Tren Penurunan Kelas Menengah di Indonesia, Pakar Ekonomi Unair Beberkan Pandangannya

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

16 Sep 2024 18:05

Thumbnail Tren Penurunan Kelas Menengah di Indonesia, Pakar Ekonomi Unair Beberkan Pandangannya
Pakar Ekonomi Unair, Rossanto Dwi Handoyo. (Foto: Humas Unesa)

KETIK, SURABAYA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) proporsi kelas menengah di Indonesia terus mengalami penurunan yang signifikan. Pada tahun 2019 jumlah jelas menengah di Indonesia masih sebesar 57,33 juta jiwa, sedangkan pada tahun 2024 turun menjadi 47,85 juta jiwa.

Ekonom Universitas Airlangga (Unair) Prof Rossanto Dwi Handoyo mengatakan terdapat tren penurunan pada klasifikasi kelas menengah, seperti miskin, rentan miskin, dan Aspiring Middle Class (AMC).

Faktor penurunan ini tidak lepas dari efek pandemi Covid-19 yang sempat melanda beberapa tahun lalu. Selain itu faktor lainnya seperti penurunan permintaan global juga memaksa perusahaan mengurangi jumlah pekerja atau memotong jam kerja. 

"Selain itu, pola konsumsi yang meningkat, terutama akses mudah ke pinjaman online, judi online, dan produk gaya hidup murah, semakin memperparah kondisi ini," jelas Rossanto, Senin 16 September 2024.

Baca Juga:
Pendaftaran Jalur Mandiri Unair 2026 Dibuka: Ini Jadwal, Syarat dan Cara Daftarnya

Rossanto menambahkan, perekonomian Indonesia sangat bergantung pada konsumsi. Sektor konsumsi sendiri menyumbang sekitar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Oleh karena itu, menurunnya daya konsumsi kelas menengah berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi. 

Dengan penurunan jumlah kelas ekonomi, maka berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini menyebabkan terjadinya deflasi selama empat bulan berturut-turut dari Mei hingga Agustus 2024.

 "Selama 20 tahun terakhir, Indonesia tidak pernah mengalami deflasi berturut-turut. Ini tanda daya beli masyarakat melemah, dan kita harus waspada," tambahnya.

Dalam menghadapi tantangan ini, Rossanto menyarankan agar pemerintah mengambil langkah melalui kebijakan moneter dan fiskal. Menurutnya, Bank Indonesia dan OJK harus mendukung lebih banyak masyarakat untuk membuka lapangan kerja, bukan sekadar mencari kerja. 

Baca Juga:
UNAIR Gandeng Tiga RSUD, Perkuat Ekosistem Pendidikan Medis dan Layanan Kesehatan

"Kebijakan seperti pemberian subsidi bunga bagi UMKM sangat penting untuk mendorong munculnya usaha baru," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Pj Wali Kota Malang Siapkan Langkah Optimalisasi MCC untuk UMKM Naik Kelas

Baca Selanjutnya

Diduga Terlibat Balap Liar, 2 Sepeda Motor Diamankan Satlantas Polres Situbondo

Tags:

Ekonomi Unair Rossanto Dwi Handoyo kelas menengah BPS menurun

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar