Amerika Serikat Batasi Penjualan Minyak Iran 

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Millah Irodah

3 Okt 2022 10:08

Thumbnail Amerika Serikat Batasi Penjualan Minyak Iran 
Presiden Joe Biden. (Foto: Reuters) 

KETIK, SURABAYA – Pemerintahan Biden telah mengumumkan babak baru mengenai sanksi yang akan diberikan terhadap Iran, bahkan Biden bersumpah untuk menjatuhkan hukuman keuangan secara bertahap dalam upayanya untuk membatasi ekspor minyak dan petrokimia Iran. 

Langkah-langkah yang diumumkan itu, Biden menargetkan juga pada beberapa perusahaan yang berbasis di China, Uni Emirat Arab, Hong Kong dan India yang dituduh Amerika Serikat terlibat dalam penjualan produk minyak dan petrokimia Iran. 

Pemerintahan Biden telah mengumumkan babak baru mengenai sanksi yang akan diberikan terhadap Iran, bahkan Biden bersumpah untuk menjatuhkan hukuman keuangan secara bertahap dalam upayanya untuk membatasi ekspor minyak dan petrokimia Iran. 

Langkah-langkah yang diumumkan itu, Biden menargetkan juga pada beberapa perusahaan yang berbasis di China, Uni Emirat Arab, Hong Kong dan India yang dituduh Amerika Serikat terlibat dalam penjualan produk minyak dan petrokimia Iran. 

Baca Juga:
Krisis Minyak Global Imbas Konflik Iran-AS, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH

Melansir dari Aljazeera, Pemerintahan Presiden AS Joe Biden juga secara eksplisit mengaitkan sanksi dengan kegagalan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran di tahun 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan. 

"Amerika Serikat berkomitmen untuk sangat membatasi penjualan minyak dan petrokimia ilegal Iran," kata pejabat Departemen Keuangan Brian Nelson dalam sebuah pernyataan. 

“Selama Iran menolak untuk kembali ke implementasi penuh Rencana Aksi Komprehensif Bersama, Amerika Serikat akan terus memberlakukan sanksinya terhadap penjualan produk minyak dan petrokimia Iran," ucapnya. 

Hukuman tersebut membekukan aset perusahaan di AS dan membuatnya ilegal bagi warga Amerika untuk berbisnis dengan mereka. Sejak mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir pada 2018, berbagai sektor ekonomi Iran berada di bawah sanksi AS yang berat. Sebagai tanggapan, Iran telah memajukan program nuklirnya, termasuk pengayaan uranium, jauh di luar batas yang ditetapkan oleh perjanjian. 

Baca Juga:
Iran Buka Terbatas Selat Hormuz, Terapkan Aturan Ketat bagi Kapal yang Melintas

Biden berusaha kembali ke pakta itu, yang melihat Iran mengurangi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi terhadap ekonominya, tetapi upaya diplomatik untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu terhenti. 

Pada hari Kamis, pemerintahan Biden mengatakan akan terus menegakkan sanksi dengan ketat sampai Iran kembali ke kesepakatan. Sementara para pejabat AS mengatakan Iran perlu memutuskan apakah ingin kembali ke pakta tersebut, Teheran mengatakan keengganan Washington untuk memberikan keringanan sanksi yang langgeng adalah rintangan utama yang mencegah kembalinya JCPOA. (*)

Baca Sebelumnya

Kasus Dugaan KDRT Rizky Billar Naik ke Penyidikan

Baca Selanjutnya

Karesidenan Madiun Gelar Onboarding Bina Pelaku UMKM Gandeng LaDaRa

Tags:

Amerika Serikat Joe Biden Iran minyak AS

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar