayangkara di Polres Abdya, AKBP Agus Sulistianto: Polri adalah Polisi Rakyat

Baca Selanjutnya

Kapolres Batu Beberkan Hasil Survei Kepuasan Publik di Hari Bhayangkara, Polri Semakin Presisi!

Tags:

Unesa Iran Israel gencatan senjata Adli Hazmi Perang Iran - Israel

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar