RS PHC Surabaya: 'Dokter Gadungan' Susanto Tidak Pernah Tangani Pasien di Rumah Sakit

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Muhammad Faizin

13 Sep 2023 11:35

Thumbnail RS PHC Surabaya: 'Dokter Gadungan' Susanto Tidak Pernah Tangani Pasien di Rumah Sakit
Proses sidang online Susanto yang menjadi dokter gadungan di RS PHC Surabaya, Senin (11/9/2023). (Foto : M.Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Pihak RS PHC Surabaya angkat bicara terkait kasus dokter gadungan yang disebut pernah bekerja di tempatnya. Susanto yang merupakan lulusan SMA, diketahui pernah menjadi dokter palsu di rumah sakit milik BUMN itu.

Dirut PT Pelindo Husada Citra, dr Sunardjo mengatakan terdakwa menggunakan nama dokter lain untuk menipu, serta tidak pernah bertugas atau menangani pasien di rumah sakit.

"Terdakwa tidak pernah sekalipun ditempatkan dan melayani pasien di Rumah Sakit PHC Surabaya," ungkap dr Sunardjo, Rabu (13/9/2023).

Susanto berhasil menjadi dokter umum yang bertugas di Occupational Health and Industrial Hygiene (OHIH) di Pertamina Cepu, Jawa Tengah setelah berhasil memalsukan dokumen. OHIH adalah klinik K3 di bawah naungan PT PHC, tugasnya adalah melakukan pemeriksaan kepada pekerja sebelum bertugas.

Baca Juga:
Samuel Kristianto Jalani Sidang Perdana Kasus Rumah Nenek Elina Surabaya

"Jadi yang bersangkutan tidak pernah datang ataupun bekerja sebagai dokter di RS PHC Surabaya. Dia hanya bertugas di OHIH di Pertamina Cepu untuk melakukan upaya preventif kepada para pekerja di lingkup pekerjaan itu," kata dokter Sunardjo.

Sunardjo juga memastikan, tidak ada pekerja atau pasien yang menjadi korban selama Susanto mengaku sebagai dokter dan melalukan aktivitas di OHIH, Cepu.

"Karena memang yang bersangkutan tidak melakukan pemeriksaan penyakit atau semacamnya. Dia hanya melakukan pemeriksaan basic pada pekerja seperti tensi, cek tekanan darah dan lainnya jika ada keluhan. Bila ada pemeriksaan lanjutan maka akan dirujuk ke RS. Jadi memang yang bersangkutan lingkup kerjanya kecil dan tidak berhadapan langsung dengan pasien," terangnya.

Sementara itu, Imron Soewono, Corporate Secretary PT Pelindo Husada Citra (PHC) mengatakan, proses rekrutmen untuk dokter OHIH juga sudah sesuai dengan standar. Hanya saja waktu perekrutan saat pandemi membuat tahap wawancara harus dilakukan secara online yang membuat Susanto diterima sebagai pegawai di PT PHC sejak Juli 2020.

Baca Juga:
Kalah Gugatan Kontrak Sampah, Pemkot Surabaya Dihukum Bayar Utang Rp104 M

Menurut Imron, modus operandi yang dilakukan Susanto sehingga tampak meyakinkan sebagai seorang dokter adalah dia memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dokter yang terregistrasi pada Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Namun ternyata Susanto menggunakan STR dan data diri milik dokter bernama Anggi Yuritno.

"Setelah kita terima dokumennya juga dilakukan pengecekan via online ke website KKI.go.id dan STR yang diberikan Susanto dengan nama Anggi itu memang terdaftar," ucapnya.

Kedok dokter gadungan Susanto berhasil terbongkar lantaran pihak PT PHC melakukan rekrudensial ulang, mulai dokumen terkait keprofesian, seperti STR yang harus diperbarui.

Karena STR milik Susanto atau dokter Anggi Yuritno tersebut harus diperbaharui, maka pihaknya melakukan pemeriksaan dan ditemukan format STR berbeda dengan milik dokter lainnya.

"Kami langsung melakukan konfirmasi ke Susanto untuk menanyakan hal tersebut. Karena tak kunjung mendapat jawaban kami menurunkan tim investigasi ke Cepu dan terungkaplah hal ini," kata Imron.

PT PHC melakukan verifikasi STR kepada semua dokter yang bekerja di bawah naungannya. Semuanya dinyatakan terdaftar, kecuali Susanto yang selama ini menyamar sebagai dokter Anggi.

"Kami memberikan surat teguran kepada HRD yang melakukan perekrutan dan mengambil langkah evaluasi kepada sistem perekrutan," imbuhnya.

Pihaknya juga menyampaikan kerugian dalam kasus ini adalah gaji bulanan yang diberikan selama dua tahun bekerja. Susanto mendapatkan gaji sebesar Rp 7,5 juta rupiah per bulannya dengan kontak menjadi dokter Hiperkes Fulltimer pada PHC Clinic yang ditugaskan di Klinic K3 PT Pertamina EP IV Cepu. (*)

Baca Sebelumnya

KPU Jatim Terima 4 Laporan pada Masa Pencermatan

Baca Selanjutnya

Omzet Pedagang Pasar Buku Wilis Turun Drastis

Tags:

Dokter Dokter gadungan Pengadilan PN Surabaya RS PHC Surabaya

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H