Penjualan Properti Alami Penyesuaian Harga Imbas Gejolak Geopolitik, Ini Kata AREBI Jatim

Jurnalis: Fitra Herdian
Editor: Mustopa

18 Jul 2025 00:15

Thumbnail Penjualan Properti Alami Penyesuaian Harga Imbas Gejolak Geopolitik, Ini Kata AREBI Jatim
Ilustrasi - Penjualan properti mengalami penyesuaian harga karena turunnya permintaan. (Foto: Fitra/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Properti masih menjadi favorit masyarakat karena masuk dalam kategori kebutuhan primer. Namun, menurut Dewan Penasihat Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Timur, Rudy Sutanto, saat ini penjual properti melakukan penyesuaian harga.

"Karena orang yang menjual (properti) itu banyak. Sekarang ini istilahnya cash is king. Akhirnya mau tidak mau terjadi penyesuaian harga, mencari equilibrium harga market baru," katanya, Kamis, 17 Juli 2025.

Rudy melanjutkan, penjual properti lebih memilih pembayaran tunai, karena untuk berbagai keperluan. Salah satunya untuk menyambung usaha.

"Jadi yang butuh cash itu untuk menyambung perusahaannya. Jadi mereka menjual properti begitu. Sebenarnya situasi ini hampir sama seperti saat Covid, tapi jauh lebih parah," terang pria yang juga sebagai Principal Java Property CitraLand Surabaya ini.

Baca Juga:
Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Dikatakan Rudy, penyesuaian harga properti sudah mengglobal. "Istilahnya, lini bisnis turun semua. Kalau saat Covid itu fokusnya sama-sama sehat. Tapi kalau sekarang ini untuk menyelamatkan kondisi masing-masing," bebernya.

Disinggung mengenai alasan orang menjual properti, menurut Rudy ada berbagai faktor. Tapi biasanya untuk investasi atau hunian.

"Misalnya, jika dia investasi tanah, pasti menjual tanah. Kalau dia dulunya investasi apartemen, pasti asetnya menjual apartemen," jelasnya.

Sebagaimana diketahui pada semester I/2025, pasar properti mengalami penurunan karena adanya gejolak geo-politik dan tarif dagang.

Baca Juga:
Bupati Bandung: 120 PSU Perumahan Telah Diserahterimakan di Periode Pertama

Rudy mengungkapkan, penurunannya mencapai 30 persen untuk primary market dan 25 persen untuk secondary market.

Namun, ia tetap optimistis pada semester II/2025 ada perbaikan pasar yang diharapkan berimbas pada Indonesia.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Kadin Jawa Timur, Danny Wahid sebelumnya menjelaskan, minat masyarakat dan angka pertumbuhan hunian hingga 2025 masih tinggi.

"Bisa 10 persen, mungkin bahkan bisa sampai 18 persen meningkatnya," katanya.

Pertumbuhan terhadap permintaan hunian, lanjut Danny, masih sama seperti kondisi ketika Covid dan sesudah Covid yang lalu.

Hal ini dikarenakan, hunian merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Oleh sebab itu, angka permintaan hunian baru tetap terjaga. (*)

Baca Sebelumnya

Pemkab Sleman Gelar Peringatan Tiga Hari Besar Nasional Sekaligus

Baca Selanjutnya

Puncak Peringatan Harganas Ke-32, Wagub DIY: Keluarga Kunci Kemajuan Bangsa

Tags:

properti AREBI Rudy Sutanto perumahan REI rei Jatim

Berita lainnya oleh Fitra Herdian

Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah Hati

13 April 2026 21:52

Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah Hati

Rusunami Gen Z Segera Dibangun, Pemkot Surabaya Siapkan Lahan di Rungkut dan Tambak Wedi

13 April 2026 21:48

Rusunami Gen Z Segera Dibangun, Pemkot Surabaya Siapkan Lahan di Rungkut dan Tambak Wedi

Daftar Susunan Pemain Indonesia U-17, Siap Bawa Kemenangan Perdana Hadapi Timor Leste

13 April 2026 19:09

Daftar Susunan Pemain Indonesia U-17, Siap Bawa Kemenangan Perdana Hadapi Timor Leste

Mengintip Kegiatan 59 Jemaah Praktik Manasik di Asrama Haji Surabaya, Jadi Bekal ke Tanah Suci

13 April 2026 14:36

Mengintip Kegiatan 59 Jemaah Praktik Manasik di Asrama Haji Surabaya, Jadi Bekal ke Tanah Suci

Super League Hampir Berakhir, Bernardo Tavares Pilih Siapkan Musim Depan

12 April 2026 22:20

Super League Hampir Berakhir, Bernardo Tavares Pilih Siapkan Musim Depan

DKD Jawa Timur Gelar Sidparda 2026, Perkuat Peran Dewan Kerja Hadapi Era Perubahan

12 April 2026 18:19

DKD Jawa Timur Gelar Sidparda 2026, Perkuat Peran Dewan Kerja Hadapi Era Perubahan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar