Pasti Tinggi Rendemen, Kriteria Tebu Siap Panen dari Disbun Jatim

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: M. Rifat

29 Jul 2023 03:00

Thumbnail Pasti Tinggi Rendemen, Kriteria Tebu Siap Panen dari Disbun Jatim
Pemeriksaan benih tebu oleh Tim dari Disbun Jatim. (Foto: Instagram@disbunjatim)

KETIK, SURABAYA – Panen tebu dilakukan pada tingkat kemasakan optimum, yaitu pada umur 11-12 bulan saat tebu dalam kondisi mengandung gula tertinggi.

Setelah berumur kurang lebih 12 bulan, tanaman tebu kini siap ditebang. Tebu yang layak ditebang harus memenuhi beberapa kriteria, yakni Manis, Bersih dan Segar. Kriteria tersebut biasa dikenal dengan istilah prinsip MBS.

Penebangan tebu pada dasarnya sama dengan prinsip panen tanaman lainnya, yaitu memilih tebu yang masak untuk ditebang terlebih dahulu, dengan asumsi bahwa tebu yang masak akan diperoleh rendemen yang tinggi.

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur Heru Suseno menjabarkan bahwa prinsip MBS sangat berpengaruh terhadap rendemen.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beberkan Kunci Sukses Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan Peserta SESPIMTI Polri

Manis dapat dilakukan dengan memanen tebu pada umur minimal 10 bulan dan maksimal 14 bulan sesuai kemasakan tebu.

Manis adalah tebu yang ditebang mengandung gula rendemen tinggi atau tebu yang dipanen harus sudah masuk fase kemasakan sehingga zat gula yang ada di dalam batang tebu tersebut sudah berubah menjadi sukrosa yang dapat dikristalkan.

"Rendemen naik kalau tebunya masak bersih, dan segar, biasanya tebu diklentek 2 kali dan dibersihkan bonggol dan tanahnya supaya tidak banyak pengotor," jelas Heru.

Menurur Heru, prinsip kedua untuk meningkatkan rendemen adalah bersih artinya tebu yang ditebang dan yang akan digiling harus terbebas dari trash seperti daduk, pucukan, maupun sogolan yang dapat menurunkan kadar rendemen yang ada dalam tebu tersebut.

Baca Juga:
Beranggotakan Profesor Perempuan Terbanyak se-Tanah Air, Muslimat NU Pecahkan 2 Rekor MURI

"Kalau secara terukur, brixnya batang bawah dan batang atas selisih 2 poin sudah matang," rinci Kadisbun Jatim.

Dan yang ketiga adalah prinsip segar artinya tebu yang digiling dalam kondisi segar dengan kriteria waktu yang dibutuhkan mulai dari tebang sampai digiling kurang dari 48 jam untuk memaksimalkan potensi rendemen masing-masing varietas.

Kesegaran tebu ini sangatlah menentukan nilai rendemen. Apabila tebu yang ditebang tidak langsung digilingkan maka akan berpotensi menurunkan nilai rendemen tebu.

Peningkatan produktivitas tebu di Jawa Timur juga karena keberhasilan Dinas Perkebunan Jawa Timur, yakni dengan program Timbangan Tebu.

Program Timbangan Tebu adalah Integrasi Ketersediaan Bahan Baku dan Manajemen Tebang Angkut Berdasarkan Klaster PG Berbasis Tebu.

Inovasi Timbangan Tebu tersebut, diimplementasikan dengan kegiatan yang dilakukan berupa pemberian bantuan antara lain Bongkar Ratoon, Rawat Ratoon, Perluasan Areal Tebu dan Kebun Keragaan Pengembangan Warung Tebu.

Hal tersebut sesuai dengan instruksi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mempertahankan barometer gula nasional di Jawa Timur.

Peningkatan produksi ini diharapkan dapat menjadi modal bagi Indonesia mewujudkan swasembada gula, dan Jawa Timur sebagai barometer gula nasional. (*)

Baca Sebelumnya

Tak Hanya Mengaji, Jemaah Pensiunan Masjid Al-Akbar Miliki Berbagai Program

Baca Selanjutnya

Hadir sebagai Ahli Pemohon, Rizal Ramli: Alasan Lahirnya UU Cipta Kerja Terlalu Mengada-ada

Tags:

MBS Manis bersih segar panen tebu tinggi rendemen Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur Kadisbun Jatim Heru Suseno Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H