Biadab, Siswi SMP Surabaya Dirudapaksa Dua Pemuda

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Gumilang

7 Mei 2024 15:30

Thumbnail Biadab, Siswi SMP Surabaya Dirudapaksa Dua Pemuda
Dua tersangka kasus pemerkosaan siswi SMP di Surabaya. (Foto: Humas Polrestabes Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Siswi kelas 1 SMP asal Gunung Anyar Tambak Surabaya DBA harus memiliki trauma semasa hidupnya. Usianya masih belia, sudah menjadi korban rudapaksa oleh dua pemuda.

Salah satu pelakunya mantan kekasih dari sahabatnya sendiri. DBA dirudapaksa usai dipaksa menenggak minum keras di sebuah tempat kosan sahabat perempuannya, CA. Di sana, korban bertemu dengan AA (19), mantan kekasih CA, dan temannya ASP (18).

Dari data dihimpun, AA warga asal Sememi Jaya Selatan, Kecamatan Benowo Kota Surabaya ini berstatus pekerja. Sedangkan ASP, warga asal Jalan Sambiroto, Kecamatan Sambikerep, Surabaya masih berstatus pelajar.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono menjelaskan AA dan ASP sudah saling mengenal karena mereka teman sekolah, AA merupakan kakak kelas, satu tingkat dari ASP.

Baca Juga:
Armuji Penuhi Panggilan Polisi, Ini Penjelasan Wawali Surabaya

"Sedangkan ASP dan korban sebelumnya sudah saling mengenal dan beberapa kali bertemu," ujar AKBP Hendro Sukmono, Selasa (7/5/2024).

Obrolan keempat anak muda itu berlangsung asyik, diselingi canda tawa, membicarakan tentang dunia mereka. Di tengah percakapan, ASP berinisiatif mengajak AA pesta minum-minuman keras. Tanpa berpikir panjang, AA lantas mengiyakan.

Tak berselang lama ASP kembali dengan menenteng sebotol minum-minuman keras. Pesta minum-minuman keras pun dimulai ASP dan AA saling bergantian menenggak cairan beralkohol tersebut.

"Kemudian ASP menawarkan kepada korban dan saksi CA untuk ikut minum. Setelah korban mengkonsumsi minuman beralkohol tersebut, korban mulai hilang kesadarannya," lanjutnya.

Baca Juga:
Cegah Curanmor, Polisi Pasang Alarm Motor Gratis Disambut Senang Warga

Dalam kondisi tak sadarkan diri, niat mesum ASP muncul. Dengan penuh birahi, ASP menggerayangi tubuh sensitif DBA yang kala itu tak sengaja kepalanya menyandar di bahunya.

Seakan dikuasai nafsu setan, ASP terus melancarkan aksi mesumnya. Pemerkosaan pun tak terelakkan. Bahkan ASP sempat menyetubuhi DBA sebanyak dua kali lalu meninggalkannya begitu saja.

Melihat kondisi sahabatnya, CA lalu keluar kosan untuk meminta bantuan temannya yang lain untuk membopongnya pulang.

"Di kamar kos, hanya ada dua orang saja, yaitu korban dan AA. AA juga menyetubuhi korban satu kali. Korban sempat sadar, namun tubuhnya tidak berdaya melawan nafsu bejat AA," kata Hendro.

Usai dirudapaksa, DBA kemudian mendapat pertolongan dari teman lainnya. Ia lalu dibawa pulang ke rumah dalam kondisi tidak karu-karuan.

Setelah sadar, DBA baru menceritakan semua yang dialami kepada ibunya. Serasa petir menyambar di siang hari, ibu DBA dengan perasaan hancur melaporkannya ke kantor polisi.

"Pelapor (ibu DBA) datang bersama dengan AA, dan dibawa ke SPKT Polrestabes Surabaya, pada tanggal 04 April 2024 sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari," tandas Hendro.

"Esok harinya, pada tanggal 05 April 2024, sekitar pukul 17.00 WIB, ASP diantar ke Gedung RPK Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk memberikan keterangan sebagai saksi, dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," imbuhnya.

Kedua pemuda itu ditetapkan tersangka karena dianggap melanggar Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (*)

Baca Sebelumnya

Bupati Sidoarjo Muhdlor Susul Dua Anak Buahnya Masuk Sel Tahanan KPK

Baca Selanjutnya

8 Nama Bacabup-Bacawabup Jember Berebut Rekom PDI Perjuangan

Tags:

pemerkosaan siswi SMP Siswi smp surabaya kronologi siswi smp diperkosa Polrestabes Surabaya dua pelaku pemerkosa

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar